Menikahi Presdir Arogant

Menikahi Presdir Arogant
Bab 15


__ADS_3

Langit terang benderang, cahaya matahari mengisi seluruh ruang angkasa, menyinari segala jenis makhluk di muka bumi. Namun tidak dengan hati Elesh, hati laki-laki itu terasa mendung .


Elesh bergegas memanggil Yohan, ia segera memberitahu apa yang terjadi dan apa yang dia dengar. Sejak kapan laki-laki itu perduli dengan wanita, bahkan wanita yang tidak memiliki hubungan darah dengannya. Sejak kapan?.


Elesh sendiri tidak tau hanya ada perasaan cemas menyelimuti hati.


"Kau seharusnya tidak panik. Dimana citra presdirmu." ucap Yohan.


"Bisa kamu periksa di rumah sakit mana dia di bawa?"


"Kau tambah bodoh ya. Jelas kerumah sakit terdekat dari tempat kejadian." balas Yohan.


"Baiklah jika begitu, ayo kita pergi kesana."


Yohan menghela nafas, ia bergegas meletakkan berkas-berkas di tangannya kemudian meraih kunci mobil yang ia letakkan di tempatnya.


Yohan mengikuti Elesh keluar dari gedung tinggi, ia tak menyadari laki-laki angkuh itu baru pertama kalinya meninggalkan gedung perusahaan demi urusan yang tidak penting. Tidak penting menurutnya namun entah dalam pikiran Elesh.


Mobil melaju dengan sempurna, menuju rumah sakit terdekat dari tempat kejadian. Tidak ada suara apapun sepanjang perjalanan, kecuali mobil yang hilir mudik sepanjang jalan.

__ADS_1


Sesampainya di sana, semua di buat heboh oleh oleh kedatangan presiden direktur muda itu. Banyak wanita yang mencoba mendekatinya termasuk suster suster wanita yang ada di sana.


"Yohan, di mana lotion anti alergiku?" tanya Elesh kepada Yohan.


"Tentu saja ada di perusahaan." ucap Yohan santai.


"Kamu bodoh, panggil dokter Zayn sekarang." teriak Elesh.


Kepala rumah sakit segera memberitahu untuk para wanita segera menyingkir. Namun tubuh Zayn menjadi panas nafasnya terengah- engah keringat bercucuran di mana-mana, seluruh tubuhnya menjadi ruam kemerah-merahan.


"Tuan kedatangan anda cukup mendadak. Aku tidak sempat menseterilkan seluruh wanita yang ada." ucap kepala rumah sakit panik.


"Mana bisa kau terus bekerja di rumah sakitku dengan kelambatanmu bekerja." ucap Elesh dengan nada tinggi, keringat semakin banyak mengucur dari tubuhnya.


"Berarti ini keterlambatanmu dalam bekerja." ucap Elesh sambil terduduk lemah.


"Wanita itu adalah kelemahanmu. Pertama kalinya aku melihatmu tidak ada persiapan dalam melakukan sesuatu hanya demi wanita penghibur itu Elesh, apakah kau sudah jatuh cinta padanya." ucap Yohan.


Mendengar kata-kata Yohan, Elesh baru tersadar bagaimana ia bisa sampai di sana dan apa tujuanny.

__ADS_1


"Dokter, apakah ada pasien wanita yang jatuh terbentur bus diantar kemari hari ini?"


"Benar ada tuan wanita itu kini sedang berada di UGD belum sadarkan diri."


"Antar aku kesana." ucap Elesh


"Tuan itu kawasan steril tuan." ucap dokter tersebut yang merupakan kepala rumah sakit.


"Menurutmu aku kotor?" Elesh menatap tajam laki-laki paruh baya yang berdiri tak jauh darinya. Yohan menatap itu dengan keheranan kenapa tiba-tiba Elesh se bodoh itu.


"Kau bodoh ya, bagaimana kau bisa bertanya seperti itu ketika tubuhmu berkeringat. Apa ada tubuh bersih ketika keringat membanjiri tubuhmu!."


Yohan berusaha menjelaskan semuanya, ia tidak tau sejak kapan kemampuan berfikir Elesh melemah. Padahal laki laki itu adalah yang paling cerdas diantara mereka bertiga.


tak lama kemudian seorang dokter datang dengan tergesa-gesa itulah dokter Zayn. Ia menghampiri kerumunan yang ada di loby rumah sakit itu.


"kenapa kamu menjadi bodoh, kau datang ke rumah sakit umum tanpa penjelasan. Kau tau betapa takutnya aku tadi. Jika kau mati aku yang akan disalahkan oleh tuan Alexsandriano. Paham kamu." ucap dokter Zayn, ia mengambil beberapa ml obat kemudian menyuntikkan nya kepada Elesh.


tak butuh waktu lama Elesh pun sudah membaik keringat tak lagi bercucuran di tubuhnya. Ia juga mulai bisa bernafas dengan baik.

__ADS_1


Wanita adalah musuh paling berbahaya, wanita juga adalah kelemahan laki-laki. Entah itu benar atau tidak namun Elesh merasakan rapuhnya dia tanpa Esmeralda.


Benarkah ia telah jatuh cinta, entahlah tidak ada yang tau.


__ADS_2