
Hari ini seperti dapat jackpot untuk Esmeralda, bagaimana tidak ia dua kali mendapatkan tumpangan gratis untuk berangkat dan pulang kuliah, apalagi tumpangan itu adalah mobil mewah yang tidak mungkin sembarang orang bisa naik. Aneh sekali siapa orang itu, dasar bodoh Esme bahkan tidak bertanya siapa nama orang yang telah memberikan dirinya tumpangan itu.
Esme berada di dalam kamar mandi, ia menggosok-gosok tubuhnya dengan sabun, ia tidak boleh memberikan kesan buruk kepada para tamu, termasuk tubuhnya tidak boleh tercium bau asam meskipun ia berkeringat karena terlalu lama menari.
Gosok... gosok tubuh indah itu di gosok, tak lama kemudian ia menyiram seluruh tubuhnya dengan air dingin. Esme keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya, rambut basah dan tubuhnya tercium bau wangi yang tidak terlalu mencolok.
"Nananana... sebaiknya aku mencari makan dulu sebelum pergi ke bar, aku tidak mungkin pergi dengan perutku yang kosong." Ucap Esmeralda sambil mengeringkan rambutnya.
Setelah di rasa rambutnya cukup kering, Esmeralda bergegas mengganti pakaiannya, ia mengenakan sweeter dan celana Jeans.
__ADS_1
"Aku akan pergi berbelanja ke supermarket di sebrang jalan, untuk menebus pagi hari yang tidak jadi." Ucap Esmeralda.
Pintu kamar di tutup, Esmeralda menenteng tasnya kemudian keluar dari ruangan itu. Setelah memastikan apartemen kumuh nya terkunci dengan baik ia segera berjalan keluar sambil bersenandung kecil.
Sesampainya di supermarket itu, Esmeralda memilih bebrapa bahan makanan yang terasa di butuhkan, mulai dari beberapa jenis sayuran, kubis, brokoli, dan lain-lain, hingga beberapa jenis buah-buahan yang ia sukai, tak lupa makanan cepat saji yang bisa ia santap sewaktu waktu ia beli.
Setelah merasa semua bahan cukup, ia segera menuju ruang kasir untuk membayar semuanya.
"Totalnya 125.500 kak, mau bayar tunai atau non tunai." Ucap Kasir wanita itu dengan senyuman.
__ADS_1
"Tunai saja kak."
Esmeralda mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu, kemudian memberikan uang itu kepada wanita kasir yang di depannya. Setelah mendapatkan uang kembalian dan barang belanjaannya, Esmeralda bergegas kembali ke tempat tinggalnya.
Namun anehnya setelah ia kembali, ia melihat pemilik rumah kontrakan itu ada di depan pintunya dengan semua barang-barangnya di luar.
"Nyonya, ada apa ini? Kenapa barang-barang saya dikeluarkan. Bukankah saya sudah membayar uang sewa bulan ini!." Ucap Esmeralda tidak percaya.
"Maafkan aku Esme, bukan maksudku tidak percaya padamu. Aku akan mengembalikan uang sewamu bulan ini, banyak sekali orang yang mengadu kamu adalah wanita penggoda bahkan baru-baru ini ada yang mengadu kamu menjadi simpanan bos besar sampai di antar jemput kuliah. Esme tempat ini sudah jelek dari awal, jika hal buruk ini terus berlanjut maka citra tempat ini sudah tak lagi terselamatkan." Ucap Pemilik apartemen dengan mata berkaca-kaca, dirinya tau Esme adlaah gadis yang baik namun ia tidak dapat mempertahankan wanita itu disana karena ia harus tetap menjalankan pola yang sehat, sementara Esmeralda memang selalu dipandang buruk oleh masyarakat.
__ADS_1
Hal itu bukan tanpa sebab, tapi karena pekerjaan Esme yang dianggap hina oleh masyarakat sekitar tentunya masyarakat yang tau Esme adalah seorang penari. Penari dalam sebuah bar, tidak mungkin kan dia adalah wanita baik-baik . Mungkin itu yang dipikirkan orang orang di luar.