
Hari sudah petang, mentari tidak lagi nampak di ufuk barat. Seseorang nampak masih dengan wajah dinginnya duduk di kursi putar. Apa yang dia lakukan, menggoyang-goyangkan kursi bukanlah pekerjaan presiden direktur yang mendominasi. Namun benar dengan itu seseorang dengan tatapan dingin menggoyang-goyangkan kursi yang setiap hari menemani pekerjaan nya itu.
Berfikir sebelum bertindak semua harus di kerjakan dengan hati-hati, Yohan menelusuri setiap detail yang ada di layar monitornya. Ia bisa melakukan apapun termasuk menerobos sistem perusahaan lain, bawahan Elesh tidak ada yang lemah apalagi dia adalah orang nomor satu di samping sang presiden direktur.
Dia nampak menghubungi perusahaan terdekat dari tempat kejadian, kemudian meminta cctv dari kejadian tersebut.
"Sudah ketemu." ucap Yohan sambil menekan tombol Enter di keyboard nya.
"Elesh, ternyata nyonya dari perusahaan HUANG yang mendorong nona Esmeralda."
"Oh wanita tua itu. Ada masalah apa dengan nya sehingga memusuhi wanitaku."
"Haaa Wanitamu. Ehm, jadi berdasarkan info yang kudapat hasil meretas sistem perusahaan huang beberapa hari lalu di website perusahaan itu ada informasi jika tuan Huang akan menikahi nona Esmeralda, dan dia juga akan menceraikan nyonya huang." ucap Elesh menjelaskan.
"HUANG bukankah dia adalah perusahaan yang suka menggelapkan pajak, telat membayar gaji karyawan dan suka memanipulasi bahan baku. Temukan buktinya aku ingin besok perusahaan itu tutup." ucap Elesh, laki-laki itu berdiri sembari melangkahkan kakinya.
__ADS_1
"Ayo kita kerumah sakit Zayn." ucap Elesh kepada Yohan. Yohan masih menatap tidak percaya, apakah hari ini dia akan lembur untuk menjaga seorang wanita.
"Tidak usah banyak berfikir. Aku akan mengambil hasil pemeriksaan wanita itu, kemudian mengirim Nyonya Huang ke penjara." Lanjut Elesh, laki-laki itu bak bisa mengerti apa yang di fikirkan oleh orang-orang di sekitarnya.
Yohan mengangguk ia membereskan semuanya kemudian mengikuti Elesh keluar dari dalam ruangan besar itu.
Tidak ada lagi karyawan selain penjaga yang bertugas patroli sift malam, perusahaan itu tidak mengharuskan karyawannya kerja lembur kecuali ada hal yang sangat mendesak.
______
Suasana jalanan masih ramai, karena memang itu adalah jam pulang kerja jadi mustahil jalanan tidak macet.
"Ada apa di depan?" tanya Elesh sambil menatap ke depan.
"tentu saja macet, bukankah ini sudah wajar." ucap Yohan.
__ADS_1
"Oh."
Keheningan terjadi, Elesh terfokuskan pada benda pipih di hadapannya, ia sibuk membalas beberapa chat dari dokter Zayn. Dokter Zayn yang mengerti ke khawatiran anak muda juga membalas pesan itu, sesekali ia meminta bantuan istrinya untuk membalas pesan konyol.
"Istriku lihat kekonyolan Elesh. Dia sudah tidak pantas untuk menyandang gelar presdir mendominasi. Mana ada dia mengkhawatirkan wanita penari itu." ucap Zayn kepada istrinya sambil memperlihatkan pesan yang nampak jelas di layar ponselnya. Monica hanya membalas dengan senyuman, wanita itu adalah wanita yang cukup ramah dan dokter juga.
"Sayang, dia dalam perjalanan kesini. Bukankah itu sangat konyol. Dia ini cuma gadis penari." ucap Dokter Zayn sambil tertawa.
"Sayang itu bukan konyol, itu namanya cinta. Cinta tidak memandang tempat ruang dan waktu, cinta juga tidak memandang bibit bobot dan bebetnya." Jawab Monica sambil tersenyum.
.
.
.
__ADS_1