
setelah ia selesai melakukan ritual mandinya kini ia kembali ke kamar dan mencari pakaian yang akan ia pakai untuk malam ini
"kamu sedang nyari apaan mas"kelihatannya serius banget ? ucap eka tersenyum
"engga kok"aku cuma memilih pakaian sayang
"oh kirain kamu nyari apaan"ucap eka terkekeh pelan
"oiya mas"kamu mau makan apa ? supaya aku masakin
"aku mau makan apa saja sayang"asalkan itu kamu yang masak ? jawab sumardi seraya menggoda istrinya
"ya sudah aku ke dapur ya sayang"ucap eka seraya berjalan ke arah dapur sementara sumardi masih diam di kamar karna ia baru selesai berpakaian dan setelah itu ia berdiri dan memandangi sebuah cermin yang ada di kamar itu kemudian ia memoles kulitnya dengan handbody
"aha baiknya aku poles kulit ku pakai handbody dulu deh supaya terasa lembut"ucap sumardi sendiri
setelah ia selesai kini ia berjalan ke belakang untuk menemui istrinya dan setibanya ia memeluk tubuh istrinya dari belakang dan membisik kan
"sayang apa kamu tidak merasa capek"tanya sumardi
__ADS_1
"enggak kok sayang"aku tuh lagi masak sayang dan lagian ini tuh rumah ibu nanti kalau mereka melihat kan engga enak ? ucap eka
"sumardi terkekeh pelan dan melepaskan pelukannya"
"kamu mau masak apaan sih sayang"tanya sumardi
"iya makanan untuk kita sayang"engga mungkin kan aku masak tapi kitanya gak bisa makan ? ucap eka sambil tertawa sembringah
mendengar ucapan istrinya ia terdiam duduk seperti patung dan menarik napas dalam entah apa yang ia tidak sukai dari jawab istrinya ini
"iya aku juga tau itu"tapi apa harus masak sebanyak ini ? tanya sumardi kesal
"iya sayang iya"tapi kamu masaknya yang semangat ya ? biar nanti rasanya enak ? ucapnya sambil terkekeh pelan
"baik sayang"jawab eka singkat
kemudian sumardi berjalan menuju halaman belakang dan memilih duduk di sebuah kursi panjang yang ada di halaman belakang,kemudian ia mengeluarkan ponsel miliknya dan memainkannya
ia mencoba menghubungi beberapa nomor akan tetapi tidak bisa di hubungi
__ADS_1
"Nisa kemana ya,kok nomornya tidak bisa di hubungi,apa dia sudah ganti nomor" ucapnya sendiri dan di jawab sendiri
karna nomor Nisa tidak bisa di hubungi kini ia meletakkan ponselnya kembali ke kantong saku miliknya dan memilih untuk diam dengan kesendirian
"kenapa ya rasa rasanya aku sudah tidak ingin bertahan di perusahaan ini"batin sumardi
tak berselang lama ia pun di datangi istrinya dengan membawakan secangkir kopi
"mas lagi ngelamunin apa" tanya eka seraya memberikan secangkir kopi kepada suaminya
"engga kok sayang"aku hanya merasa kecapekan saja ? jawab sumardi sambil menutupi hal yang ia pikirkan karna ia khawatir dengan istrinya pasti istrinya akan berpikiran lain terhadap dirinya
"kalau kamu ada masalah kamu cerita sama aku mas"
sumardi tersenyum dan mencubit pipi istrinya lembut karna ia merasa istrinya yang begitu perhatian terhadap dirinya,sangat jauh berbeda eka yang dulu ia kenal dengan eka yang sekarang
"iya engga ada kok sayang"aku tidak memikirkan apa apa ?
"apa betul apa yang kamu katakan itu mas"apa kamu sedang tidak menyembunyikan sesuatu dari aku ? tanya eka berulang kali
__ADS_1