
Gadis itu menangis sesenggukan saat Arya memaksa untuk menceritakan kisah hidupnya, bukan tanpa Alasan, Arya melakukan itu semua karna ia ingin membantu gadis itu keluar dari belenggu pernikahan yang tak sehat.
"Saya minta maaf, bukan maksud saya untuk ikut campur dalam masalahmu."saya rasa yang saya lakukan ini salah. Arya menjedah kalimatnya lalu menarik nafas panjang." Menyembunyikan seorang perempuan yang masih berstatus istri orang."
"Maafkan saya kak." Lirih Maira,merasa tidak enak
Arya Terlihat menarik nafas dalam-dalam, ia harus mencari kata yang tepat untuk menyampaikan ke gadis di depannya itu Agar Maira bisa memahami keadaannya sekarang, menyembunyikan perempuan yang statusnya masih istri orang, Akan membuat orang orang berprasangka buruk terhadap nya.
"Bantu Saya kak, Saya ingin menceraikan suami ku., Bibir Arya tertarik hingga membentuk sebuah senyuman,Namun secepatnya ia bersikap seperti biasa
Jika Arya boleh Egois sedikit saja Ia ingin memiliki gadis didepannya itu. gadis yang memiliki senyuman yang menyejukkan hati.
Diam, tak ada sahutan dari Arya membuat wajah sedih dan kecewa terpancar di wajah cantik gadis itu seolah menyimpulkan jika Arya tidak ingin membantu Nya.
Padahal diamnya Pria itu hanya memikirkan bagaimana cara untuk membantu gadis didepannya.
Hingga kata Maaf Terucap di bibir mungil itu,Ia merasa bersalah jika melibatkan Arya dalam masalahnya
"Maaf kak, lirih Maira terus menundukkan kepalanya
"Aku akan membantumu." Ucapan Arya membuat Maira Mengangkat kepalanya menatap pria itu hingga tatapan mereka bertemu Namun sedetik itu juga gadis itu membuang pandangannya kesembarang Arah
*****
Rizi menghampiri Istrinya yang sedang menggendong baby Razi di dalam kamarnya,
"Baby Razi kenapa sayang"Tanyanya saat ia sudah berada di dekat Istrinya melayangkan sebuah kecupan singkat dikening Abisah lalu ia meletakkan tas kerjanya diatas tempat tidur
"Baby Razi sedari tadi Rewel mas." ucap Abisah seraya mengelus elus punggung baby Razi dalam gendongannya yang sudah terlelap dengan sisa sisa air matanya
"Aku kekamar mandi dulu, setelah itu biar aku yang gendong, mungkin baby Razi kangen sama Ayahnya. "Rizi terkekeh kecil Menatap putra semata wayangnya.
"Iya mas."jawab Abisah singkat
__ADS_1
Beberapa menit berlalu Rizi keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk dipinggang nya dengan rambut yang masih basah. Abisah hanya meliriknya sekilas Pemandangan itu yang selalu membuatnya meremang sendiri bagaimana tidak dada bidang Suaminya terlihat sangat sempurna dimatanya, tempat ternyaman saat menyandarkan kepalanya didada itu.
Rizi yang melihat tingkah Istrinya yang masih saja malu malu jika melihatnya bertelanjang dada menghampiri dan langsung memeluknya dari belakan hingga membuat Abisah memejamkan matanya , meresapi Aromah tubuh suaminya yang seakan membuatnya mabuk.
"Baby Razi udah tidur.??"Tanya Rizi yang masih posisi yang sama memeluk Abisah dari belakang
"Su-sudah mas." Abisah jadi gugup saat suaminya yang mulai nakal meremas sumber kehidupan Razi.
"Aku menginginkan mu sayang." Bisikan lembut Rizi ditelinga istrinya membuat Abisah jadi menggeliat, Ia lantas membalikkan badannya menghadap suaminya, Wajah tampan yang selalu membuatnya menjadi wanita yang sangat beruntung karna memilikinya
"Tapi Razi gimana mas."Tanya Abisah menatap putranya yang sudah terlelap didalam box nya
"Kamu kecilkan suaramu saja sayang, jangan berteriak."Rizi terkekeh kecil bagaimana tidak istrinya selalu menjerit nikmat jika mereka melakukannya.
