
Lihatlah, mereka berfikir semua itu indah. Esmeralda berpamitan dengan nyonya bar, bagaimanapun wanita itu telah menjaganya dari laki-laki hidung belang selama lima tahun ini. Ini adalah semester ke 6 Esmeralda kuliah, dimana tahun ini tahun terakhir dirinya untuk mendapatkan Gelar S1. Jika dia bekerja di bawah kepemimpinan Elesh mungkin uang yang dia tabung bisa untuk biaya kuliah S2 nya dii luar negeri.
Brummm... Brummm... Mobil yang di kemudikan oleh dokter Zayn melaju menuju manison Alexsandriano, kenapa dokter Zayn yang adalah orang yang waras saat itu. Dia hanya minum sedikit sementara Yohan kemampuan nya minum sebanding dengan Elesh namun karena minum terlalu banyak akhirnya dua orang itu tumbang dan pulang dalam keadaan mabuk.
"Tuan Zayn, apa tidak apa-apa membiarkan mereka seperti itu?" Tanya Esmeralda sambil melirik laki-laki yang ada di kursi belakang mobil mewah itu.
"Bukankah kamu sendiri menyaksikan tadi, aku sudah suruh mereka tidak minum bir terlalu banyak. Namun mereka malah berlomba seperti anak kecil rebutan permen." Jawab Dokter Zayn sambil terus fokus mengemudi.
Kringgg.... benda pipih milik dokter kepala rumah sakit MALIK itu berbunyi. Terlihat jelas dengan mata Esmeralda 'ISTRIKU TERCINTA'.
Dokter Zayn buru-buru untuk mengangkat panggilan telefon itu.
"Sebentar nyonya Esmeralda, Istriku menelfon. Mungkin dia khawatir denganku."
"Zayn Malikkkkkk. Kamu ada dimana?" Tanya seorang wanita dengan ketus dari balik panggilan telefon itu, wanita itu adalah Monica yang tak lain adalah istri dari dokter Zayn.
__ADS_1
"Tolonglah sayang jangan berbicara dengan nada seperti itu. Disini ada calon adik iparmu, tidak bagus jika adik ipar takut kepada kakak iparnya. Oh iya aku masih di dalam mobil, perjalanan menjemput adik ipar ke manison Alexsandriano." Ucap dokter Zayn dengan lembut.
"Adik ipar? Kau kira aku bodoh. Jangan-jangan itu wanita simpananmu." Ucap Monica.
"Bukan sayang. Itu adalah pacar Elesh, kenapa jadi aku yang salah."
"Bukankah dia alergi wanita?."
"Aku juga tidak tau sayang. Nyatanya alerginya tidak kambuh saat dekat dengan nona ini."
Panggilan itu terputus begitu saja, suasana hening sesaat hingga dokter Zayn kembali membuka mulut.
"Maaf nona. Bukan aku ingin memanfaatkanmu, namun jika aku bersama wanita tanpa alasan istriku akan cemburu buta. Aku tidak ingin dia menangis karena menganggap aku selingkuh." Ucap dokter Zayn.
"Tidak apa tuan. Aku paham perasaan istrimu dari sisi hati seorang wanita. Dia pasti sangat takut kehilanganmu, cinta sedalam itu harus dipertahankan tuan. Oh iya tuan apakah kalian sudah memiliki anak?" Tanya Esmeralda sambil terus melihat ke depan, lampu yang berada di sepanjang jalan seakan akan menjadi hiasan sendiri di malam itu. Biasanya Esme selalu pulang sendirian namun saat ini justru ada orang yang bersamanya.
__ADS_1
"Tubuh istriku tidak terlalu sehat nona, hingga kami belum merencanakan untuk memiliki anak." Jawab Dokter Zayn.
"Maaf tuan, kau mengatakan itu dari segi ilmu kedokteran atau dari segi perasaan istrimu. Jika itu keputusan sepihak tuan sendiri sebaiknya anda merubah pola itu. Kadang anda memutuskan suatu hal yang ter baik, namun hal terbaik itu mungkin saja bukan hal baik dari segi perasaan nyonyamu." Ucap Esmeralda.
"Aku bukan ingin ikut campur tuan, namun dari nada bicara istrimu. Ada banyak hal yang ia takutkan. Takut kau selingkuh, takut banyak wanita yang menggodamu dan takut kau memiliki benih di luar. Dia bukan tidak percaya denganmu namun dia juga lebih percaya dengan kemampuan pelakor diluar dalam menggoda suami orang." Lanjut Esmeralda.
Zayn tediam sejenak, ia merenungkan kata-kata Esmeralda. Yang dia rasa cukup masuk akal. Mobil itu telah memasuki garasi rumah Alexsandriano, oh bukan rumah lebih tepatnya adalah Manison.
Setelah memarkirkan mobil itu dengan baik, Dokter Zayn memanggil kepala pelayan ia menyuruh kepala pelayan untuk mengurus kamar Esmeralda, tak lupa ia menceritakan singkat kejadian sampai membawa wanita itu masuk manison megah tersebut. Sementara dua pelayan lain ia suruh untuk membawa Elesh dan Yohan ke kamarnya masing masing.
Barang-barang Esmeralda pun dipindahkan ke kamar nya, wanita itu disuruh dokter Zayn untuk mengikuti kepala pelayan rumah itu.
"Nona Maaf jika kurang nyaman. Namun disini isinya semuanya laki-laki anda harus membiasakan diri." ucap kepala pelayan Zhang kepada Esmeralda, tak lupa ia menyuruh dua orang untuk membereskan barang barang Esmeralda.
Esmeralda mengangguk tidak apa apa.
__ADS_1