
Ruangan itu hening, seperti tidak ada orang di dalamnya. Karina yang sudah menggunakan baju steril itu kembali ke hadapan dokter Monica. Ia selalu mencoba tersenyum untuk menutupi rasa khawatirnya.
Tidak peduli apapun penilaian orang terhadap dirinya, dirinya hanya ingin Esmeralda baik-baik saja.
"Dokter, apa aku sudah bisa bertemu dengan Esmeralda?" tanya Karina kepada dokter Monica.
"Tentu saja." ucap dokter Monica, dia mengajak Karina berjalan menuju sebuah ruangan di mana ruangan itu adalah ruangan khusus untuk merawat Esmeralda.
"Masuklah, temanmu ada di dalam. Namun kondisinya seperti itu tolong kendalikan dirimu." ucap Dokter Monica sambil membuka pintu ruangan tersebut,
__ADS_1
Di dalam sana nampak Esme tertidur dengan lelap, perban masih menempel dengan baik di kepalanya. Karina merasa Esme hanya tertidur dia tidak sakit, dia tidak koma seperti yang di bicarakan laki-laki dalam panggilan telefon itu.
"Esme, bangun ini aku." ucap Karina lembut ia meraih tangan wanita yang berbaring tidak berdaya itu kemudian menempelkan tangan mungil itu di pipinya.
"Lihat, dulu saat aku punya masalah kamu selalu mengusap air mataku dengan cara seperti ini. Jadi sekarang tolong bangun. Aku sudah putus asa mencarimu kesana dan kesini, tapi kamu malah tidur dengan cantik disini." ucap Karina, wanita itu tetap memegang tangan Esme. Air matanya kembali mengalir deras membanjiri pipi indahnya.
"Jika kau bangun aku bisa melakukan apa saja. Aku akan pergi kencan seperti yang di rencanakan ayahku, aku juga akan belajar giat agar naik peringkat. Ayolah Esme jangan bercanda." ucap Karina menangis dirinya sudah tidak mampu lagi membendung perasaannya baru saja tidak bertemu beberapa hari namun Esmeralda sudah berubah ia menjadi kurus, andai saja dirinya selalu bersamanya mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Sementara itu di luar ruangan rawat pribadi itu dua orang sedang membahas metode terbaik dalam merawat Esmeralda dia adalah dokter Monica dan dokter Zayn.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kau membawa wanita asing itu datang kemari." ucap dokter Zayn dengan penuh tanda tanya. Bagaimana dokter dingin seperti istrinya bisa baik kepada wanita yang bukan kerabatnya.
"Aku melihatnya menangis di resepsionis. Ketika aku bertanya kepada wanita yang bertugas dia berkata bahwa dia mencari pasien yang bernama Esmeralda. Namun dalam catatan pasien rumah sakit ini tidak ada, akhirnya dia pergi dengan ling lung. Karena aku merasa hubungan mereka sepesial aku membuntutinya dan menanyakan ada apa, dia bilang mencari sahabatnya, lalu aku membawanya kesini."
"Apakah kamu yakin dia sahabatnya bukan hanya sandiwara?" tanya dokter Zayn sambil menatap istrinya tanpa curiga.
"Kamu meragukan aku?" ketus dokter monica sambil berkacak pinggang dia melotot memperlihatkan dua bola matanya.
"Tidak berani." ucap dokter Zayn sambil mengangkat kedua tangannya.
__ADS_1
"Sayang aku ini seorang wanita. Aku paham perasaannya, bahkan jika kamu dokter kamu tidak akan bisa memahami perasaan seorang wanita." jawab dokter Monica ketus.
Dokter Zayn sebenarnya tau tujuan istrinya untuk merangsang kesadaran Esmeralda melalui orang orang terdekatnya namun ia sengaja berkata seperti itu untuk memancing emosi istri tercintanya. bagaimanapun emosi itu selalu di pendam di hadapan pasien dan terbuka hanya untuk dokter Zayn.