Menikahi Seorang Janda

Menikahi Seorang Janda
bab 52


__ADS_3

Disaat mereka tengah asyik berbicara ia mendengar ponselnya berbunyi dan melihat ke arah layar ponselnya lalu dengan cepat mengusap tombol hijau di ponselnya


"hallo bang"ada apa kok abang telpon aku ? tanya Anisa lembut


"apa kamu tidak mau ikut abang pulang"


"maaf bang"hari ini aku begitu sibuk dengan kerjaan"ucap anisa jelas


sebenarnya Ardi sudah tahu kalau hari ini Anisa begitu padat dengan kerjaan akan tetapi Ardi mencoba untuk memancing adik iparnya ini,Ardi belum sepenuhnya percaya akan adik iparnya.ia masih khawatir kalau adik iparnya belum serius di dalam bekerja


ya sudah kalau begitu abang pulang duluan ya ucap Ardi dan mematikan ponselnya


setelah ia selesai dengan makannya kini ia kembali fokus menatap ke wajah Irwan


"sayang"apa kamu tidak kembali ke kantor ? tanya Anisa kepada pacarnya


beby coba kamu lihat ke arah arloji yang kamu pakai,sepertinya di jam seperti ini sudah jam pulang jadi kenapa harus kembali ke kantor,ucap Irwan tersenyum


apa kamu masih ada kerjaan ? sambung Irwan

__ADS_1


iya sebenarnya hari ini aku begitu sibuk dengan kerjaan,dan aku harus menyelesaikan nya hari ini karna pertemuannya akan di adakan besok ? ucap Anisa sendu


ya sudah kalau begitu aku bantuin ya beby supaya kerjaan kamu bisa cepat selesai dan setelah itu baru deh kita bisa tenang berduaan


"ta-tapi sayang"apa kamu mengerti dan tau dengan kerjaan ku ini ? tanya Anisa


"beby"Di perusahaan itu akulah direktur dan sudah pastinya aku bisa dan tau semua pekerjaannya


maaf ya sayang bukan maksud nya aku meninggikan diri ? tapi aku bisa kok bantuin kamu mengerjakannya ? ucap Irwan tersenyum tipis


ya sudah kalau begitu kita langsung ke ruangan kamu dan kita langsung saja mulai mengerjakan pekerjaan kamu


kemudian mereka berjalan dengan langkah santai menuju ruangan kerja Anisa,lalu Anisa menunjukan pekerjaannya kepada Irwan dan Irwan hanya tersenyum melihat itu


Irwan langsung mengerjakan yang seharusnya pekerjaan itu di kerjakan oleh Anisa akan tetapi hari ini ia di bantu oleh seorang CEO Thiess


Irwan mengerjakannya dengan begitu teliti dan sangat baik,tanpa waktu lama ia selesai mengerjakannya dan menyerahkan kembali laptop itu kepada Anisa


"kenapa sayang"tanya Anisa yang tidak tahu ? karna sewaktu Irwan mengerjakan pekerjaannya itu ia duduk di sofabed dan meluruskan kakinya yang terasa begitu keram

__ADS_1


"sudah selesai beby"ucap Irwan terkekeh pelan


astaga kok kamu mengerjakannya begitu cepat sayang,gumamnya dalam hati


lalu Anisa mengecek laptopnya dan memperhatikan yang tadi di kerjakan oleh Irwan,dan ternyata Irwan mengerjakannya dengan begitu baik dan hasilnya juga begitu bagus


"ya sudah sebaiknya kita pulang sekarang ya"ajak Irwan lembut


"tapi sayang"kamu kan capek ? apa kamu mau mengantar aku pulang ke rumahnya Tante


"loh kenapa harus pulang ke rumah Tante"kita juga kan punya rumah ? jadi sebaiknya kita pulang ke rumah kita aja beby ? ledek Irwan


"sayang tapi kita kan belum menikah"


"ya sudah ayo kita pulang"ajak Irwan seraya mengulurkan tangannya


Anisa hanya mengikuti langkah kaki Irwan dan langsung pulang, sebelum pulang ke kediamannya ia terlebih dulu mengantar pujaan hatinya


"sayang terima kasih ya"ucap Anisa mencium punggung tangan Irwan

__ADS_1


__ADS_2