Menikahi Presdir Arogant

Menikahi Presdir Arogant
Bab 18.


__ADS_3

Pucuk di cinta ulam pun tiba. Setelah pembahasan sepasang suami istri itu selesai, dua orang tanpa permisi masuk kedalam ruangan itu.


"Yohan Lotion." ucap Elesh sambil meminta lotion anti alerginya kepada Yohan, ia mengulurkan tangan kemudian Yohan juga memberikan benda tersebut.


"Datang dengan panik dan datang dengan santai memang beda." ucap dokter Zayn menimpali kedua orang yang hadir di depan mereka.


"Tapi setidaknya aku adalah kepala rumah sakit ini. Bisakah kalian mengetuk pintu sebelum masuk." lanjut Zayn sambil mengetuk-ngetukkan bolpointnya.


"Lupakan dulu tentang sopan santun. Maaf ya kakak ipar!." ucap Elesh sambil mengoleskan semua lotion itu ke bagian-bagian yang bisa dijangkau tangan. Monica yang berdiri di belakang Dokter Zayn hanya mengangguk, ia mengerti penyakit khusus yang hanya di derita Elesh tersebut jadi tidak tersinggung jika dia menggenakan lotion anti alergi.


"Bagaimana keadaan gadis itu apakah dia baik-baik saja?" tanya Elesh yang sudah selesai mengoleskan lotion atau cream anti alerginya, untuk sementara benda itu bisa menekan alergi yang ada di tubuh Elesh karena wanita.

__ADS_1


"Tidak ada yang parah. Hanya saja alam bawah sadarnya menolak untuk bangun. Mungkin saja ada sesuatu yang membuat dia tidak bisa melupakan kenangan buruk itu, sehingga dia menolak untuk sadar." ucap dokter Zayn menjelaskan apa yang terjadi dengan Esmeralda.


Elesh menghela nafas datar ia benar-benar ketahuan peduli dengan wanita itu, ia tidak bisa menutupi perasaannya untuk tetap menjadi acuh tak acuh. Dia terdiam di depan dokter Zayn sambil mendengarkan ucapan dokter muda itu, bagaimana ia harus mengatasi semua ini. Hal-hal yang berkaitan dengan Esmeralda semuanya di jelaskan dengan detail se detailnya.


Elesh nampak mencerna maksud dari dokter Zayn kemudian ia membisikkan sesuatu kepada Yohan. Setelah mendengarkan bisikkan itu Yohan mengangguk kemudian mereka pamit untuk kembali ke kediaman, tak lupa juga menitipkan Esmeralda supaya di rawat dengan perawatan terbaik disana.


"Kami harus pergi, berikan perawatan terbaik untuk nona Esmeralda. Ada hal yang harus Kami kerjakan." ucap Yohan.


"Kamu dokter untuk apa tahu urusan perusahaan. Atau kamu ingin pindah profesi." ucap Elesh sambil membetulkan jasnya.


Dokter Zayn semakin mengerutkan alisnya sejak kapan dokter tidak boleh tau urusan perusahaan, haruskah pindah profesi jika ingin tau urusan perusahaan. Benar-benar dua orang yang pandai membuat dirinya tidak berdaya.

__ADS_1


Sementara itu Elesh dan Yohan telah sampai di dalam mobil, mobil mewah limited edition itu memiliki fitur kedap suara yang bagus hingga apapun yang mereka bicarakan tidak akan terdengar dari luar.


"Yohan bagaimana kedaan perusahaan HUANG bisakah kau mengatasinya?" tanya Elesh sambil memasang sabuk pengaman.


"Hanya perusahaan itu saja kecil. Aku sudah menekan sahamnya hingga titik terendah." ucap Yohan sambil menyalakan mesin mobil.


"Lalu bagaimana kau bisa menyelidiki masalalu Esmeralda?"


"Aku tidak bisa bilang tidak bisa aku juga tidak bisa mengatakan aku bisa karena kejadian masalalu nya sedikitpun tidak kita ketahui, jadi kita harus mulai menelusuri dari akarnya. Mungkin bisa di mulai dengan bertanya kepada nyonya bar ALPHA." ucap Yohan menjelaskan sambil melajukan mobil itu pergi meninggalkan halaman parkir rumah sakit.


RUMAH SAKIT SWASTA MALIK. Rumah sakit yang berdiri di atas naungan keluarga besar MALIK mereka mendominasi bidang kesehatan kota itu. Hampir seluruh Rumah Sakit di penjuru ibukota bernaung dibawah rumah sakit tersebut

__ADS_1


__ADS_2