
"Jer. lebih cempat lagi, Aku sudah gak kuat."Daiyan terus berteriak saat Selly sudah merasakan sakit yang luar biasa.
" Yang mau lahiran Selly kenapa kamu yang gak kuat. "Celetuk Jerry yang masih fokus mengemudi mobilnya
"Selly menjambak rambutku, Aaaa...!!!”Daiyan terus berteriak saat Sely terus menjambak bahkan mengigit lengan Daiyan.
"Mas. lebih cepat lagi kasihan kak Selly sudah tidak tahan lagi." Aliyah yang duduk di jok depan pun merasa kasian dengan kakaknya yang sudah meringis ke Sakitan.
"Iya, Sayang. ini kita udah Nyampe." Sahut Jerry saat mobil sudah berhenti tepat di depan rumah sakit.
"Ayo cepat..Teriak Daiyan menenteng tas milik istrinya lalu keluar dari mobil sendirian tanpa membantu Istrinya.
Jerry hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kepanikan Daiyan yang seperti orang tak waras sajaa
"Hey..!!! kau lupa bawa istrimu Dasar manusia gila", Teriak Jerry merasa Geram sendiri akan kelakuan Daiyan.
"Astagfirullah" Aku lupa ."Daiyan kembali ke mobil terus menggendong istrinya yang terus saja menjambak Rambutnya membuat Daiyan merasa kesakitan.
"Sayang jangan jambak Rambutku, cium saja aku ya.?" Ucapan Daiyan membuat Jerry semakin jengkel dibuatnya hingga pukulan mendarat di kepala laki laki Ajaib itu.
"Hey..!! kenapa kau memukulku terus,"protes Daiyan
"Sudah bawa Selly cepat kedalam." perintah jerry
Daiyan membaringkan tubuh istrinya saat sudah berada di ruang bersalin, kemudian ia hendak keluar dari ruangan itu namun di cegas oleh dokternya.
"Jangan keluar dulu pak , dampingi Istri bapak yang mau lahiran," Kata Dokter perempuan itu.
"What...!!!! Ditemani dok. Tadi saja Sely terus menjambak rambutnya belum lagi Selly menggigit lengannya entah apa lagi yang akan di lakukan istrinya jika ia menemani istrinya melahirkan,"pikir Daiyan
"Jika bukan bapak yang temani siapa lagi, masa suami orang yang dampingi," kata dokter itu lagi sedikit menggoda Daiyan.
"Iya, juga sih, " Daiyan menyahuti dokter paruh baya didepannya itu dengan gaya mengangguk anggukkan kepalanya.
__ADS_1
Daiyan lantas menghampiri istrinya diatas pembaringan dengan tangan gemetar ia meraih tangan Istrinya menggenggam tangan Istrinya sesekali memeberi kecupan singkat dikening, Meskipun saat ini keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuhnya, rasa khawatirnya serta Rasa takut melihat istrinya yang terus merasakan sakit. Daiyan terus berusaha menenangkan istrinya.
"Ayo Bu, Tarik napas lalu keluarkan, " Dokter memberi aba aba
" Dokter. Bisa dipercepat sedikit lagi, Aku sudah tidak tahan rasanya saki....,Aaaaak " Sakit sayang jangan di gigit," keluh Daiyan saat Selly menggigit tangannya
"Ayo sekali lagi, kepalanya sudah kelihatan, Tarik napas keluarkan, " Sely mengikuti aba aba dari Dokter hingga suara tangis terdengar sangat nyaring diruangan itu,
Daiyan meraih putrinya yang masih berlumuran darah dengan tangan gemetar, Hingga tanpa sadarpun air matanya mengalir begitu saja Rasa sakit yang ia rasakan tadi, kini berganti menjadi rasa bahagia yang tak bisa ia jabarkan.
Setelah selesai Mengadzani putrinya, Daiyan keluar dari ruang bersalin dengan membawa sejuta rasa bahagianya.
" Daiyan keluar dengan penampilan sudah tak terbentuk lagi, Rambut yang acak acakan, baju kemeja yang ia pake pun sudah robek lengan kirinya, Ia lalu menghampiri Jerry dan langsung memeluknya sambil menangis sesegukan Rasanya ingin membagi rasa bahagianya bersama keluarga besarnya.
