
Elesh tengah duduk di sebuah kursi paling ujung, di sekitarnya nampak puluhan orang tengah menelan ludah kacau ada sebagian yang gemetar, ada yang sedang presentasi dengan baik, aneh ada apa ini tidak biasa presiden direkturnya memanggil sebelum waktu jatuh tempo. Kerjaan mereka belum selesai dan kini mereka di panggil rapat mendadak oleh atasannya itu. Semua yang diuduk disana gemetar saat menatap sorot mata atasannya yang sedang marah itu, banyak pekerjaan tertunda semua itu membuat Elesh merasa kinerja karyawannya buruk, tapi sebenarnya bukan kinerja karyawan nya yang buruk namun masalah hatinya, deadline belum kelar target belum selesai namun orang-orang itu justru di panggil tiba-tiba oleh atasannya.
"Bagaimana hasil kerja kalian?" tanya Elesh sambil menatap bergantian karyawannya itu.
"Maaf tuan! Pekerjaan kami belum selesai," ucap Salah satu karyawan.
"Kenapa bisa seperti itu, hanya menangani masalah sepele seperti itu mengapa memakan waktu yang begitu lama."
Elesh menegur, ia tidak sempat berfikir jika tidak semua orang yang bekerja di tempatnya itu memiliki iq tinggi tidak semua orang bisa berfikir seperti dia yang terkenal cerdas di seluruh penjuru Asia.
Semuanya terdiam tidak ada yang bicara sama sekali, semuanya tidak ada yang berani membantah ucapan Elesh.
__ADS_1
Keadaan terasa sangat hening, apa yang membuat Elesh begitu emosi hari ini, bahkan Yohan pun tidak tau.
Kringgg.... benda pipih yang ada di depannya itu berdering memecah keheningan ruangan yang memiliki nuansa serba hitam tersebut.
Terdapat panggilan yang tertulis nama Zayn Malik di layarnya. Elesh menghela nafas, menyetabilkan emosinya kemudian menjawab panggilan itu. Dirinya tau dokter Zayn bukan tipe orang yang menelfon tanpa kepentingan apapun.
"Hallo.." nada serak terdengar dari balik telpon, mungkin saja semalam dokter Zayn benar-benar tidak tidur hingga suaranya menjadi berat.
"Ada kabar bagus dan kabar buruk hari ini, kabar bagusnya Nona Esmeralda sudah sadar dan kabar buruknya ada wanita yang menemani di sampingnya."
"Hanya seorang wanita, kenapa menjadi kabar buruk?"
__ADS_1
"Kau tidak paham wanita jika marah sangat mengerikan, dia adalah sahabat nona Esmeralda. Dia mengerang tragis saat melihat kondisi nona Esmeralda, menurutmu jika dia tahu kamu yang membawa nona Esmerlada kemari tanpa memberitahunya apa yang akan terjadi? apakah dia akan berterima kasih padamu atau gelap mata memukulmu." ucap dokter Zayn dalam telepon.
Elesh merenung sesaat dia tidak tau apa yang akan terjadi karena dirinya adalah laki-laki yang alergi terhadap wanita, jadi tentu saja dia tidak akan tau apa yang terjadi.
"Yohan, menurutmu apa yang terjadi?" tanya Elesh kepada Yohan. Yohan yang sedari tadi menguping sejenak berfikir sementara semua orang yang berada di sana hanya diam membatin dalam hati masing-masing.
"Menurutku kamu akan di pukul sampai benjol. Wanita adalah makhluk yang tidak bisa mendengarkan penjelasan ketika emosi." ucap Yohan serius.
"Rapat bubar. Kumpulkan hasil kerja kalian sesuai deadline." ucap Elesh,
semua orang yang ada di sana merasa jika si penelfon adalah malaikat penyelamat mereka, sebagian orang menghela nafas lega sebagian lagi saling menatap kebingungan, entah kebodohan apa yang mereka perbuat. Mereka bahkan tidak mendengar siapa nama tuan penyelamat nya. Hari ini mereka baik-baik saja, tapi belum tentu di lain hari.
__ADS_1