
Wanita adalah sumber kelemahan seorang pria, bahkan seorang pria rela melakukan apapun demi wanita yang dia cintai sampai sampai ada yang rela berkorban nyawa.
Lantas bagaimana perasaan Elesh kepada Esmeralda? Perasaan itu hanya sebatas mutualisme atau ada yang lain. Tidak ada yang tau tentang itu, Elesh sendiri tidak menyadari tentang kepeduliannya terhadap wanita selain ibunya itu.
"Apa kau sudah gila? Kau bahkan peduli dengan orang lain tanpa peduli dengan nyawamu sendiri." ucap Zayn dengan nada tinggi, dokter muda itu sangat mengkhawatirkan keadaan Elesh, laki-laki yang tumbuh bersamanya dari kecil.
"Sudahlah aku baik-baik saja. Dan juga pindahkan dia ke rumah sakitmu." ucap Elesh memerintah.
"Hey bro. Sebelum kau suruh aku pasti pindahkan dia ke rumah sakitku, siapa yang mau dipanggil kesini saat bertugas. Nada panggilan seperti seseorang hampir sekarat." ucap Dokter Zayn.
__ADS_1
"Aku tidak mati!. Bukankah kau lihat aku baik-baik saja." ucap Elesh laki-laki itu menunjukkan tubuh bugarnya di hadapan dokter muda itu.
"Itu juga karena suntikan obatku. Kau kira kau bisa hidup tanpa resep kakek moyangku." ucap Dokter Zayn.
"Cukupppp kalian apa yang kalian ributkan. Satunya presdir yang di takuti di kalangan bisnis, satunya kepala rumah sakit terbaik di kota ini. Apa kalian belum cukup menjadi bahan tetawaan di tempat ini. Kalau belum cukup ayo lanjutkan dasar bocah-bocah nakal, bahkan di rumah sakit tidak melupakan hal yang dinamakan ribut." Yohan ngedumel layaknya emak-emak, laki-laki itu masih memegang ponsel di tangannya. Ia memeriksa jadwal perusahaan dll hingga dimanapun dia dia masih harus tetap bekerja.
Sementara dua orang yang sedang duduk di kursi tunggu pasien melotot satu sama lain, kepala rumah yang berdiri dari tadi tidak mengucap apapun, sukurlah rumah sakitnya tidak di robohkan.
Dokter Zayn menghela nafas, ia berusaha tenang menghadapi laki-laki yang baru mulai jatuh cinta itu. Mungkin jika itu adalah istrinya dia akan melakukan hal yang sama seperti Elesh, dan jika rumah sakit tersebut tidak melakukan tindakan terbaik ia pasti akan menghancurkannya. Eh, tapi Elesh dan Esmeralda tidak memiliki hubungan sepesial seperti pacaran atau pdkt , hubungan mereka hanya sebatas tinggal bersama.
__ADS_1
Keheningan terjadi bukan tanpa sebab, namun masing-masing dari mereka sedang memikirkan alasannya.
"Sudahlah, biar aku urus pemindahan nona Esmeralda. Sekarang kalian pergi saja, dengan adanya kalian di sini rumah sakit ini tidak beroperasi dengan normal." ucap dokter Zayn sambil merapikan jas dokternya.
"Bukan aku yang aneh tapi Elesh. Alergi seafood, alergi es, masih wajar . Lha ini, alergi kok wanit." ucap Yohan sembari memasukkan tangannya di kantong celana.
"Sudah jangan ribut lagi. Bawa Elesh pergi dari sini, lain kali kalau mau pergi kalian harus bawa krim kusus yang sudah ku berikan mengerti." ucap Dokter Zayn.
Elesh tak mengatakan apapun ia melenggang pergi meninggalkan orang-orang itu, setelah berpamitan Yohan juga menyusulnya.
__ADS_1
Di dalam mobil hitam metalic itu, mobil yang hampir saja di buang namun ternyata masih di pakai hingga saat ini, Elesh duduk di kursi penumpang dengan memangku laptop nya. Laptop tersebut memang selalu ada di dalam mobil untuk berjaga-jaga ada hal mendesak yang harus di kerjakan.
"Yohan, 1 x 24 jam pastikan kau temukan siapa yang mendorong wanita itu di dalam bus. Aku juga ingin bertanya kepada kakek Zhang kenapa dia tidak mengantarkan wanita itu ke kampus sesuai dengan perintahku." ucap Elesh.