Menikahi Presdir Arogant

Menikahi Presdir Arogant
Bab 28.


__ADS_3

Sunyi senyap, tidak ada lagi kata-kata yang terlontar dari mulut Karina atau Esmeralda. Sementara orang-orang yang datang Dokter Zayn, Monica, Reash, Moana dan juga kepala pelayan Zhang semuanya tidak ada yang berani berbicara.


Tak lama kemudian dengan nafas terengah-engah Elesh dan Yohan datang dengan sikap dinginnya, dalam perjalanan Elesh sudah menggunakan krim anti alergi jadi ia tidak lagi bermasalah saat bertemu wanita, sementara ayahnya setelah dia menikah dengan Moana alergi wanita yang dia derita juga sembuh begitu saja.


"Moana, Reash, apa yang kalian lakukan di sini." ucap Elesh dengan nada dingin nya.


"Anak nakal, apa yang kamu katakan? Aku ini ibumu." ucap Moana sambil menjewer telinga anak laki-lakinya itu, tidak ada yang terkejut kecuali Karina dan Esmerlada. Bagi yang lain momen seperti ini sudah biasa saja.


Karina dan Esmerlada terdiam, jika wanita itu adalah ibu dari Elesh tentu saja laki-laki yang di samping nya adalah Ayah dari Elesh.


"Tuan besar dan nyonya besar , ini adalah wanita yang tuan muda bawa pulang. Dialah nyonya Esmeralda," ucap kepala pelayan Zhang sambil mengulurkan tangannya ke arah Esmeralda.

__ADS_1


"Oh, jadi ini calon menantuku, kita belum berkenalan namaku Kim Moana aku adalah calon ibu mertuamu dan ini calon ayah mertuamy Reash Alexsandriano, jika dia berkata kasar tidak usah kau dengarkan." ucap Moana sambil mendekat ke arah ranjang Esmeralda.


Esmeralda menunduk, calon menantu apa? Dirinya hanyalah seseorang untuk praktek pengobatan Elesh bukan calon nyonya muda Alexsandriano. Sementara Karina sambil bingung ia terdiam tanpa suara.


"Ibu, apa yang kamu katakan? Calon menantu apa! Kakek Zhang berbicara yang tidak-tidak kepada kalian." ucap Elesh dengan nada sedang, hawa dingin seperti menusuk mereka. Entah apa yang membuat Elesh marah dalam fikiran Esmeralda, tentu saja marah seorang tuan muda besar mana mungkin mau untuk menikahinya.


"Maaf nyonya dan tuan besar mungkin anda salah paham. Aku dan tuan nuda hanya sebatas kerja sama bukan pasangan kekasih." ucap Esmeralda berucap.


"Oh iya nona, namamu siapa?" tanya Moana sambil menarap Karina.


"Namaku Karina Nyonya, saya temannya Esme." ucap Karina Sopan.

__ADS_1


"Baiklah, jika kamu sudah sembuh aku akan mengundangmu minum teh bersama. kau tidak usah berfikir macam-macam dalam dunia mereka akulah ratunya."


Moana menepuk bahu Esmeralda dan karina kemudian ia mengajak suami nya pergi. ia juga memanggil Elesh dan Yohan untuk kembali ada hal besar yang akan dia bahas.


"Paman Zhang, kamu bisa pergi duluan. aku akan naik mobil Elesh untuk pergi ke perusahaan." ucap Moana.


kepala pelayan yang mengikutinya puluhan tahun itu mengangguk, ia mengiyakan ucapan moana tanpa bertanya sedikit pun sementara Elesh dan Yohan merasakan bulu kuduknya berdiri semua.


"Masuk," ucap moana saat dirinya sudah berada di dalam mobil, bersama-sama Elesh dan Yohan menghela nafas. Moana memang ibu yang baik namun jika sudah ceramah ia akan sulit untuk berhenti, panjang kali lebar semuanya dia katakan tanpa berhenti.


"Ibu kamu benar-benar mau ke perusahaan? atau kembali ke kediaman Alexsandriano untuk beristirahat umurmu tidak muda lagi tidak boleh terlalu lelah." ucap Elesh sambil duduk di sebelah Yohan.

__ADS_1


"Apa kau bilang ibumu sudah tua, kau tau ibumu sudah tua tapi calon menantu saja mesti aku yang mengejar, jika tau seperti ini harusnya aku datang lebih awal." ucap Moana ketus.


__ADS_2