
"Nona, aku akan memberimu gaji 100 Juta setiap bulan, gaji ini setara dengan gaji direktur departemen grub IMORTAL. Apakah kamu masih tidak tertarik." ucap Elesh
Mereka terbelalak sejak kapan tuan muda ini bisa bernegosiasi dengan santai, biasanya ia akan selalu membuat keputusan sendiri. apalagi ini adalah seorang wanita yang dihadapinya.
Sekilas jika di pikirkan memang menyenangkan, tinggal di manison mewah. Namun di sisi lain Esme khawatir dirinya akan terus dianggap wanita simpanan. Bagaimana ia harus memutuskan semua ini, tawaran yang menyenangkan namun juga menakutkan.
100 Juta Rupiah, nominal yang cukup tinggi untuk seorang Esmeralda. Jika dia setuju dia akan hidup di bawah kekuasaan Elesh Alexsandriano, dimana mungkin saja terasa hidup segan mati tidak mau. Lagian sekarang dirinya hidup sendirian jadi untuk apa uang dengan nominal sebanyak itu.
"Tuan, ini bukan masalah uang. Namun ini adalah masalah diri kita, bagaimana bisa kita tinggal bersama sementara kamu adalah seorang tuan muda. Dan juga dalam rumahmu tidak aku dengar tidak ada wanita, bagaimana aku bisa bermain." Ucap Esmeralda sambil meremas ujung gaunnya, tentu saja ia takut.
"Jika kau kesepian. Kau bisa ikut aku ke perusahaan, jika kau ingin teman kau bisa panggil temanmu atau monica saat aku tidak ada!." Jawab Elesh.
Elesh begitu mendominasi, bagaimana Esmeralda akan menjawab semuanya. Ia sudah kehilangan akalnya.
__ADS_1
"Tuan kau harus bertanya pada nyonya sebelum membawaku. Aku akan ikut apa kata nyonya!." Tanya Esmeralda.
Elesh menggerakkan tangannya, Yohan segera bangkit ia mencari wanita yang di beri gelar Nyonya Bar itu.
"Duduklah." Ucap Zayn.
"Aku tuan?"
"Bukankah kau melihat disini hanya kau yang belum duduk. Jangan sampai istriku tau nanti aku di kira menindas seorang wanita." Ucap Zayn lagi.
Zayn yang menyaksikan cukup terkejut namun ia diam saja. Di sisi lain ia merasa ada yang aneh namun di sisi lainnya ia ingin melihat apakah alergi itu benar benar tidak muncul saat dia bersentuhan langsung dengan seorang wanita.
"Benar, benar menakjubkan." Ucap Zayn yang membubarkan pandangan Esme dan Elesh. Sejak dari tadi mereka saling memandang.
__ADS_1
"Tuan Maafkan saya." Ucap Esmeralda sambil kembali menyetabilkan tubuhnya.
Sementara Elesh ia tidak menanggapi itu dan memilih melihat tangannya sendiri.
"Zayn lihat aku tidak apa-apa." Ucap Elesh semangat.
Dokter Zayn segera meraih tas yang ia bawa, ia mengambil sebuah thermometer dan melihat suhu tubuh Elesh.
"Benar-benar ajaib. Bahkan suhu tubuh tidak naik." Ucap Zayn.
Esme hanya menatap orang itu heran, hanya bersentuhan perlukah mereka seantusias itu. Kenapa mereka bertiga terlihat abnormal batin wanita itu.
Esme kini telah duduk di salah satu sisi sofa, ia masih melihat dua sahabat itu melakukan pengecekkan-penggecekan dasar.
__ADS_1
Tak lama kemudian Yohan kembali dengan sebuah map. Ia menyerahkan map itu kepada Elesh, Elesh membuka lembaran itu kemudian melihat.
"Ini adalah kontrakmu dengan bar ini. Kau bisa pulang bersamaku karena nyonya mu sudah mengisinkannya." kata Elesh sambil menutup kembali berkas penting itu, ia menyerahkan map itu ke Yohan agar di atur segala sesuatunya.