
Arya duduk diantara Adik adik ipar nya yang sangat menyebalkan itu. Bagaimana tidak sedari tadi mereka cuma menggodanya saja.
"Jangan patah semangat kayak gitu, Harus tetap semangat, jika Maira menolak mu itu Artinya Maira tidak menyukaimu," Daiyan terkekeh melihat wajah kesal Arya,
Saat ini mereka berada diruang kerja Jerry, mereka akan membicarakan tentang masalah pekerjaan Namun Mereka malah membahas tentang hubungan Arya dan Maira.
"kamu sudah mendengar jawaban dia..?" Jerry yang angkat bicara dan Arya menggeleng pelan disana
Jerry nampak menghelang nafas panjang, Perempuan memang sulit ditebak, tapi kebanyakan dari mereka malu malu tapi mau. " Jerry sudah membayangkan istrinya yang selalu saja Malu malu tapi mau jika mereka bercinta
"Iya. jadi kamu harus menemuinya, jangan menunggu jawaban dari dia, sampai karatan pun dia tidak akan mendatangimu kesini." Daiyan ikut menimpali ucapan Jerry
Arya Nampak memikirkan perkataan dari Adik iparnya itu, perkataan mereka Ada bernarnya juga. Meskipun terkadang sikap Daiyan gesrek, Namun yang di katakan kali ini ada benarnya
Ia tidak bisa tinggal diam dan menunggu nya ,Ia harus menemui Maira meminta kepastian." Arya terus berperan dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
****
Meninggalkan kedua Adik ipar ya yang masih membahas pekerjaannya kini Arya sudah berdiri tepat di depan pintu rumah Rizi, dan tekatnya sudah bulat Apapun yang akan Maira katakan ia akan menerimanya dan berusaha untuk melupakannya jika Maira menolak lamaran nya.
Pintu Rumah terbuka Tiba tiba rasa gugupnya datang saat gadis yang membuatnya Uring uringan selama beberapa hari ini sudah berdiri kokoh diambang pintu dengan rasa cangngung nya
"Saya mau bicara " Ucap Arya Mulai membuka suara saat mereka sama sama diam diambang pintu itu.
"Ka..kak..Arya mau bicara apa," sahut Maira gugup.
Arya menyelonong masuk begitu saja tanpa ingin menjawab perkataan gadis itu, Arya mencari keberadaan Abisah yang saat ini sedang bermain bersama baby Razi di ruang keluarga.
Abisah menghentikan kegiatannya kalau menatap Arya yang sudah berdiri di depannya dengan wajah setengah Memohon dari sorot matanya.
"Aku ingin bicara dengan Maira, apa aku boleh membawanya pergi?"
__ADS_1
Abisah tersenyum kemudian ia menganggukkan kepalanya, Abisah juga senang jika Arya sudah mau berusaha untuk mendapatkan Maira,
"Arya membawa Maira ke Apartemennya, ia hanya butuh waktu berdua saja untuk bicara tidak ingin ada yang mengganggunya.
Mereka sampai di sebuah Apartemen Arya Baik Arya maupun Maira hanya diam. hingga beberapa detik kemudian Akhirnya Arya angkat bicara.
"Kenapa kamu menghindari ku..! " Suara Barito Arya membuat Maira tambah gugup.ia terus menundukkan kepalanya dan tak ingin menatap pria didepannya itu
"Maaf kak.." lirih Maira ia terus meremas kedua tangannya, Sumpah demi apapun saat ini Maira tengah dilanda rasa gugup dan jantungnya berdetak sangat kencang.
"Aku tidak butuh kata maaf mu Maira. Aku hanya butuh jawaban kamu iya atau tidak," Arya mulai frustasi dengan gadis itu sedari tadi ia tahan Akhirnya lolos juga meski saat ini iapun sudah diliputi oleh rasa gugupnya.
Hening. tak ada sahutan, Arya benar benar sudah berada diambang kesabaran nya, ia sudah bisa menyimpulkan gadis itu akan menolaknya.
"Baiklah. Aku tidak ak...
__ADS_1
"Aku mau kak." Sambar Maira cepat
Detik itu juga senyum Arya mengembang, Maira sudah mau menerima Lamarannya, jika bisa Arya berteriak sambil lompat lompat Arya Akan lakukan saat ini juga karna Sakin bahagianya, Namun ia terlalu malu melakukannya didepan Maira, ia harus menjaga wibawanya di depan calon istrinya,