
Hidup memang sudah bukan lagi tentang siapa yang jujur, namun tentang siapa yang memiliki uang. Percuma mereka jujur jika tidak memiliki uang mereka akan ditindas bagaikan sampah tak berguna, begitu juga dengan Esmeralda ia terlihat kebingungan entah harus pergi kemana. Apakah dia akan merepotkan Karina, wanita yang berjuang bersamanya sejak bangku sekolah menengah pertama itu juga memiliki kesulitan hidup yang hampir sama dengannya. Namun bedanya, Karina masih memiliki orang tua yang siap menampung keluh kesahnya hingga Karina sendiri tidak perlu lagi bersikeras bekereja untuk menyambung hidup, kadang-kadang Karina hanya perlu membantu ibunya menjaga toko bunganya.
Esmeralda membereskan barang barangnya, ia pergi membawa barang-barangnya itu tak tau kemana. Yang ia tau dirinya sekarang harus berangkat ke bar agar tidak di pecat. Dalam perjalanan ke tempat kerjanya, keringatnya menetes disertai air mata. Namun, tidak ada orang yang memperhatikan karena dirinya menutupi wajahnya dengan tudung kepala.
Lelah mungkin di rasakan oleh Esmeralda, tapi bagaimana ia bisa menyerah hanya karena ia lelah. Ia telah bergelut dalam dunia itu lebih dari 5 tahun
Esmeralda sampai di dalam gedung bar, ia bergegas ke belakang layar tempat dimana ia menata diri sebelumnya. Ternyata disana ada seseorang yang menunggunya yakni nyonya pemilik tempat hiburan terbesar itu.
"Akhirnya kamu datang juga.Eh, kenapa tubuhmu bau dan banyak sekali barang yang kau bawa?" Ucapnya bertanya tanya.
__ADS_1
"Maaf saya di usir dari tempat tinggal saya. Saya belum mendapatkan rumah baru jadi saya bawa barang-barang saya kesini." Ucap Esmeralda menunduk, ia pasrah biarpun ia harus di pecat dari tempat ia mencari nafkah selama ini.
"Hah, sudahlah. Lekas mandi aku akan mendandanimu sendiri. Malam ini tuan presdir Elesh dan sekertaris Yohan akan datang, dia secara pribadi memintamu menarikan tarian angsa putih." Ucap Nyonya sambil melebarkan kipas yang ada di tangannya.
"Nyonya, seperti apa tuan presdir itu?" Tanya Esme ingin tau.
"Seperti apa? Seperti manusia lah. Namun jika kamu membuat dia kurang puas atau tidak suka, kamu bisa pergi dari sini." Ucapnya sambil menutup kembali benda yang ada di tangannya itu.
Saat ini ia telah duduk di depan kursi riasnya, ia kaget dengan pakaian yang ia kenakan begitu indah dan mewah.
__ADS_1
"Nyonya, ini baju tidak salah kan? Ini terlalu mewah." Ucap Esmeralda tidak percaya takut takut nanti jika pakaian itu rusak dia harus membayar ganti rugi.
"Kamu harus melayani presiden direktur, tidak mungkin kita memberimu baju murahan." Ucap Nyonya sambil menyisir rambut Esmeralda.
Rambut itu di sisir mengurai dengan indahnya, mahkota yang berasal dari bunga-bunga yang dibentuk lingkaran di pasang dengan indahnya di atas rambut Esmeralda.
Wanita itu kini nampak cantik, bagaikan bidadari yang turun ke bumi.
"Sudah cukup seperti ini kamu harus tau apa yang harus kamu lakukan. Jangan mengcewakan aku." ucap Nyonya sambil meletakkan sisir yang berada di atas tangannya kembali ke tempat semula.
__ADS_1
Esmeralda menangguk ia akan berusaha sebaik mungkin untuk menyenangkan tuan presiden direktur yang dikatakan oleh pemilik Bar.
Tuan Presdir pemilik bar, bukankah itu adalah tuan pemimpin dari IMORTAL group.