Menikahi Presdir Arogant

Menikahi Presdir Arogant
Bab 19.


__ADS_3

Tidak ada badai tidak ada hujan, laporan saham perusahaan HUANG menurun drastis. Kenapa ini bisa terjadi, apa sebabnya? Tidak ada yang paham, semua karyawan dan dewan direksi mulai mencari sumber masalah. Mereka mencari sumber kenapa saham mereka anjlok, banyak investor menarik dana mereka banyak juga perusahaan yang menghentikan kerja sama.


Tak... tak... tak... suara langkah kaki memasuki perusahaan itu, Nyonya Huang datang untuk mencari suaminya.


"Suamiku. Kenapa kartu kreditku di blokir?" tanya Nyonya Huang dengan tergesa-gesa.


"Apa yang kau lakukan!. Kau tidak tau kami sedang rapat!." jawab Presdir Huang dengan amarah, bagaimana seorang istri yang amat dia pedulikan tidak membaca berita jika perusahaan mereka hampir bangkrut.


"Tapi kartu kreditku. Uang belanjaku?"

__ADS_1


Semua dewan direksi yang ada disana mulai berisik, mereka berbisik-bisik satu sama lain. Apa yang di lakukan istri presiden direkturnya itu kenapa dia begitu sangat tidak tau malu, rela masuk jam rapat demi uang belanja.


Semua hal itu menjadi tabu, banyak orang yang menginginkan uang mereka kembali, namun juga banyak yang menginginkan penjelasan dari tuan Huang akar dari masalah ini.


Sistem perusahaan di retas, banyak virus masuk kedalam sistem. Data-data penting hilang, cyber mereka bagaikan orang yang tidak berguna bahkan tidak bisa mengatasi masalah itu. Siapa? Siapa hacker yang mampu menerobos sepuluh lapisan password pelindung perusahaan itu.


Huang bukan perusahaan kecil, ia adalah perusahaan menengah. Walaupun banyak melakukan korupsi dana dan lain-lain namun selama ini tidak terungkap.


"Tuan, ada beberapa hal yang harus saya sampaikan terkait masalah nona Esmeralda. 8 tahun yang lalu orang tuanya meninggal karena kecelakaan, perusahaan miliknya di rebut dan dia di usir dari rumah keluarga besarnya itulah sebab kenapa ia hidup sebatang kara." ucap Yohan dengan Formal, bagaimanapun jika mereka berada di perusahaan pasti tidak ingin di lihat tidak sopan kepada atasan, hal itu bisa menjadi contoh yang buruk untuk seluruh karyawan.

__ADS_1


Yohan meletakkan berkas di depan Elesh, berkas tersebut berisi tentang seluruh hasil penyelidikannya tentang Esmeralda. Sementara tentang dia menekan perusahaan HUANG dan dia yang memasukkan Virus kedalam Perusahaan itu tidak diketahui banyak orang. Mereka masih nampak berwibawa ketika habis menekan orang lain. Elesh membuka lembaran demi lembaran kertas yang ada di depannya, dia melihat asal usul Esmeralda dengan jelas. Bagaimana wanita itu hidup dengan senyuman ketika dirinya di lapisi rasa sakit di seluruh tubuhnya.


"Yohan, pergi ke rumah sakit malik." ucap Elesh sambil menutup map yang di tangannya kemudian meletakkan nya di laci mejanya.


"Baik tuan."


Elesh di depan, di ikuti oleh Yohan di belakang. Berjalan dengan diam hanya menyisakan suara sepatu, seluruh ruang yang mereka lewati sepertinya menyemburkan hawa dingin yang kejam. Tidak ada satupun karyawan yang menyapa mereka, mereka hanya menunduk bak membeku.


Elesh masuk kedalam mobil di ikuti Yohan yang duduk di kursi kemudi. Tak butuh waktu lama mobil mewah itu melaju meninggalkan pusat komando perusahaan nya. Gedung pencakar langit yang tinggi itu dapat terlihat dari seluruh kota. Tidak ada yang dapat mengukur kekayaan keluarga Alexsandriano.

__ADS_1


Jalan yang panjang, mobil melaju dengan kecepatan di atas rata-rata, Elesh hanya menatap keluar jendela. Tidak ada sedikitpun obrolan antar dua sahabat itu, karena memang Elesh sedang tenggelam di dalam pikirannya sendiri.


__ADS_2