
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, mobil yang dikemudikan Yohan itu menuju rumah keluarga Alexsandriano membawa Reash dan juga Moana. Setelah percakapan yang ambigu antara ibu dan anak tersebut keadaan dalam mobil menjadi sunyi senyap, masing-masing memikirkan ucapan satu sama lain. Sementara Raesh ia memegang ponsel di tangannya diam-diam dirinya menggali informasi tentang Esmeralda melalui asistennya di Korea.
Kim Moana, seorang ibu yang cantik dan baik namun juga sedikit egois, dia tau bahwa suaminya sembuh dari alergi wanita setelah menikah dengannya, ia tidak yakin hal tersebut akan terjadi pada Elesh makanya Kim Moana dan Reash selalu menyuruh dokter Malik dan anak keturunannya untuk terus mengembangkan obat anti alergi, syukur-syukur kalau obat tersebut bisa mengobati sampai pulih penyakit aneh yang hanya di sandang oleh anak keturunan Alexsandriano tersebut.
"Ibu, kenapa kau diam. Apa yang sedang kau pikirkan?" ucap Yohan sambil terus mengemudi, laki-laki konyol yang seperti anak ketiga Alexsandriano itu melirik kaca sepion menatap wanita cantik yang duduk di kursi belakang.
"Kalian itu, bagaimana aku akan menimang cucu jika kalian tidak berniat mencari seorang istri." ucap Moana sambil melipat tangannya di dada.
__ADS_1
"Ibu, mencari seorang istri itu tidak segampang menandatangani kontrak." ucap Yohan sambil terus mengemudi, sementara Elesh dan ayahnya hanya terdiam tidak menanggapi mereka. Elesh dan ayahnya memang bagai pinang di belah dua , benar-benar sangat mirip dari rupa ataupun tingkah laku.
Sepanjang perjalanan, Yohan dan Moana sibuk membahas tentang pernikahan dan cucu, membiarkan dua orang yang lain hanya mendengarkan ucapan mereka. Yohan memang tripikal orang yang suka diajak untuk berbicara sementara Elesh justru sebaliknya, dia lebih suka hanya membahas hal-hal yang penting saja.
Mobil melaju dengan sempurna, telah sampai di kediaman Alexsandriano, Puluhan pelayan menunggu di depan pintu menyambut kedatangan mereka.
______
__ADS_1
Keesokan harinya itu di sebuah rumah sakit Esme dan juga Karina tengah berkemas-kemas untuk pergi, hari ini Esmeralda sudah di izinkan dokter Zayn untuk keluar rumah sakit, tentu saja hal itu sudah di setujui oleh Elesh. Untuk sementara Esmeralda tau jika dirinya tidak mungkin kembali ke kediaman Alexsandriano, alangkah tidak tau malunya dirinya jika kesana bagaimana bisa dirinya tinggal di rumah terbaik seluruh negeri itu tanpa alasan apa-apa.
"Karina, kau bantu aku cari tempat tinggal. Aku sudah di usir dari tempat tinggalku, sedangkan semua uangku dan ponselku tidak tau ada dimana." ucap Esmeralda sambil menutup satu persatu kancing bajunya.
"Gadis bodoh! kamu bisa tinggal di rumahku dengan gratis, ayah dan ibu tidak akan mengusirmu." ucap Karina sambil mengemasi barang - barang Esmeralda.
"Sementara ponselmu mungkin berada di antara tuan muda Elesh atau sekertaris Yohan soalnya waktu aku menelfon mencarimu laki-laki itu menjawab panggilan telefonnya." lanjut karina sambil terus mengepak barang.
__ADS_1
Obrolan dua sahabat itu terus berlanjut sampai mereka berpamitan kepada dokter Zayn dan dokter Monica.