"Iss..mas ini selalu menggodaku saja," Rajuk Abisah Seraya memanyungkan bibirnya.
"Rizi yang melihat itu pun tak membuang kesempatan berharga itu, ia menyambar bibir mungil itu dengan Rakusnya hingga Abisah sulit mengimbangi suaminya, ciuman penuh dengan Nafsu.
Rizi terus memacu mengikuti irama pinggulnya yang semakin lama semakin mempercepat ritme permainan nya
"Aaaakh...ini nikmati sekali Sayang.." Rancau Rizi terus bermain di ladang Istrinya
"Mas...Aaaakh... Abisah pun tak dapat menahan diri untuk mengeluarkan suara keramatnya yang sedari tadi ia tahan, takut Baby Razi terbangun dari tidurnya
Hingga erangan panjang mengakhiri penyatuan mereka. Rizi tumbang di samping tubuh Abisah.
"Terimakasih sayang." Rizi memberi kecupan sayang di kening istrinya.
Rizi kemudian bangkit melangkah kearah kamar mandi untuk membersihkan diri nya kembali, kemudian mereka melaksanakan sholat magrib berjamaah, baby Razi terlihat Antusias melihat kedua orang tuanya melaksanakan sholat. ia terlihat sangat enteng di dalam tempat bermainnya
(Kira kira seperti ini ya mak tempat bermain baby Razi)
__ADS_1
Setelah selesai melaksanakan sholat magrib mereka kini sudah berada di meja makan, semua terlihat bersemangat terlebih lagi melihat baby Razi yang terus berceloteh memanggil manggil Ayah nya.
"Boy.."kita makan dulu okey.? setelah itu Ayah gendong kamu," Rizi memberi pengertian kepada putranya
"Sayang. makan sama bunda ya,"Abisah lalu menyuapi baby gembul itu dengan Semangat karna Razi memakannya sangat lahap.
"Pelan pelan saja boy.! Ayah tidak akan mengambil makananmu." Rizi terkekeh geli melihat tingkah anaknya terlihat menggemaskan saat makan
"Mas, Besok kak Reza mengundang kita di pembukaan kafe nya." Kata Abisah tanpa menoleh kearah suaminya ia masih menyuapi putranya
"Iya, sayang.
***
Malam berlalu begitu cepat, sinar matahari sudah memancarkan sinar nya. seperti pagi pagi sebelumnya Abisah di sibukkan mengurus kedua orang tercintanya, setelah memandikan dan memakaikan baju untuk putranya kini giliran baby besarnya yang semakin hari terlihat manja saja ,
Apapun harus Abisah yang melakukannya seperti saat ini Rizi belum memakai pakaiannya ia ingin istrinya yang melayaninya, karna memang sudah kebiasaannya sejak mereka menikah.
"Mas ini kebiasaan deh, Kalau gak di pakaiin bajunya gak mau pake baju."Gerutu Abisah saat menghampiri Suaminya yang sedang duduk selonjoran di atas ranjang.
"Lama banget sih."Bukannya meladeni ocehan Istrinya ia malah bertanya.
" kayak gak tau aja, baby Razi kan. mesti di bujuk dulu baru mau ke baby sitter nya."Sahut Abisah seraya memakaikan baju untuk bayi besarnya.
Inilah yang paling Rizi suka, saat istrinya memakaikan baju untuk nya ia selalu menjahili nya, mengganggu nya hingga membuat Istrinya kesal
"Mas. ih..!" kesal Abisah saat tangan Suaminya sengaja meremas kedua gundukan bukit kembar Abisah di balik bajunya.
"jangan menggangguku sayang. biarkan aku memainkannya sebelum berangkat kerja."Ucapan Suaminya membuat Abisah melayangkan tatapan tajamnya Namun yang di tatap seolah tak menghiraukan Nya.
"Selesai."Seru Abisah saat selesai memasangkan dasi untuk Suaminya
" Terimakasih sayang." Rizi memberikan kecupan sayang dikening istrinya.
__ADS_1