
Kemudian Ardi makan makanan yang di bawakan adik iparnya,Ardi begitu menikmati makan siangnya
"walau terlihat judes tapi kamu baik juga ya dek"gumamnya dalam hati
setelah ia selesai menyantap makanan itu kemudian ia kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda dan setelah ia selesai kini ia membereskan meja kerjanya dan alat yang lainnya lalu ia pun berjalan menuju halaman depan kantor
ia mengambil sepeda motor kesayangannya yang biasa ia parkirkan di tempat parkiran biasa,ketika ia menaiki motornya ia melihat Anisa yang tengah duduk dengan seorang lelaki di sebuah warung lesehan yang ada di dekat kantornya
"itu siapa ya"apa mungkin pacarnya Anisa ? ucapnya sendiri
kemudian Ardi berjalan mendatangi Anisa
"ehmmm"
"eh abang"kok belum pulang ? ucap Anisa lembut
"oh tadi abang banyak kerjaan"baru aja selesai ? jawabnya pelan
"oh ya bang sampai lupa"ucap Anisa tersenyum tipis
"kenalin dulu bang, ini temannya Anisa"
"temannya toh kirain tadi pacarnya kamu anisa"gumamnya dalam hati
setelah tau kini Sumardi berjalan kembali ke arah motornya dan sesampainya ia menghidupkan mesin dan mengemudikan dengan begitu cepat
di perjalanan ia melihat penjual sate dan ia pun memberhentikan motornya
__ADS_1
"antriannya begitu ramai"bisa bisa 1 jam aku nunggu ? ucapnya dalam hati
kemudian Ardi duduk di pinggiran jalan itu dengan sabar menunggu antrian
setelah ia mendapatkan apa yang dia inginkan kini Ardi kembali melajukan sepeda motornya dengan membelah keramaian jalan ibu kota sore itu
setibanya di kediaman sang mertua Ardi langsung berjalan dengan langkah cepat menemui sang istri
setibanya di kamar ia tidak melihat adanya istrinya kemudian ia meletakkan sate yang ia bawa untuk istri dan mengganti pakaiannya
setelah ia selesai kini ia berjalan menyusuri ruang demi ruangan untuk mencari keberadaan sang istri
"ia melihat istrinya duduk dengan begitu santai di halaman belakang"
"ngapain ya dia kelihatannya begitu santai"ucapnya sendiri
"kamu lagi buatin apaan sayang"kok ada banyak buah begini ?
"aku kepingin makan rujak mas"tapi aku gak bisa beli di luar karna aku takut ? ucap Eka
"astaga sayang"kan ada aku ? kamu kan bisa bilangin ke aku ?
"iya sih mas"tapi aku enggak mau merepotkan kamu mas ? ucap Eka tersenyum manis kepada suaminya
kemudian Ardi duduk dan membelai rambut sang istri yang begitu indah terurai
"sayang kalau kamu pengen sesuatu kamu bilangin ke aku ya"ucap Ardi dengan lembutnya
__ADS_1
"eka hanya menganggukkan kepalanya"
"oya sayang sarah dimana"tanya Ardi dengan mengalihkan pembicaraan
"tadi pagi sarah pergi mas"
"hah pergi dari pagi"kenapa jam segini belum pulang sayang ? emang dia perginya sama siapa ? tanya Ardi yang begitu khawatir
"iya mas"Sarah pergi dari tadi pagi ? tadi pagi begitu kamu pergi ke kantor tiba-tiba mama dan papa ada urusan mendadak di kampung halamannya mas ? jadi mereka pergi
"loh terus Sarah kenapa kamu biarin ikut kakek dan neneknya"
"mas"Sarah itu tidak mau tinggal ? kemana nenek dan kakeknya pergi pasti dia selalu ikut ? kamu lihat sendiri kan ? jelas Eka
kemudian Ardi melabuhkan sebuah pelukan kepada istrinya dan mencium puncak kepala sang istri
"nanti kita buat ya adeknya Sarah"bisik nya pelan
"masih siang mas"jawab eka
"mau siang mau malam kalau sudah kepingin gimana coba"ucap Ardi terkekeh pelan
"ya sudah ayo kita masuk sayang"karna tadi aku ada bawakan sesuatu buat kamu
"bawain apaan mas"ucap Eka tersenyum
"ada deh........"ucapnya terhenti dan menarik tangan istrinya lembut
__ADS_1