
jika keluarga Rizi sedang diliputi oleh kebahagiaan lain halnya dengan Jerry.
Sejak tadi Jerry yang Uring uringan menunggu kedatangan Istrinya di ruang kerjanya sesekali menatap kearah jam tangan yang ada dipergelangan tangannya sudah Setengah jam, terakhir dia telponan melalui sambungan telpon, yang mengabarkan jika istrinya akan membawakannya bekal makan siang untuk nya.
Sudah puluhan kali menelpon istrinya namun tak di angkat juga bahkan pesan yang ia kirim belum ada satupun yang ia balas .
Jerry semakin frustrasi, ia segera menyambar kunci mobilnya berlalu begitu saja meninggalkan perusahaan, Saat ini yang ada dipikirannya hanya istrinya.
"Sayang kamu dimana...! "batin Jerry
Jerry menjambak Rambutnya dengan kasar, jika terjadi sesuatu dengan istrinya ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri,
Jerry mengendarai mobilnya dengan pelan sesekali melirik kearah jalanan, berharap ia melihat istrinya,
Suara telpon di saku celananya menyadarkannya, Ada perasaan Aneh yang menjalar di hatinya entah perasaan Apa, Namun Jerry tetap mengangkatnya berharap ada kabar dari istrinya.
Arya...
__ADS_1
Melihat Nama pemanggil adalah kakak ipar, segera mengangkatnya
"Assalamualaikum" Sapa Jerry dengan nada khawatir
"Walaaikumsalam" Suara Arya bergetar nyaris tak terdengar oleh Jerry seakan menahan suara tangisnya
Tak lantas membuat Jerry panik, Ia berperan dengan pemikirannya sendiri meyakinkan bahwa Istrinya baik baik saja
"Ada Apa"Ar.?" pertanyaan itu keluar meskipun kini diliputi oleh perasaan was was
"Jer" Mm....! Arya terdengar ragu menyampaikan sesuatu bahkan suara helaan nafas panjang nya terdengar jelas di telinga jerry.
" A-aliyah..."satu kata yang terucap di bibir Arya Namun Jerry sudah mulai terlihat panik, bahkan keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuh pria itu, perasaannya jadi tidak enak saat ini, Otaknya dipenuhi oleh Aliyah meskipun berusaha untuk meyakinkan dirinya, Namun tetap saja rasa khawatirnya membuatnya menjadi sedikit Takut
"A-ali-yah, kenapa Ar..?" Tanyanya dengan suara bergetar dan nyaris tak terdengar juga, ia sudah pastikan saat ini terjadi sesuatu pada istrinya.,
"Segera kesini..., Ke jalan xx Aliyah mengalami kece......Arya belum melanjutkan perkataannya Jerry sudah memutuskan sambungan telponnya.
__ADS_1
Jerry mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sudah diliputi perasaan cemas yang luar biasa, didalam hatinya terus berdoa Atas keselamatan Istrinya.
"Al...."Jangan tinggalkan Aku, bagaimana Aku hidup tanpa dirimu di sisiku," lirih Jerry dalam hati.
Jerry sampai ketempat kejadian disana sudah banyak polisi bertugas menghalau jalan para Pengandara lain, karna tempat kejadian sudah mengalami macet yang sangat panjang.
Pria bertubuh tinggi itu turun dari mobilnya dengan perasaan yang sulit dijabarkan. langkahnya tertatih menghampiri polisi yang sedang bertugas disana sudah ada Arya yang juga tak kala khawatirnya.
Banyak pertanyaan yang bersarang dikepala pria itu, tempat kejadian kecelakaan ini bukan jalan menuju perusahaan, tapi kenapa istrinya bisa sampai ke tempat ini, pikir Jerry.
"Ar...! panggil Jerry saat melihat kakak iparnya itu
"Apa yang terjadi, kenapa Aliyah bisa sampai kesini, suara Jerry Nampak bergetar
Arya dapat melihat kecemasan Adik iparnya itu, Lalu ia menceritakan semuanya waktu Aliyah menghubunginya lewat sambungan telpon.
"Aliyah menghubungiku saat sudah berada di dalam taxi online yang ia tumpangi, dia merasa Ada yang Aneh dengan sopir itu, "Arya terlihat menarik nafas dalam-dalam kemudian melanjutkan ceritanya
__ADS_1
"Aliyah Sudah bertanya berapa kali kalau jalanan yang di lalui nya bukan mengarah ke perusahaan, Namun sopir itu tak mendengar ia terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, sampai suara benturan keras terdengar di dalam telpon bersamaan dengan sambungan telpon Aliyah terputus. Cerita Arya.....