
Tidak seperti kata orang, Esmeralda melihat dengan jelas suasana di ruangan itu. Tidak ada presdir dingin nan sombong, tidak ada dokter angkuh dan tidak ada asisten monoton. Mereka semua terlihat seperti anak-anak saling bercanda dan saling mengejek.
"Nona Esmeralda, jujur kenapa kau suka dengan pekerjaan menari?" Tanya Yohan sambil menyalakan sebatang rokok yang kemudian di rebut oleh Elesh.
"Aku tidak menyukai pekerjaan ini tuan. Namun aku butuh uang untuk terus bertahan hidup." Jawab Esmeralda, wanita itu masih terus berdiri di depan tiga sahabat itu. Ia tidak berani beranjak ataupun duduk karena ia ingat kata - kata nyonya bar, jangan sampai membuat tamu itu kecewa.
"Kau pasti sangat lelah berdiri terus hampir satu jam." Ucap Zayn sambil menggoyang-goyangkan gelas minumannya.
"Tidak tuan, biasanya saya menari lima jam tanpa berhenti." Ucap Esmeralda.
Baginya apalah arti berdiri tegak selama satu jam, itu tidak selelah menari selama 5 jam.
"Kenapa kau mengambil job selama itu? Bukankah penari disini di bayar perjam!." Tanya Yohan, laki laki itu terus ingin tau alasanya.
__ADS_1
"Tuan alasannya masih sama dan akan tetap sama, yakni aku butuh uang." Ucap Esmeralda lembut.
Benar sekali harta atau uang saat ini adalah raja dari segala raja, seseorang akan di puja dan di sanjung ketika mereka memiliki banyak uang, tapi ketika mereka jatuh mereka akan dibuang layaknya sampah. Hal itu sudah di rasakan Esmeralda, di mana dulu orang menyanjungnya karena dia adalah putri keluarga besar. Sejak kecelakaan delapan tahun lalu dan perusahaannya di ambil alih oleh pamannya nama Esmeralda seakan-akan tenggelam tanpa sisa.
Kini Esmeralda, sang mantan putri tunggal perusahaan perhiasan itu di kenal oleh kalangan masyarakat luas sebagai Esme si penari, Esme Si Pelakor, Esme Si Penggoda dan lain-lain.
Mereka bertiga tanpa sadar mendenggarkan ucapan Esmerlada, entah kenapa Namun Zayn sangat sadar jika Kedua temannya itu memiliki sikap yang berbeda terhadap nona penari itu, kalau Yohan dia adalah laki-laki yang friendly dan playboy jadi wajar jika ia perhatian kepada wanita. Namun Elesh dia adalah laki-laki berdarah dingin, biasanya ia tidak akan kuat dalam satu ruangan bersama wanita walau hanya lima belas menit. Namun saat ini berbeda, dia sudah berada di ruangan itu selama satu jam tidak bergeser sedikitpun dari tempat duduknya. Aneh, seketika Alergi terhadap wanita seakan-akan hilang.
"Kami akan memberikan tempat tinggal untukmu nona." Ucap Zayn dengan baik.
"Bro, kau sadar apa yang kau katakan!. Bagaimana wanita dan laki-laki lajang tinggal satu atap." Ucap Yohan menolak.
"Nona Esmeralda tidak berhak menolak, dan Zayn harus memyembuhkan penyakitku melalui nona Esmeralda." Ucap Elesh dingin. Laki-laki itu benar-benar tidak bisa menjelaskan dengan baik situasi dan kondisi saat ini. Hingga Esmeralda terdiam tidak percaya dengan apa yang telah dia dengar.
__ADS_1
"Baiklah-baiklah aku akan menjelaskannya agar nona tidak bingung." Dokter Zayn angkat bicara, bagaimana ia bisa memiliki saudara atau sahabat se kaku itu apalagi terhadap wanita.
"Jadi begini nona. Elesh memiliki penyakit khusus yang tidak diketahui dari mana asal usulnya. Penyakit itu merupakan alergi terhadap wanita, namun berbeda denganmu dia sudah tiga kali dekat dengamu namun tidak ada reaksi alergi sama sekali. Aku hanya ingin minta bantuanmu barangkali kamu bisa membantuku mengobatinya." Zayn berusaha menjelaskan panjang kali lebar.
"Lantas bagaimana dengan pekerjaanku tuan. Orang memanggilku gadis hina, apa kalian tidak takut aku mengotori reputasi tuan muda." Ucap Esmeralda.
Ingin sekali rasanya dia menolak, namun dia tau akibatnya akan sangat besar saat dia menolak permintaan orang orang itu. Yang bisa ia lakukan hanya mencari alasan sebanyak mungkin. Gadis yang menarik, ia tidak langsung melemparkan diri ke pelukan Elseh seperti penggemar-penggemar fanatiknya di luar sana.
"Nona, aku akan memberimu gaji 100 Juta setiap bulan, gaji ini setara dengan gaji direktur departemen grub IMORTAL. Apakah kamu masih tidak tertarik." ucap Elesh
Mereka terbelalak sejak kapan tuan muda ini bisa bernegosiasi dengan santai, biasanya ia akan selalu membuat keputusan sendiri. apalagi ini adalah seorang wanita yang dihadapinya.
.
__ADS_1
.
.