Menikahi Istri Keponakan

Menikahi Istri Keponakan
Arya


__ADS_3

Arya membelai jalan raya yang sedikit padat oleh pengendara, Hari sudah mulai petang Ia terus melaju dengan kecepatan sedang


Arya terus mengendarai motornya mencari pesanan dari Adik nya Aliyah. Semenjak hamil selain suaminya Aliyah terlihat manja dengan kakaknya itu.


Baik Jerry Atau pun Arya sering kesusahan memenuhi keinginan ngidam Aliyah


"Martabak keju ya kak yang dekat sekolah Aliyah dulu "isi pesan dari Adiknya,


Arya Memarkirkan motornya begitu ia sudah sampai, terlihat sudah banyak yang mengantri, Arya memesan 2 bungkus keju sama coklat dia tidak ingin di kerjain lagi sama calon keponakannya, seperti kemaren yang minta dibeliin martabak coklat begitu sampai dirumah, Aliyah maunya yang keju, sekarang minta dibelikan keju, tapi Arya tidak mau ketipu lagi ia langsung membelinya 2 Sekaligus.


Begitu pesanannya selesai Arya merogoh saku celananya mengambil uang dan langsung membayarnya. Arya kembali melajukan motornya Namun ditengah jalan yang sedikit sunyi ia menabrak seorang gadis yang tiba tiba berlari ketengah jalan untung saja Arya langsung menginjak rem nya.


Dengan nafas yang memburu sisa sisa keterkejutan nya, Arya menarik napasnya kembali kemudian pandangan nya mengarah ke gadis yang sudah meringis kesakitan di atas Aspal.


"Maaf Nona apa ada yang luka..?" Tanya Arya saat menghampiri gadis yg sedari tadi menundukkan kepalanya.


Hening tak ada sahutan, Arya kembali bertanya, " Nona baik baik saja.?"


Tetap saja gadis itu diam menundukkan kepalanya.


Arya mencoba untuk bersabar, saat akan bertanya lagi, gadis itu mendongakkan kepalanya


Mata sembab, luka lebam disudut bibinya dan bekas tamparan di pipi gadis itu, mata teduh menatap kearah Arya seakan mengisyaratkan bahwa gadis itu membutuhkan bantuan.


" Tolong saya Kak." lirih gadis itu dengan suara yang nyaris tak terdengar


"Arya terdiam menatap gadis malang di depannya, hatinya tersentuh ingin membantunya ia mengingat Adiknya Aliyah, ia memposisikan jika itu adalah Adiknya Aliyah. karena gadis di depannya itu seumuran Adiknya.


"Kamu tinggal dimana biar Aku antar." bukannya gadis itu senang malah gadis itu terlihat semakin ketakutan tubuhnya gemetar hebat .


"Kak..Bawa aku pergi dari sini, Aku takut kak..!" lirih gadis itu setengah Memohon Agar pria di depannya itu mau menolongnya.


Melihat mata gadis itu sudah mulai berkaca kaca ,Arya pun merasa tidak tega lalu Arya membawa nya pulang kerumah Aliyah .


Arya melanjutkan perjalanannya pulang kerumah Aliyah dengan membonceng gadis itu. disaat Arya berperang dengan pikirannya yang mulai menebak nebak siapa gadis dibelakangnya ini,


Arya terlonjak kaget saat tangan mungil itu memeluk pinggangnya dari belakan, jantungnya berdegup sangat kencang, ia dapat merasakan tubuh gadis itu yang gemetar.


Apalagi saat gadis itu menyandarkan kepalanya di punggungnya membuat Arya meremang ini kali pertamanya berdekatan langsung dengan seorang perempuan


Sepanjang jalan mereka diam sesekali Arya menari nafasnya dalam dalam ,tangan mungil yang masih melingkar di pinggangnya membuatnya jadi gugup.

__ADS_1


Motor Arya sudah terparkir di halaman rumah mewah Aliyah kemudian turun di ikuti gadis itu dibelakan dengan langkah pelan...


Setelah mengucapkan salam Arya pun masuk langsung menuju ruang keluarga dimana Aliyah sedang bersantai bersama Suaminya.


Ada kerutan di kening Aliyah saat melihat ada gadis di samping kakaknya, gadis itu telihat berantakan dan acak acakan membuat Aliyah menatap curiga kearah kakaknya.


"Aku tidak melakukan Apa apa terhadap gadis ini seperti apa yang ada di pikiranmu itu." Arya seakan tau apa yang ada dibenak Adiknya itu.


