Menikahi Presdir Arogant

Menikahi Presdir Arogant
Bab 36.


__ADS_3

Elesh dan Yohan masih termenung duduk di ruang yang sama, masing-masing dari mereka sedang memikirkan hal masing-masing yang akan terjadi. Bagaimana bisa seorang wanita menjadi sangat misterius tentang asal usul keluarganya, mungkin tes parenitas bisa di lakukan untuk mengecek apakah Esmerlada adalah anak kandung keluarga tersebut, namun hal itu akan membuat Esmeralda sedih jika ia tau kuburan orang tuanya di gali hanya untuk mendapatkan sample dna mereka.


Tidak ada keraguan tentang asal usulnya Esmerlada selalu ceria, ia merasakan kasih sayang ayah dan ibu dengan tulus sebelum kecelakaan itu merenggut dua nyawa orang terkasihnya.


"Aku punya ide!." ucap Yohan sambil memetikkan jarinya.


"Kuharap idemu tidak buruk dan bisa memuaskanku." ucap Elesh sambil berharap.


"Kau bisa menikahi nona Esmeralda, jika kau menikahinya namun kelompok itu tidak muncul. Artinya status nona Esmeralda aman, namun jika mereka muncul dengan tersembunyi dan mengacaukan pernikahan kalian itu artinya mereka memang berkaitan dengan nona Esmeralda."


"Tidak itu akan menyakitinya jika aku memaksanya menikah."


"Benar, namun seorang Elesh Alexsandriano adalah laki-laki idaman seluruh dunia, bagaimana bisa wanita kecil itu menolak untuk menikah denganmu."

__ADS_1


"Benar, namun dia berbeda. Sikapnya saja yang tidak ingin memanfaatkanku sudah berbeda dari gadis lain. Tapi caramu adalah yang efisien. Ayo kembali ke kediaman besar, aku ingin membahasnya dengan ayah dan ibu." ucap Elesh sambil menarik jasnya yang terletak di sandaran kursi.


Yohan mengangguk ia mengemasi barang-barang pribadinya kemudian mengikuti Elesh keluar dari ruangan besar itu. Seluruh karyawan merasa heran dengan Elesh dan Yohan yang akhir-akhir ini sering keluar dari perusahaan di jam kerja. Namun, mereka tidak berani bertanya kemana. mereka pun terus mengerjakan pekerjaan nya dengan sebaik-baiknya karena kesalahan kecil saja pasti bisa membuat mereka ditendang dari perusahaan terbesar itu.


Mobil Elesh melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan perusahaan, sepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara dua sahabat tersebut. Namun Yohan bisa membaca mimik wajah Elesh dengan baik, terlihat tegang khawatir dan juga senang. Apa yang di pikirkan Elesh, Yohan hanya mampu membaca mimik wajah bukan membaca pikiran.


Tak butuh waktu lama, mobil itu benar-benar terparkir di kediaman Alexsandriano, sebuah manison besar yang terletak tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan jalan raya, seluruh kawasan itu adalah milik Alexsandriano Familly jadi tidak ada perumahan atau bangunan lain disana.


"Apa kau masih ingat ibumu. Kuharap kedatanganmu akan memberiku kabar bahagia." ucap Moana sambil menyentil kening anak semata wayangnya itu.


"Dimana sopan santunmu Elesh, Yohan. Duduk dulu baru bicara." ucap Reash ketus, laki-laki paruh baya itu benar-benar mengajari moral dan atitude yang baik untuk anaknya.


"Baik ayah."

__ADS_1


Elesh duduk di kursi samping ibunya, sementara Yohan ia juga duduk di samping Elesh, saat ini mereka berempat memang benar-benar seperti keluarga biarpun Yohan tidak berasal dari kalangan mereka.


"Apa yang ingin kau katakan?" ucap Moana lembut, biarpun sepeti itu jiwa gosipnya sebagai ibu-ibu juga muncul.


"Aku ingin menikahi Esmeralda." jawab Elesh tegas.


Uhuk... Uhuk... Uhuk... Reash yang mulai menguk teh di cangikirnya tiba-tiba tersedak mendengar kata-kata putranya itu. Bagaimana bisa seperti itu, seorang Elesh Alexsandriano tiba-tiba ingin menikahi wanita yang bahkan masalalunya tidak mampu mereka selidiki.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2