
Rizi terus memanjatkan doa di dalam hatinya untuk keselamatan istrinya, ia semakin tak kuasa menahan air matanya saat darah terus mengalir keluar dari perutnya seakan detik itu juga Rizi merasa dunianya akan runtuh.
"Anton....!!!!! lebih cepat lagi" Teriak Rizi
"Baik tuan."
Anton pun menambah kecepatan laju mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak peduli berbagai umpatan dari pengendara lain. ia sama paniknya dengan tuan nya Baginya nyonya Abisah ia sudah anggap sebagai Adiknya sendiri, Abisah pernah membantunya Saat ibunya akan melakukan operasi besar dan membutuhkan uang yang banyak, Abisah datang menemui Dokter dan mengatakan siap untuk membiayai semua pengobatan ibunya dan saat itulah dia berjanji akan melindunginya seperti Adik sendiri.
"Begitu sampai,Rizi turun dari mobil dengan menggendong Istrinya sambil berteriak memanggil seorang dokter.
Abisah sekarang sudah ditangani oleh seorang dokter sementara Rizi harap harap cemas diluar mondar mandir tak tau harus berbuat Apa seperti setrikaan membuat Anton tak tau juga harus berbuat apa terhadap bosnya itu.
Melihat kekhwatiran bosnya ia lantas menghampiri bosnya lalu memberanikan diri untuk sedikit memberikan ketenangan.
__ADS_1
"Tuan tenanglah, nyonya akan baik baik saja.' Anton berusaha menenangkan bosnya itu
"Rizi tidak menyahuti perkataan Anton pandangannya terus kearah pintu ruangan operasi berharap dokter segera keluar.
Anton menghelang nafas panjang, sekeras Apapun membujuk Bosnya, tetap saja bosnya seakan tak mendengarnya.
Rizi semakin diliputi rasa cemas yang luar biasa bahkan sekarang ia sudah menjatuhkan dirinya ke lantai saat melihat beberapa suster berlari memasuki ruangan operasi dengan membawa beberapa kantong darah.
" Tuan..."Suara Anton tercekat saat melihat bosnya duduk dilantai
Jerry dan Daiyan datang setelah berusaha menenangkan Razi yang terus menangis mencari Ayah dan bundanya untung saja Razi sangat Akrab dengan Aliyah.
Anton bagaimana keadaan Abisah..", tanya Jerry saat sudah berada di sana dan melihat wajah cemas Rizi seolah ia tau jika Rizi saat ini tak bisa diganggu bahkan untuk sekedar menyapanya, dan Jerry membiarkan itu.
__ADS_1
Ia hanya melihatnya dari bangku panjang yang ada di didepan ruang operasi itu.
Hingga ruangan terbuka, dan keluar seorang dokter dengan wajah cemasnya membuat orang yang ada di luar ruangan itu, sudah menyimpulkan bahwa luka Abisah sangat parah.
"Dok..Bagaimana keadaan istri saya ," Rizi seolah tak mempedulikan jika saat ini ia sudah bersikap kasar dengan dokter didepannya itu. saat dokter hanya menggeleng pelan sebagai jawabannya, itu yang membuat Rizi hilang akal sehatnya ingin melayangkan satu pukulan terhadap Dokter itu, Namun dengan sigap Jerry menghentikan nya.
"Apa maksud mu, menggeleng kan kepala, kini tatapan tajam Rizi sudah mengarah ke arah Dokter itu
"Nyonya masih kritis dan memerlukan darah lagi, Stok darah di rumah sakit ini hanya 2 kantong saja, sementara nyonya mengeluarkan banyak darah, " Tutur Dokter itu.
"Ambil darah aku saja dok" Rizi semakin tak terkendali matanya sudah berair sedari tadi ia tak sanggup jika akan kehilangan Istri nya.
"Riz..! Tenanglah "Jerry berusaha menenangkan Rozi
__ADS_1
"Ambil Dara saya Dok, Saya saudara kandungnya dan kami memiliki golongan darah yang sama. "kata Reza yang baru saja tiba di rumah sakit itu, Ia baru dapat kabar dari Daiyan pas Daiyan dan Jerry akan berangkat ke Rumah sakit. karna jalanan macet Reza agak telat sampainya..