
Mobil mewah tersebut berhenti tepat di depan Esmeralda dan juga Karina, setelah mengatakan apa yang perlu di katakan Yohan menyuruh mereka masuk ke dalam mobil.
Suasana tidak nyaman ada Elesh dalam mobil tersebut, Elesh alergi terhadap wanita jadi ia tidak mungkin mampu terlalu lama bersama dengan Karina dalam satu mobil.
Mobil mewah dengan warna hitam tersebut melaju meninggalkan rumah sakit Malik, Elesh ingin membuka suara namun dirinya tidak tau benar atau tidak yang ia lakukan.
"Nona, kamu tidak bisa kembali ke rumah temanmu. Kamu akan tinggal di apartemen yang sudah ku sediakan." ucap Elesh sambil tetap berusaha tidak menjatuhkan wibawanya sebagai seorang Presiden Direktur.
"Kenapa tuan, kenapa tidak bisa." ucap Esmeralda.
__ADS_1
"Karena perjanjian kita kau harus ada di dekatku, kau bisa membawa temanmu jika kamu mau." ucap Elesh.
"Tapi ini tidak benar tuan, orang lain akan menilai Esmeralda itu apa jika dia tinggal dengan tuan, lagipula tuan-tuan berdua masih berhutang penjelasan kepadaku." ucap Karina menolak usul dari Elesh untuk tinggal di apartemen milik Elesh, walaupun itu tidak dia tempati jika berita beredar keluar orang-orang pasti akan mengatakan Esmeralda merayu presdir IMORTAL Group.
Elesh terdiam, ia tidak suka berbicara dengan wanita asing, ingin rasanya ia melempar wanita bernama Karina itu namun hal itu pasti tidak baik jika ia lakukan, karena Esmeralda pasti akan marah kepadanya jika dia menyakiti sahabatnya.
Yohan menghela nafas, laki-laki itu paling tau apa yang akan terjadi jika wanita di belakangnya itu terus berucap akhirnya ia memilih menjelaskan kepada Karina.
"Tapi kau tidak bisa beralasan seperti ini, kau membahayakan nyawa sahabatku. Kau tidak tau betapa putus asanya aku mencarinya selama seminggu, aku berfikir dia di culik dan saat aku datang ke rumah sakit malik aku tidak menemukannya aku sudah hampir bunuh diri karena itu." ucap Karina menyandarkan bahunya, air matanya mengumpul di pelupuk matanya.
__ADS_1
"Sudah-sudah kau jangan menangis kan aku baik-baik saja."
Esmeralda memeluk sahabatnya itu, ia menyeka air mata yang jatuh dari pelupuk mata gadis tomboy tersebut, kenapa dirinya justru menjadi kelemahan sahabatnya. Karina tidak ingin itu namun kenyataannya seperti itu.
Ia memeluk karina dengan lembut, ia tidak tau jika pertengkaran nya hari itu akan membuat Karina putus asa. Senyuman lembut terukir di bibirnya, dia masih memiliki keluarga walaupun tidak ada hubungan darah, sebatang kara mungkin kata kata tersebut tidak pantas terucap saat ia sedang bersama Karina.
sementara itu Elesh ikut menarik sudut bibirnya, melihat dua wanita yang duduk di kursi belakang itu, dia berfikir mungkin ada baiknya membiarkan Karina tetap tinggal, mereka berdua akan saling menjaga satu sama lain.
"Elesh, apakah kau akan mencariku ketika aku menghilang?" tanya Yohan sambil terus menyetir menuju apartemen baru.
__ADS_1
"Tidak," jawab Elesh dingin.
Yohan yang mendengar itu mengomel dengan panjang kali lebar namun, Elesh tetap acuh tak acuh dengan kenyataan tersebut.