
Fajar menyingsing, mentari telah terbit dari ufuk timur. Esmeralda terbangun dari mimpi indahnya. Malam yang panjang terasa sangat panjang, kini ia malah tertidur dengan lelap di atas ranjang kamar itu.
Entah apa yang akan terjadi kedepannya. Entah bagaimana ia melewati hari-hari selanjutnya.
Esmeralda membuka jendela, tempat itu terasa sangat asing baginya. Jam di dinding kamarnya sudah menujukkan pukul 06.00 WIB. Bagaimana ia bisa bangun se siang itu padahal sedang menumpang di rumah orang.
Ia pergi membersihkan dirinya kemudian langsung keluar dari kamar megah itu.
"Selamat pagi nona." Sapa Yohan saat mendapati Esme sdang menuruni tangga.
"Selamat pagi tuan." Jawab Esme sambil tersenyum.
Pagi itu Esme mendapati Yohan dan Elesh sedang duduk bersama di atas meja makan, di belakang mereka berdiri paman Zhang dan beberapa pelayan yang menemani mereka sarapan.
"Silahkan duduk nona, mari sarapan bersama." ucap Yohan.
__ADS_1
"Terima kasih tuan."
"Oh iya nona kenalkan ini adalah kepala pelayan kediam Alexsandriano, kakek Zhang. Beliau adalah kepala pelayan yang sudah melayani Elesh sejak dua puluh lima tahun yang lalu."
Esmeralda mengangguk dengan senyuman iya menyapa kepala pelayan itu, Esme adalah wanita pertama yang memasuki manison besar itu. Dia benar-benar di terima baik oleh keluarga itu dan seluruh pelayannya, bagaimanapun laki laki lebih tidak suka bergosip, mungkin kenyataannya akan berbeda jika ada pelayan perempuan disana.
"Nona, apa kamu mau pergi ke kampus atau kemana hari ini?" tanya Yohan sambil terus memotong sarapannya.
"Saya hanya ada kelas sore hari ini tuan. Jadi saya tidak kemana-mana." ucap Esmeralda.
"Yohan, kau terlalu banyak bicara sekarang." timpal Elesh.
"Kakek Zhang, tolong urus nona ini dengan baik. Aku akan berangkat bekerja, nanti malam Zayn akan kesini untuk melakukan pengecekan pertama. Ku harap nona Esmeralda dalam kondisi siap tanpa gangguan sedikitpun." ucap Elesh. Laki-laki itu mengelap mulutnya kemudian ia meneguk air putih yang ada dalam gelas lalu pergi begitu saja, di ikuti oleh Yohan seperti biasa.
Keheningan pun terjadi saat Elesh dan Yohan pergi. Makanan pun sudah tidak tersaji di atas meja semua sudah di bereskan oleh para pelayan.
__ADS_1
"Nona Esmeralda, tuan muda tidak pernah membawa kembali seorang wanita kecuali nyonya besar dan juga nona Monica, istri dari dokter Zayn, saat nona monica kesini tuan muda akan menggunakan obat-obatan khusus yang diresepkan dokter Zayn untuk menekan alerginya. Namun berbeda dengan nona, tuan bisa duduk semeja dengan nona tanpa obat-obatan apapun. Jadi nona tolong kerjasamanya tuan muda tidak suka kebisingan. Namun saat nona ada di sini dia mampu menekan egonya dan membiarkan tuan Yohan berbicara sembarangan."
Paman Zhang menjelaskan panjang kali lebar apa yang boleh dilakukan Esmeralda, dan apa yang tidak boleh wanita itu lakukan. Kemudian ia membawa Esmeralda ke halaman belakang, di sana ada taman yang begitu indah, paman Zhang bilang di sana adalah taman kesayangan nyonya besar, bahkan semua bunganya membutuhkan perawatan khusus. Esmeralda di izinkan untuk datang kesana saat ia bosan ataupun ingin menenangkan diri, karena dari segi penjuru seluruh Manison disana adalah tempat dengan kenyamanan, kesejukan dan pencahayaan terbaik.
Paman Zhang masih mengajak Esmeralda untuk berjalan, laki-laki paruh baya itu terus mengenalkan beberapa tempat terbaik di manison itu. Sementara Esmeralda hanya terpaku dengan mewah dan besarnya manison itu, banyak sekali pelayan di sana namun semuanya laki-laki, tiap bangunan ada orang yang khusus bertanggung jawab untuk merawatnya.
"Paman Zhang, terima kasih sudah memperlakukan aku dengan baik. Awalnya aku mengira diriku akan di intimidasi ketika aku berada di sini, namun ternyata semua orangnya cukup ramah." ucap Esmeralda.
"Nona, semua orang yang bekerja di sini melewati pelatihan Khusus. Jadi tidak ada yang akan menghinamu." jawab Paman Zhang.
Setelah selesai memperkenalkan beberapa bagian dari manison paman Zhang dan Esmeralda kembali ke aula utama. Disana banyak terpasang foto foto keluarga besar Alexsandriano, piagam dan sertifikat Elesh dan juga foto masa kecilnya.
Esmeralda memperhatikan satu persatu foto yang ada di sana, aula utama itu benar benar memperlihatkan keharmonisan keluarga besar tersebut.
.
__ADS_1
.
.