Menikahi Presdir Arogant

Menikahi Presdir Arogant
Bab 30.


__ADS_3

Pucuk dicinta ulam pun tiba, mereka tengah menunggu taxi untuk pulang, namun tiba-tiba mobil mewah menghampiri mereka, di dalam mobil tersebut ada Elesh dan Yohan.


"Nona kau sudah sembuh? apakah kau akan kembali ke kediaman Alexsandriano?" ucap Yohan setelah mobil tersebut berhenti tepat di depan Karina dan Esmeralda.


"Tentu saja tidak tuan, saya tidak akan mengganggu kunjungan tuan besar dan nyonya besar disini." jawab Esmeralda dengan tenang.


"Lantas kamu mau tinggal dimana?" tanya Yohan.


"Tentu saja aku akan tinggal di rumah Karina tuan." jawab Esmeralda.


1 jam yang lalu, Elesh dan juga Yohan tengah duduk di kursi besar sebuah perusahaan, namun saat mereka tengah duduk dengan tenang seorang wanita melempar sendal heels ke arah mereka, untung saja dengan sigap mereka menghindar jika tidak mungkin kepala mereka saat ini sudah benjol, atau buruknya sudah berlumuran darah. Seorang wanita yang tidak lain Kim Moana, mengomel di perusahaan pagi hari.


"Bagaimana kalian justru sibuk dengan berkas tidak berguna itu, dan melupakan hal penting." ucap Kim Moana dengan keras.


"Ibu perhatika etikamu sebagai ibu predir,"

__ADS_1


ucap Elesh sambil menutup berkas di tangannya.


" kontak ditanganku ini bernilah jutaan dolar bagaimana bisa kamu bilang tidak penting. Lantas apa yang lebih penting dari uang." lanjut Elesh sambil meletakkan berkas di tangannya.


"Dasar kamu itu, biarkan saja ayahmu yang menyelesaikan berkas tersebut sekarang kamu pergi jemput calon menantuku dari rumah sakit."


Benar-benar hal yang dilupakan oleh Elesh, bagaimana ia bisa lupa jika dokter Zayn telah memberitahukan padanya Esme akan keluar dari rumah sakit hari ini.


"Ibu bukankah hanya cukup mengirimkan mobil untuk mereka dan membawa mereka kembali ke kediaman, kenapa begitu repot. dan dia bukan calon istri ku." ucap Elesh dengan ambigu.


"Baiklah ibu berhentilah mengomel aku akan kesana. Namun, ada apa dengan kata mereka? bukankah aku hanya perlu untuk menjemput Esmerlada." ucap Elesh bingung, merka itu artinya ada dua orang atau lebih.


"kau ini mengapa jadi bodoh, bukankah ada satu temannya." teriak Moana sambil berkacak pinggang.


"baiklah-baiklah ibu, tunggu disini aku akan menjemputnya bersama Yohan." ucap Elesh

__ADS_1


"Ayolah apa kau tidak bisa menjemputnya sendiri, aku akan menyelesaikan pekerjaanku hari ini." ucap Yohan sambil mengerutu.


"tapi aku tidak tau bagaimana caranya berbicara dengan wanita," jawab Elesh sambil mengoleskan lotion anti alergi ke tubuhnya.


"Kau raja bisnis tapi kau tidak mampu mengurusi wanita, aku hendak berkata kau lemah jika aku berani." jawab Yohan sambil terus memasang wajah malasnya.


"Sudahlah kalian jangan ribut segera berangkat." ucap Moana sambil berteriak.


Reash hanya terdiam menanggapi sikap istrinya, sejak ia bangun pagi istrinya sudah memaksanya datang ke kantor demi menuntut anak laki-lakinya mencari menantu. Ia tidak menolak karena satu penolakan akan menimbulkan ribuan kata atau omelan dari mulut istrinya tersebut. Ia sangat mencintai istrinya, ia bisa melawan seluruh dunia namun ia tidak bisa melawan ibu dari anak- anaknya itu. Dia tidak lemah hanya saja dia sangat mencintai Moana hingga kebahagiaan istrinya itu nomor satu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2