Menikahi Seorang Janda

Menikahi Seorang Janda
bab 49


__ADS_3

"Mas dan mbak nya mau pesan apa"tanya nya pelan


"saya mau pesan Es kelapa muda aja mas"


"saya juga mau es kelapa muda"potong Anisa cepat


memang di tempat yang begitu sejuk di tambah dengan minuman es kelapa rasanya pasti semakin nikmat


siang berganti sore dan sore itu mereka begitu menikmati suasana di taman itu Irwan merebahkan tubuhnya dan memandangi langit langit yang begitu indah


Lalu Anisa merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di atas bahu Irwan


"kamu lihatin apaan sih sayang"tanya Anisa yang masih tidak tahu


"aku cuma melihat langit yang di tutupi banyak kabut"


"loh kalau banyak kabut itu pastinya akan hujan sayang"ucap Anisa


"belum tentu beby"mendung itu bukan berarti hujan ? ucap Irwan lembut seraya membelai rambut kekasihnya


di saat mereka tengah asyik berbicara terdengar deringan telpon Anisa


Anisa meraih benda pipih berwarna hitam miliknya dan melihat ke arah layar yang ternyata menelpon itu abang iparnya


"kok gak di angkat beby"tanya Irwan pelan

__ADS_1


"malas aja sayang"apa dia tidak tahu kalau kita lagi berduaan gini ?


"memangnya siapa yang menelpon" tanya Irwan


"suami kak Eka ya abg ipar sayang"jawab Anisa tersenyum


Anisa tidak menjawab telpon dari abang iparnya akan tetapi Ardi yang masih khawatir dengan adik iparnya ini menghubungi kembali dan berkali kali dia menghubungi nomor adik iparnya


"angkat dulu"mungkin ada yang penting ? ucap Irwan pelan


kemudian Anisa mengusap tombol hijau di ponselnya


"kamu di mana dek"kok jam segini kamu belum pulang ? tanya Ardi


"a-aku masih ada urusan bang"nanti aku pulang ya ? ucap Anisa dan mematikan telponnya sepihak


setelah selesai menerima telpon kini Irwan menatap wajah Anisa dengan tatapan tajam yang begitu dekat dan semakin dekat


jantung Anisa yang berdetak sangat kencang dan merasa takut oleh tatapan Irwan


tatapan Irwan semakin dekat dan di antara kedua hidung pun bertabrakan lalu Irwan melabuhkan sebuah kecupan di bibir mungil Anisa akan tetapi Anisa cepat menarik wajahnya dan menepis Irwan


"sayang kamu apaan sih"ini taman banyak orang jadi gak pantas hal itu kita lakukan ? karna pastinya semua orang akan melihati kita ? ucap Anisa jelas


"jadi gimana"namanya sudah kepingin ? gerutu Irwan

__ADS_1


kalau kamu kepingin ya secepatnya dong kamu nikahin aku, jangan hanya nafsu doang tapi keberanian untuk menikahi aku tidak ada ? ucap Anisa jelas


Irwan terdiam mendengar ucapan Anisa dan memegangi puncak kepala Anisa lembut


"maaf ya sayang"aku khilaf ? ucap Irwan


"iya gak apa kok sayang"namanya juga manusia pasti punya khilaf ? jawab Anisa


elu enggak tau sih beb padahal aku juga kepingin tapi tempatnya ini yang memang sangat tidak cocok untuk kita melakukan itu ? gumam Anisa dalam hati


ya sudah sebaiknya kita pulang sekarang ya sayang karna sudah jam 5:30 ucap Irwan pelan


astaga elu ya Irwan apa kamu tidak tahu kalau aku sedang kepingin ? ucap Anisa dalam hati


Anisa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


kemudian Irwan bangkit dan meraih tangan Anisa lalu mereka berjalan menuju mobil yang terparkir di area parkiran lalu Irwan mengemudikannya dengan cepat


sebelum pulang Irwan terlebih dulu mengantarkan Anisa ke kediaman Tante nya dan setibanya Anisa turun dan berkata


"beb kita masuk yuk"tawar Anisa


"enggak usah sayang"lain waktu aja ? jawab Irwan pelan dan mengemudikan mobilnya membelah keramaian jalan sore itu dan setibanya di kediamannya ia berjalan dengan langkah gontai menuju kamarnya


setibanya ia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur miliknya

__ADS_1


"ternyata kamu bukan seperti yang aku pikirkan Anisa"maaf ya Anisa ucapnya sendiri dan memegangi kepalanya


__ADS_2