
Jerry berdiri dihadapan perempuan yang sudah memakai seragam penghuni tahanan, Menatap tak percaya, semua terasa Begitu sulit dipercaya bahkan sudah setengah jam lamanya mereka berhadapan tanpa sedikitpun ada yang membuka suara.
"Kenapa! "Kenapa kau melakukan ini,"Akhirnya kata itu keluar dari mulut Jerry,
" Setelah apa yang kulakukan selama ini untuk keluargamu, Kenapa kau tega melakukan ini terhadapku....!!!" Suara Jerry Meninggi menatap perempuan yang sudah ia anggap Adik sendiri
Namun yang ditatap tak sedikitpun merasa bersalah, malah perempuan itu hanya tersenyum menyeringai menatap seakan mengejek pria didepannya itu.
"kakak tau..!" Hilda Menjedah ucapan nya menatap pria itu dengan tatapan sinisnya. Aku merasa bahagia bisa membalas rasa sakit hati keluarga ku atas pembatalan sepihak perjodohan kita." lanjutnya lagi seakan menyimpan dendam mendalam terhadap keluarga Jerry
Jerry hanya tersenyum mengejek disana .
"Kamu sadar tidak!" Kamu yang sudah menghancurkan semua kepercayaan ku terhadapmu, kamu bahkan tidak bisa menjaga kehormatan mu sendiri, kamu menjual tubuhmu itu agar bisa membeli semua barang barang branded,"Jerry tak habis pikir dengan pemikiran perempuan didepannya ini.
Hilda tergelak tak percaya, Jerry bisa mengetahui semua kelakuannya selama ini
"Kenapa!" kamu terkejut. karena aku sudah tau..??" kamu pikir aku tdk tau tingkah laku mu diluar sana, semua yang berhubungan dengan mu Aku sudah tau, jika kau berpikir Aku ini bodoh kau salah. "Ujar Jerry
__ADS_1
"Tapi aku mencintaimu kak.."Lirih Hilda dengan mata berkaca-kaca
"Cinta kau bilang.!" situ sehat..?"kamu bilang cinta kepadaku sementara kau biarkan tubuhmu itu di sentuh oleh para pria hidung belang."Sentak Jerry yang emosinya sudah tak terkendali
" Jangan memanggilku kakak, Aku tidak Sudi kau memanggilku kakak," ucapan tegas Jerry membuat wanita itu tertunduk diam sambil menahan tangisnya
****
Kini Jerry sudah berada di Apartemen Nya setelah menemui Hilda di sel tahanan Jerry kembali mengurung dirinya di dalam kamarnya, Rasa bersalahnya semakin menjalar kedalam hatinya, ada rasa penyesalan yang teramat dalam, Tangisannya yang pilu terdengar didalam kamar itu, Ia sudah lalai menjaga Istrinya.
"kamu dimana sayang..!"Gumam Jerry
Hingga beberapa saat kemudian terdengar suara dering telepon di ponselnya iapun segera mengangkatnya.
"Ya" Hallo ! jawabnya sedikit malas
"Cepat kemari Aku sudah menemukan keberadaan Aliyah." Suara Rizi terdengar disebrang telpon
__ADS_1
Tanpa menunggu lama Jerry langsung mematikan sambungan telponnya lalu meninggalkan Apartemen nya, Menuju.
"Aah.." sial aku tidak tau harus kemana "Umpat Jerry setengah frustasi saat sudah berada di dalam mobilnya
Ia kembali menghubungi Rizi lalu menanyakan keberadaan nya saat ini. setelah selesai menelpon Jerry pun melaju mobilnya membelai jalan raya menuju kantor polisi.
Sampai dihalaman kantor polisi Jerry memarkir kan mobilnya lalu keluar dengan langkah lebar menuju Rizi yang sudah menunggunya.
Jerry datang dengan Nafas memburu karna berlari agar cepat sampai tujuan.
Tak lama Arya pun datang dengan wajah tak kalah khawatirnya, ia menghampiri adik ipar nya itu.
Polisi itu menjelaskan semuanya, seorang pria datang menyerahkan dirinya karena telah menabrak seorang perempuan, polisi itu juga menceritakan semua kronologi kejadian dimana Aliyah sengaja melompat keluar dari mobil yang ia tumpangi sehingga pria itu tanpa sengaja menabrak Aliyah.
"Saya ingin menemuinya pak, "Kata Jerry menatap polisi itu
Tak lama kemudian pria itu datang dengan didampingi oleh polisi , tak ada rasa dendam Dimata Jerry, ia hanya menatap laki laki itu. seakan menuntut sebuah penjelasan..
__ADS_1