"Selamat ya, Kamu sudah menjadi seorang Ayah."Jerry menepuk nepuk punggung Daiyan ia bisa Rasakan bagaimana perasaan Daiyan saat ini, Dan Jerry sendiri sudah membayangkan jika dirinya berada di posisi Daiyan saat ini mungkin akan sama paniknya.
Meskipun mereka sering berdebat dan tak pernah terlihat Akur, Namun percayalah mereka saling mendukung satu sama lain ,
Jerry yang umurnya jauh diatas Daiyan, sudah menganggap Daiyan sebagai Adiknya sendiri dan berkat bimbingan Jerry lah Daiyan bisa terjung ke dunia bisnis dan membantu di perusahaan Zaky.
Tak lama berselang, Neta dan Ibu Rumi beserta pak mamang datang dengan membawa rasa kesalnya terhadap putra semata wayangnya.
"Dasar anak kurang ngajar Mantuku lahiran tidak ngabarin Aku." Daiyan terus mendapat Amukan dari Ibunya
"Bu Stop.! Badanku Rasanya sudah remuk akan ulah Selly ditambah ibu datang datang langsung mukul Daiyan lagi," Gerutu Daiyan mengerucutkan bibirnya
"Itu tak seberapa dibanding Rasa sakit yang di rasakan oleh istrimu saat melahirkan Anakmu." Ujar neta
"Sekarang gimana keadaan Selly.?" Tanya Bu Rumi sedikit mencemaskan putrinya.
" Selly baik baik saja kok Bu, sebentar lagi akan di pindahkan keruang Perawatan." Sahut Daiyan.
Anakmu cowok atau cewek Dai.?" Neta kembali bertanya
__ADS_1
"Alhamdulillah Cewek bu.!
****
Keesokan harinya Ruangan perawatan Sely sudah ramai kedatangan keluarga Rizi, begitu juga Jerry dan Aliyah setelah cek up mereka mampir menjenguk selly
"Boy. jangan digituin Dede nya ntar nangis," Tegur Abisah saat baby Razi terus menunjuk nunjuk pipi bayi yang baru lahir itu. Namun baby Razi seolah tak mendengar teguran sang bunda sampai bayi itupun menangis.
"Tuh kan Dede nya nangis." Abisah mengambil Bayi cantik Nang mungil itu didalam box nya, sementara baby Razi sudah berada di gendongan Sang Ayah
"Saya punya kabar gembira untuk kalian,"Dengan Rona bahagia yang terpancar dari wajahnya. Jerry mengeluarkan hasil USG nya membuat mereka mengerutkan keningnya, ini kan cuma hasil USG "begitu pikir mereka.
"Anak kami Kembar" Jerry dengan Antusias nya mengabarkan kepada mereka
" Waaah..Hebat kamu jer langsung dapat dua sekaligus.," kata Rizi Memberi ucapan selamat kepada pasangan di depannya itu
Sementara Daiyan mendengus kesal iri dengan Jerry yang akan mendapat baby twins.
"Gak usah monyongin bibir kayak gitu, Di syukuri apa yang kita dapatkan. kamu memiliki putri yang cantik seperti yang kau harapkan putrimu mirip dengan kamu." Jerry Seakan tau isi di kepala Daiyan
" Benarkah.! putriku mirip dengan ku.?" Daiyan kembali berbinar Rona bahagia pun terpancar di wajahnya saat Jerry mengatakan putrinya mirip dengannya.
"Iya,Tapi Bo'ong " Sahut Jerry diiringi gelak tawa yang lain melihat wajah cemberut Daiyan.
"Dai. Sekarang kamu sudah jadi Ayah yang akan menjadi pemimpin di dalam Rumah tanggamu. jadi sikapmu harus kau ubah sedikit jangan seperti Anak kecil, kasian istri dan anakmu nanti, jika memiliki Ayah yang gesrek kek kamu," Rizi terkekeh geli melihat tingkah Daiyan yang semakin kesal saja.
"Ngomong ngomong kamu udah punya Nama belum buat anak kamu." Tanya Abisah Mengalihkan pembicaraan tak berfaedah mereka.
" Udah kak ," jawab Selly yang sedari tadi cuma jadi pendengar diantara mereka
" KANAYA PUTRI DAIYAN
"Ya Ampun, meski namanya tidak ditambahkan PUTRI DAIYAN pun orang sudah tau kalau Kanaya putri kamu," Cerocos Jerry menimpali
__ADS_1
"ya , Suka suka aku dong Anak anak aku juga." Daiyan tak mau kalah..