
Tiga pria tampan duduk di atas kursi. Kursi sofa yang terbuat dari kulit asli. Mereka sedang menikmati tarian angsa putih yang di bawakan oleh Esmeralda.
Bagaimana menarik? Entahlah mereka sendiri fokus untuk melihat tarian indah di depannya. Esmeralda melihat kedepan, ia terkejut dua orang di antaranya terlihat tidak asing baginya.
"Bukankah itu laki-laki yang memberinya tumpangan berangkat dan pulang kerja." Batin Esmeralda. Wanita itu tidak fokus, namun ia masih menyelesaikan tariannya dengan sempurna.
Satu tarian itu selesai, butuh waktu kurang lebih tiga puluh menit untuk menyelesaikan tarian itu. Setelah ia selesai menari ia membungkuk.
"Nona Esmeralda apakah kamu terkejut?" Tanya Yohan sambil menggoyang-goyangkan gelas anggurnya.
"Tuan maaf! Sebelumnya saya yang bersikap sangat sembrono dan lancang. Saya berani menghalangi laju mobil tuan, tuan bisakah anda tidak memberi tahu nyonya tentang hal ini." Ucap Esmeralda menunduk.
"Ha. Ha. Kenapa jika aku memberitahu Direktur penanggung jawab bar ini?" Tanya Yohan serius.
__ADS_1
"Tuan jika saya di pecat dari sini, saya tidak tau mau jadi apa lagi. Saya sudah di usir dari tempat tinggal saya karena hal ini. Saya tidak ingin terjadi kedua kalinya." Ucap Esmeralda menunduk.
Kata katanya membuat Elesh yang dari tadi tidak berkutik pun ikut memandang. Sementara dokter Zayn ia tidak tau apa-apa, dibalik rasa penasaran yang menusuk hatinya ia hanya memilih untuk tetap tenang dan diam.
"Lantas sekarang kamu tinggal di mana?" Tanya Elesh dengan tenang.
"Oh tuhanku. Es batu ku mulai memperdulikan orang lain." Ucap Yohan dengan santai.
"Kau tidak merasa bersalah telah membuatnya kehilangan tempat tinggal." Ucap Elesh.
"Diam kalian berdua, sudah besar masih ribut." Ucap Zayn menengahi mereka, mereka saling mendukung namun juga saling berkelahi , adu mulut seperti anak-anak.
"Berapa kompensasi yang kau minta dari kedua saudara nakalku ini nona?" Tanya Zayn dengan lembut.
__ADS_1
"Oh iya perkenalkan aku Dokter Zayn, kepala dokter di rumah sakit Malik, Namaku Zayn Malik." Ucap Zayn memperkenalkan diri.
"Ck, kenapa kau memperkenalkan diri terlebih dahulu. Bahkan di pertemuan pertama sementara aku dan dia belum memperkenalkan diri setelah tiga kali bertemu." Ucap Yohan cemberut.
"Hal itu yang membuat kalian bertahan lama jomblo." Ucap Zayn.
"Ah, kamu baru saja menikah belum memberi kita keponakan lucu udah sombong. Hati-hati istri di tikung orang." Balas Yohan masih sambil cemberut.
"Kau kira memberikan kalian keponakan segampang tanda tangan kontrak. Sudahlah aku malas meladeni kalian. Oh iya nona ini adalah saudara terkecilku Yohanes Davino sementara di sebelahnya ada saudara keduaku Elesh Alexsandriano, Yohan usianya 26 tahun sementara Elesh berusia 28 tahun aku sendiri berusia 30 tahun.
Zayn memperkenalkan mereka satu persatu untuk menghindari pertengkaran yang tidak di perlukan. Sementara Esmeralda ia diam-diam tersenyum, kini ia melihat sisi ke kanak-kanakan dari orang-orang yang disegani masyarakat luas.
"Nona, bagaimana dengan kompensasi yang kamu inginkan. Apakah kamu ingin tempat tinggal baru? Bagaimana dengan villa atau apartemen mewah." lanjut Zayn.
__ADS_1
"Aku tidak ingin apa-apa tuan. Cukup jangan beritahu Nyonya jika aku menghadang laju mobilmu." balas Esmeralda.