
Esmeralda sedang duduk di kursi empuk ruang tamu apartemen yang sudah di sediakan oleh Elesh tersebut, ia di temani karina juga disana. Sepertinya mereka setengah mati bosan di sana, harusnya dia kembali ke kampus untuk belajar seperti biasanya, namun bagaimana ia akan berbicara kepada Elesh untuk melakukan itu, dia hanya orang di bawah Elesh yang perlu tunduk dan patuh kepada orang yang memberinya makan tersebut.
"Esme, bukankah sebaiknya kau minta ijin buat kembali ke kampus. Sudah berapa puluh pelajaran yang tertinggal, kau sudah dua minggu tidak masuk." ucap Karina sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
"Benar sekali, tapi bagaimana caranya aku bilang ke di untuk pergi sekolah. Bahkan aku tidak berani menatap matanya." ucap Esmeralda putus asa.
"Kau berhutang penjelasan kepadaku, kenapa kau bisa bersama dengan tuan muda Elesh Alexsandriano?" tanya Karina sambil menatap mata Esme, sebisa mungkin Esme menghindari tatapan mata tersebut namun ia pasti akan terus di cecar pertanyaan yang sama jika dia tidak menjawab pertanyaan tersebut.
"Ceritanya sangat panjang." ucap Esmeralda menunduk,
"Aku mau tau seluruh cerita nya, tanpa ada yang kau tutupi!," jawab Karina.
"Baiklah, semua nya berawal dari saat itu aku cerita ke kamu jika aku mencegat mobil mewah untuk berangkat ke kantor, aku tidak tau jika itu mobil tuan muda Elesh. Aku mencegatnya dan temannya memberikan aku tumpangan."
Esmeralda memulai cerita bagaimana ia bisa bertemu dengan raja bisnis Tersebut.
__ADS_1
"Setelah itu aku pulang pun secara kebetulan ketemu mereka dan mereka memberi tumpangan, namun siapa sangka tumpangan tersebut membawa petaka untukku. ada orang yang mengadu ke sana sini aku menjadi seorang simpanan pengusaha besar dan akhirnya aku di usir dari apartemenku." lanjut Esmeralda sambil menghela nafas sesekali, sementara Karina antusias mendengarkan cerita yang lumayan tidak masuk akal itu, kalau hanya sebuah gosip kenapa sampai di usir dari tempat tinggalnya, bukankah ini pasti ada hubungan dengan orang yang berkuasa.
"Setelah itu aku kembali ke bar untuk bekarja sekaligus meminta izin untuk tinggal semalam di bar. Karena aku sudah tidak tau untuk tinggal di mana, aku pernah berfikir untuk menelfonmu namun aku tidak melakukan nya aku tidak ingin kamu merasa terbebani dengan kehadiranku yang membawa semua pakaian dan juga barang-barang pribadi, dan setelah itu aku bertemu tuan muda Elesh dan tuan Yohan di bar, siapa sangka dia adalah presdir pemilik bar ternyata ALPHA bar berada dibawah naungan IMORTAL Group. Lalu dia berjanji akan memberiku gaji 100 juta perbulan jika aku bisa membantunya meneliti penyebab penyakit aneh tuan Eleshtersebut, " jawab Esmerlada menunduk.
"Kenapa kau tidak memberitahuku? bukankah aku ayah dan ibu pernah bilang kalau kami adalah keluargamu. Kenapa kau malah membuatku khawatir. " ucap Karina memeluk Esmeralda.
"Maafkan aku karina, aku bukan bermaksud menyembunyikan semua darimu. Awalnya aku ingin memberitahumu jika aku tinggal di kediaman Alexsandriano pada saat aku ke kampus, namun siapa sangka jika kejadian di bus hari itu justru harus membuTku terbaring di rumah sakit tanpa daya, aku tidak tau kenapa nyonya Huang sangat implusif menyerangku dan mendorongku tanpa ampun di dalam bus dan membuatku berakhir di rumah sakit."
"tapi kau tidak boleh berbohong kepadaku seperti ini, aku takut sekali saat aku tidak menemukanmu di manapun aku mencarimu aku menelfonmu berkali-kali tapi tidak ada yang menjawab panggilan telefon ku, bahkan terakhir kali tuan Yohan menjawab panggilan telefon itu aku justru merasa jika dia adalah seorang penculik. Apalagi saat mereka bilang kamu dirawat di rumah sakit, betapa hancurnya aku saat itu kamu tidak perlu tau. Aku seperti orang gila sebelum aku bertemu dokter cantik bernama dokter Monica itu. Aku mencarimu di seluruh rumah sakit tapi tidak ada kamu disana, Esmeralda berjanjilah jika suatu saat terjadi sesuatu denganmu aku lah orang pertama yang kamu hubungi." Karina mempererat pelukannya.
Sementara itu, Moana dan Reash sedang menikmati secangkir teh sore di kediaman Alexsandriano. Moana sudah menyusun 101 rencana pengejaran menantu, sementara Reash hanya menghela nafas memperhatikan kelakuan istrinya yang seperti kanak-kanak tersebut.
"Sayang, apa kau tidak berfikir ada suatu hal yang benar-benar tertutup dari nona Esmerlada. Bagaimana kita tidak bisa menemukana apapun tentang masalalu nya kecuali tentang kecelakaan orangtuanya, bukankah itu sangat aneh bahkan tersembunyi dari golongan orang seperti kita? bagaimana itu terjadi." ucap Kim Moana sambil membaca semua yang di dapat dari bawahannya tentang calon menantu di depan mata tersebut.
"Golongan seperti kita? Kaum bangsawan. Namun ada dunia gelap yang bisa menekan kita, menurut mu apa hubungan Nona Esmeralda dengan geng bawah tanah." ucap Reash sambil memegang cangkir teh nya, laki-laki paruh baya itu sudah dilarang minum kopi oleh istrinya tercinta hingga dirinya hanya bisa minum teh bersama sang istri.
__ADS_1
"Sayang aku tidak merasa nona itu seperti orang-orang dari bawah. Tapi kau harus memastikan semua masih dalam kendali kita, jika tidak? jangankan Elesh mungkin Imortal juga akan mereka ambil alih." ucap Moana sambil berfikir keras memang benar kecuali geng-geng gelap itu tidak ada siapun yang bisa menutupi seseorang dari keluaraga Alexsandriano.
Reash ingin mengingatkan istrinya cukup berbahaya untuk berurusan dengan Esmeralda, walaupun tidak ada bukti kuat tentang keterlibatan Esmerlada dengan geng bawah tanah namun bukan tidak mungkin wanita itu bisa terlibat. Pasalnya tidak mungkin seseorang dengan jelas menutup erat informasi Esmerlada dari keluarga Alexsandriano jika orang itu tidak lebih kuat dari keluarga tersebut.
"Kamu ingat tentang putri yang hilang 21 tahun yang lalu, mungkin tidak mungkin itu adalah nona Esmerlada. Cari tahu sebelum kau membuat keputusan menikahkan wanita tersebut dengan Elesh, jangan buat putra semata wayangmu itu menanggung konsekuensi yang sangat berbahaya tersebut." ucap Reash berusaha mengingatkan istrinya.
Hallo Gais mohon dukungannya ya dengan cara Like, Komen, dan Favoritkan.
ikuti media sosial saya
Ig : dewiseptianareal_
Fb : Septiana
Twitter : dewiseptiana21_
__ADS_1
Email : septhyana3418@gmail.com