Menikahi Presdir Arogant

Menikahi Presdir Arogant
Bab 24


__ADS_3

Bukan hilang atau pergi hanya mencari ketenangan sendiri. Masalah bukan jalan untuk menjadikan manusia semakin lemah namun jalan untuk membuktikan jika manusia itu akan bertambah dewasa dan kuat.


Karina menjaga sahabatnya sepanjang malam, ia tak berhenti menggenggam tangan Esmeralda, dalam malam yang sepi ruangan itu berbau obat yang tidak terlalu pekat. Mau itu ruangan pribadi atau apa itu tidak bisa memungkiri jika bau obat tetap akan tercium.


"Dokter apakah dia akan baik-baik saja?" tanya Karina saat sepasang dokter masuk ke ruang tersebut.


"Tentu, seseorang akan membunuhku jika dia tidak baik-baik saja." ucap dokter Zayn yang berdiri di samping istrinya.


"Seseorang yang anda masksud siapa dok? Apakah itu orang yang menjawab panggilan telepon ku."


"Maaf nona, biarkan sahabatmu sendiri yang menjelaskan nantinya. Saya khawatir jika saya memberitahu semuanya kepadmu mungkin itu tidak sesuai dengan keinginan nona Esmeralda."


Dokter Monica menjawab dengan lembut pertanyaan Karina, dokter muda nan cantik itu bukanlah tipe orang yang mudah di dekati, namun ia akan bersikap baik kepada semua orang. Air mata tak hentinya mengalir, Karina merasa sangat cemas. Kenapa, kenapa dirinya tidak menemani Esme agar sesuatu yang buruk seperti ini bisa di hindari. Namun takdir dan kepastian adalah suatu hal di luar rencana manusia, bagaimana bisa Karina merasa bersalah untuk hal yang dia sendiri tidak tau ada apa kenapa dan mengapa.


Wanita gila dari marga HUANG itu yang menyebabkan Esmeralda menjadi seperti ini, apa yang harus dia lakukan dia tidak mampu untuk membalas dendam. Marga HUANG mungkin telah jatuh, namun pasti ada dendam untuk Esmeralda di dalam hati mereka.


"Ukh...." Suara kecil keluar dari mulut Esmeralda, benar-benar ajaib sekali air mata Karina bisa membuat wanita itu bangun dan sadar.


"Dokter-dokter coba kau periksa." ucap Karina sambil menyeka air matanya, ia berusaha untuk tersenyum melihat sahabat satu-satunya itu terbangun dari mimpi buruknya.


"Nona tolong minggir dulu." ucap dokter Zayn yang langsung di setujui Karina, wanita itu mundur untuk memberi ruangan bebas kepada dokter muda itu mengecek pasiennya.


"Sukurlah dia baik-baik saja." ucap dokter Zayn.

__ADS_1


"Istriku, tolong temani nona ini disini. Laporkan padaku jika ada pergerakan apapun, jangan lupa banyak periksa detak jantung, dan suhu tubuh. Aku harus keluar untuk menelfon seseorang." ucap dokter Zayn sambil bergegas mengambil ponsel yang terselip di saku jas putihnya itu.


"Oke baiklah. Pasien adalah nomor satu." jawab dokter Monica sambil tersenyum.


Dokter Monica tidak bertanya siapa yang akan di telfon suaminya, karena sudah pasti suaminya akan melefon Elesh untuk memberitahukan jika Esmeralda sudah ada tanda-tanda untuk sadar diri. Seperangkat alat operasi baru sudah ada di depan mata.


Sementara itu Karina menyeka air matanya ia tersenyum sambil menggenggam tangan Esmeralda, air matanya masih terjatuh namun ia menyeka nya sesegera mungkin.


"Esme buka matamu, aku disini aku ingin penjelasanmu." bisik Karina sambil salah satu tangannya mengelus rambut Esmeralda.


Wanita itu benar-benar baik-baik saja, dokter Monica selalu memantau detak jantung Esme dari layar monitor yang ada di sana, benar-benar stabil semua ini sangatlah bagus tandanya Esmeralda akan segera bangun.


"Nona, tolong jaga temanmu sebentar. Panggil aku jika ada apa-apa, aku mau menemui suamiku dulu." ucap dokter Monica sambil menepuk bahu Karina. Karina mengiyakan dokter wanita itu kemudian bergegas keluar dari ruangan rawat pribadi tersebut.


Sementara itu diluar ruangan sana, seseorang tengah menelfon dengan santai. Orang bilang persahabatan mereka bagaikan perangko saling mengandalkan satu sama lain dan kenyataannya semua itu memang benar.


Fajar menyingsing mentari telah terbit dengan indahnya di ufuk timur, cahaya kekuning kuningan menembus kelambu sebuah kamar mewah, segalanya terlihat cantik dibalik kilatan cahaya pagi.


Sepasang mata tengah terbuka perlahan, terlalu silau untuknya melihat pemandangan sekitar.


"Ughhhh... di-mana aku?" wanita itu memandang ke sekeliling ruangan, tidak ada yang aneh hanya ada seorang wanita yang tertidur di sampingnya.


"Karina bangun. Kita dimana?" ucap wanita tersebut sambil menggoyang-goyangkan tubuh sahabat karibnya itu.

__ADS_1


Karina yang tertidur dalam posisi duduk langsung terbangun, ia mengusap matanya kemudian melihat wanita di depannya sedang berusaha duduk.


"Jangan bergerak. Aku panggil dokter dulu," ucapnya sambil tangannya menahan Esmeralda yang hendak duduk itu, Esmeralda sendiri kebingungan dia hanya pingsan di mobil kemudian sudah sampai tempat seperti ini, dan ternyata tempat tersebut adalah rumah sakit, ada peralatan medis namun ruangan nya tidak seperti bangsal rumah sakit. Ranjang besar yang cukup di isi tiga atau empat orang, kelambu premium yang mungkin saja limited edition membuat ruangan itu beda dari ruangan rumah sakit seperti umumnya.


Karina bergegas keluar, ia mencari dokter Monica untuk memberitahu jika Esmerlada sudah terbangun.


"dokter-dokter" panggil Karina dengan semangat, membuat pasutri yang sedang menikmati teh pagi tersebut menoleh.


"dia sudah bangun." ucap Karina senang.


Dokter Zayn dan dokrer Monica tidak menjawab, mereka berdua meletakkan cangkir teh nya kemudian bergegas masuk ke dalam ruangan melihat apa yang terjadi, ia melihat Esmeralda terbangun sambil menatap sekeliling mungkin nampak aneh namun semua itu memang sangat aneh.


"Nona bagaimana perasaanmu?" tanya dokter Zayn.


"dokter Zayn, aku baik-baik saja. aku dimana?" ucap Esmeralda kebingungan.


"Baik-baik saja yang kamu bilang? kamu hampir meninggalkan aku. Bagaimana bisa seseorang tertidur 8 hari. Untung saja kau tidak mati kelaparan, Apakah mimpimu terlalu indah sampai kau ingin meninggalkan aku." ucap Karina di barengi dengan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya.


"Tidak aku baik-baik saja kamu jangan menangis." ucap Esmeralda sambil menggenggam tangan Karina.


"Aku menyuntikkan cairan nutrisi setiap hari nona, jadi jangan khawatir dia kekurangan gizi. Sebaiknya kau carikan dia bubur untuk memulihkan tenaganya, tidak ada jatah rumah sakit yang masuk ke bangsal ini." ucap dokter Zayn.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2