"Iih.. kakak tau aja kalau aku mikirnya kearah sana," kesal Aliyah sambil mengerucutkan bibirnya


"kepalamu perlu di cuci sayang, isinya hanya mengarah ke arah kemesuman ", Jerry terkekeh geli melihat wajah istrinya yang sudah memerah


" Jer.."Boleh kita bicara " Arya menatap Adik iparnya itu dengan tatapan mengisyaratkan bahwa ini masalah penting.


"Sayang. Bawa gadis ini masuk kekamar tamu beri dia pakaian ." Jerry menatap istrinya itu


"Iya mas.. Aliyah pun berlalu dihadapan suami dan kakaknya membawa gadis itu.


Mereka kemudian masuk keruang kerja Jerry, disana Arya menceritakan semuanya,


Mendengar penuturan Arya, Jerry dapat menyimpulkan jika gadis itu sedang terancam sekarang. Tapi bagaimanapun ia tidak mau terlibat terlalu jauh dengan masalah orang lain,


Terus Bagaimana dengan gadis itu, Aku kasiahan melihatnya ketakutan seperti itu." ujar Arya


"Tidak.!" ucap Arya dengan tegasnya. meskipun sedikit gugup, karna wanita pertama yang membuat jantung nya berdetak sangat kencang adalah gadis itu.


Arya pun kembali kerumahnya setelah berbicara dengan Adik iparnya, Jerry akan membantunya mencari tau tentang gadis itu.


Malam ini Arya benar benar tidak bisa memejamkan matanya bayangan gadis itu selalu menari nari diatas kepalanya, pikirannya kembali mengingat saat gadis itu memeluknya dari belakang.


****


Pagi menjelang perlahan Arya menggeliat, dengan sisa kesadarannya Arya melirik keluar jendela kamarnya lalu merentangkan tangannya.


Ia berlalu dari tempat tidur nya, bayangan gadis itu seolah menggoda iman nya,


Setelah selesai mandi Arya bergegas keluar dari kamar nya, pagi ini Arya akan kerumah Aliyah menemui gadis itu.


Kini Arya sudah berhadapan dengan gadis yang membuatnya kepikiran semalaman.


Hening, tak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka , baik Arya maupun gadis itu terlihat sangat canggung.

__ADS_1


Arya seolah mencari kata yang tepat Agar pertanyaan nya tidak menyinggung gadis di depannya.


"Bisa aku tau yang mengejar mu kemaren siapa..?"


Hening


Hening


Tak ada jawaban, seolah perempuan itu ingin menutupi semuanya namun dilihat dari pria didepannya itu adalah pria baik baik. gadis itu pun mempercayai nya.


"Suamiku..!! " Akhirnya kata itu terUcap dari bibir gadis itu dengan pelan, suara yang hampir tak terdengar


"Duaaar...


" Suami..??"Seolah tak percaya mendengar penuturan gadis didepannya, ia kembali bertanya


Gadis itu menunduk takut kedua tangannya meremas ujung bajunya


Arya tak dapat berkata kata lagi, seakan lidahnya keluh baru saja ia dibuat berbunga bunga dengan gadis ini, ia harus menelan kekecewaan yang mendalam.


"La-lalu kenapa kamu lari dari suamimu..!"


" Ia akan menjualku ke salah satu rekan bisnisnya, lirih Maira gadis itu


Arya terlihat mengepalkan tangannya menahan emosinya.


"Maafkan aku kak.." lagi lagi Maira menundukan kepalanya.


Saat ini suasana kediaman Jerry sunyi karna memang Aliyah menyuruh para pelayan kembali kekamar masing-masing begitupun dirinya bersama suaminya, ia ingin memberi ruang untuk kakaknya berbicara dengan gadis itu.


"Aku akan pergi dari sini." entah kenapa Ucapan Maira seolah Arya tidak rela jika gadis ini akan pergi.


"Tinggallah disini untuk sementara waktu. Aku akan menolong mu jika kamu mau terbuka sama Aku tentang permasalahan mu dengan suamimu itu.


Ucapan Arya sontak membuat Maira Mengangkat kepalanya hingga tatapan merekapun bertemu


Deg...


Jantung Arya berdetak lebih cepat dari biasanya, gadis di depannya seolah menyihir Matanya," cantik !


"Terimakasih kak..!!

__ADS_1


"Hm...


__ADS_2