
Sedari tadi Abisah belum sepenuhnya menguasai kembali kesadarannya tubuhnya bergetar hebat, keringat dingin membasahi keningnya.
Rizi yang menyadari Istrinya sedang tidak baik baik saja, perlahan ia menghampiri.
"Sayang! Kau kenapa .tak ada sahutan, Rizi mulai panik melihat istrinya hanya diam dengan mata berkaca-kaca
"Hey. kamu kenapa, " Kembali Rizi menyadarkan istrinya
"Mas..!" suara Abisah nyaris tak terdengar
Pria itu berjalan semakin mendekat dengan menggandeng tangan seorang wanita paruh baya, yang Abisah tau wanita itu bukanlah Bibinya
Pria itu belum menyadari keberadaan Abisah hingga semakin dekat Pria itupun menyadarinya Abisah yang berdiri didepannya sedang menatapnya penuh ketakutan.
Sementara Rizi masih fokus ke Baby Razi yang sedari tadi sedikit rewel di dalam stroller nya.
Rizi mengambil baby Razi dan menggendongnya, cup..cup..Anak Ayah kenapa, hm..? Rizi terus berusaha menenangkan baby Razi, hingga beralih menatap istrinya yang terus diam ditempatnya.
Merasa ada yang Aneh Rizipun mengikuti arah tatapan mata Istrinya.
__ADS_1
"Hay..Keponakanku yang Cantik, "Sapa paman Abisah dengan suara genitnya
Mendengar itu Rizi jadi merasa Geram,Melihat tingkah pria itu terhadap istrinya.
"Apa itu laki laki yang membayarmu? Ck.. Ternyata selerah mu tinggi juga, padahal dulu sok jual mahal terhadap ku. " pria itu tersenyum mengejek
"Kau..!! "bentak Rizi merasa ingin sekali menghajar pria dihadapanya itu.
Abisah mengambil Alih baby Razi, dia tidak ingin anaknya terkejut mendengar teriakan Ayahnya, Abisah tau betul jika suaminya sudah marah dia tidak akan peduli siapa pun di dekatnya.
"Kau yang siapa," pria itu tak kala ketusnya Menatap sengit ke arah Rizi.
Rizi benar benar marah disini sudah tidak bisa mengontrol emosi nya lagi, Bahakan ia tidak peduli keramaian yang ada sekitar nya
Bruk...satu pukulan mendarat di wajah pria itu hingga perempuan yang berada di dekatnya histeris melihat darah yang keluar dari hidung nya.
"Kurang ngajar. kau menghina istriku tanpa berpikir panjang dengan siapa kau berhadapan. Rizi kembali melayangkan pukulan , hingga pria itu tak bisa berkutik lagi
Sedetik kemudian beberapa pengunjung datang mengerumuni mereka, bersamaan para bodyguard Rizi datang dan langsung menyeret pria itu.
__ADS_1
"Bawah pria brengsek itu." Titah Rizi dengan sorot mata tajam menatap pria itu.
"Sementara Abisah menjauh, ia tidak mau Anaknya melihat itu semua.
"Sayang..Kau tidak apa apa?" tanya Rizi melihat istrinya masih merasakan sedikit ketakutan
"Tidak Apa apa mas, Baby Razi juga udah gak rewel lagi, " sahut Abisah disisa sisa rasa takutnya
Rizi membawa istrinya pulang, Rencana yang akan membeli perlengkapan bayi untuk baby Razi gagal, melihat istrinya yang terlihat syok.
Rizi tak berniat bertanya Apapun kepada istrinya ia akan cari tau sendiri, Dan ia tau betul istrinya memiliki masalah dengan pria itu.
kini mereka sudah sampai di kediaman mereka Abisah langsung membawa baby Razi kekamarnya sementara Rizi keruang kerjanya menemui bodyguard yang sudah ia tugaskan untuk mencari tau tentang pria itu.
Rizi masuk keruang kerjanya di ikuti bodyguard nya dibelakang,
Rizi duduk dengan tenang sambil menunggu informasi dari bodyguard nya tentang pria brengsek itu.
" Pria itu bernama Danial, suami dari bibi nyonya Abisah "Tuan. pria itu sering menyiksa nyonya sewaktu masih tinggal bersama mereka dan .."Terlihat bodyguard itu Ragu untuk menyampaikannya...
__ADS_1