Menikahi Presdir Arogant

Menikahi Presdir Arogant
Bab 33.


__ADS_3

Dalam jeruji besi yang sunyi  orang hebat  telah kehilangan segalanya, apa arti seorang wanita bagi Elesh Alexsandriano kenapa dia rela membang waktu untuk memusuhinya demi seorang wanita, dan siapa laki-laki misterius yang mengajaknya bekerja sama. Akankah itu sebuah jebakan atau memang benar-benar sebuah kerja sama, jika itu jebakan konsekuensi nya dirinya akan mati. Namun, apa bedanya dia hidup atau mati karena hidupnya juga hanya ada di dalam penjara, ruangan kecil pengap tanpa ac dan juga masih harus menerima kekerasan dari teman satu sel nya. Bukankah jika ini terus terjadi ia juga akan mati di dalam sini. Mungkin memang lebih baik mengamb resiko besar daripada harus terus berdiam di balik jeruji dengan siksaan di dalamnya.


Ingin rasanya dia menanyakan apa yang terjadi waktu itu kepada istrinya, namun apa yang terjadi waktu itu sudah bukan hal yang layak di bahas karena tumbang nya dirinya itu sebab ambisi Elesh untuk terus memperbesar perusahaan nya, dia cukup serakah.


"Penjaga, aku ingin menggunakan kesempatan telfon minggu ini." ucap tuan Huang sambil melihat ke arah penjaga yang bertugas.


"Tuan Huang, kau ingin menelfon siapa?" Tanya petugas dengan curiga.


"Saudara saya diluar sana." ucap Tuan Huang sambil memegang jeruji besi di depannya.


"Waktumu hanya lima menit." ucap penjaga tersebut sambil mengulurkan telefon


"Baik."

__ADS_1


Tuan Huang mulai mengeluarkan sebuah kartu nama dari saku baju tahanannya, ia perlahan-lahan mulai memencet tombol satu persatu untuk menelfon orang yang menginginkan kerja sama dengannya tersebut.


Setelah perbincangan yang cukup singkat, laki-laki itu benar-benar akan menjaminnya keluar dari penjara bersama istrinya.


"Waktumu habis tuan Huang." jawab penjaga penjara setelah lima menit itu berakhir.


Tuan Huang menyerahkan kembali telepon tersebut kepada penjaga, setelah penjaga tersebut pergi dia nampak duduk di sudut ruangan sel.


"Yohan bagaimana dengan Proyek Angkasa yang di kembangkan oleh  tim H. Menurutmu apakah Alexsander akan menerima kekalahan tuntutan atas proyek tersebut?" tanya Elesh sambil membolak-balik kan berkas.


"Bukankah Alexander dan Alexsandriano bersaudara jadi buat apa mereka mengganggu. Hanya tikus seperti itu jika tidak mengingat kalian bersaudara sudah ku basmi." ucap Yohan masih dengan posisi fokus pada pekerjaannya.


"Ini bukan tentang hubungan darah tapi ini tentang Uang, proyek kecil ini kabarnya adalah proyek utama perusahaan mereka. Kita mengambil alih begitu saja pasti akan membuat arus keuangan mereka tidak baik-baik saja. Awasi mereka jangan biarkan mereka menarget kita." ucap Elesh dengan dingin.

__ADS_1


"Siap dilaksanakan."


Perintah diterima oleh Yohan dengan baik, ia mulai mengatur anak buahnya untuk menyusup kedalam Perusahaan Alexsander agar tau apa yang sedang di kembangkan mereka, Yohan selalu mengerjakan semuanya dengan bersih sehingga tidak ada yang akan mencurigainya.


Sungguh sangat mengerikan dunia bisnis, mana yang lemah hanya boleh menumpang yang kuat jika mereka ingin berdiri sendiri merka harus siap menjadi santapan untuk perusahaan terkuat, siapa yang ingin di lengserkan dari posisi terbaik yang mereka tempati. ini tentang bukan siapa yang mau tapi sebuah keharusan mereka yang tidak mampu harus lengser atau pergi dari dunia kejam ini.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2