
seketika Eka masih duduk dengan santainya menonton televisi lalu Ardi menggendong tubuh istrinya menuju kamar
sesampainya Ardi langsung mengecup kening,pipi lalu ke bibir sementara tangannya yang terus meraba hingga mengeluarkan ******* yang keras dari istrinya yang membuat Ardi semakin bersemangat untuk melakukannya
lalu mereka melakukannya dengan begitu lama hingga akhirnya mengeluarkan cairan putih yang hangat
setelah mereka selesai kini keduanya terbaring lesu di atas tempat tidur
"mas ayo mandi dulu"ucap Eka sambil mencolek hidung suaminya
"kamu mandi duluan aja sayang"aku mau istirahat dulu ? capek ? jawab Ardi tersenyum tipis
"oke kalau gitu aku mandi dulu ya sayang"lalu Eka berjalan dan mengambil handuk miliknya lalu pergi ke kamar mandi untuk ia membersihkan tubuhnya
"mas kamu mandi dulu"ucap Eka lagi
"iya sayang"kemudian Ardi bangun dari tidurnya dan segera membersihkan tubuhnya di kamar mandi,ketika selesai ia kembali ke kamarnya dan mengambil piyama yang akan ia pakai tidur malam ini
"sayang apa kamu sudah makan malam"tanya Ardi tiba tiba padahal jam sudah larut malam
"iya aku udah makan kok"emangnya kenapa mas ?
"aku lapar sayang"ucap Ardi yang memegangi perutnya
ya sudah jikalau kamu lapar ayo sebaiknya kita makan dulu,kamu mau makan apa biar aku masakin sayang ? ucap Eka pelan
aku tidak ingin apa-apa, cukup kamu temenin aku makan aku sudah bahagia sayang ? ucapnya seraya mengecup kening istrinya
__ADS_1
mereka berjalan dengan langkah santai menuju belakang lalu eka mengambil piring dan meletakkan nasi di atas piring itu dan memberikannya kepada suaminya
"mas ini nasinya"kamu makan ya ? ucapnya tersenyum
"ba-baik sayang"jawab Ardi yang terbata dan mengulurkan tangannya
*****
jam sudah begitu larut malam sementara Anisa yang tadi keluar bersama Irwan belum juga pulang
mereka begitu menikmati suasana di taman malam itu dan melihati bulan serta bintang bintang
"beby"apa tidak sebaiknya kita pulang
"aku tidak mau"aku malas sayang ? ucap Anisa tegas
"ya sebenarnya sih aku tidak ada masalah hanya saja aku merasa diriku di rumah itu sangat berbeda sayang"
"tapi Tante memperlakukan kamu baik kan"tanya Irwan kembali
"iya Tante baik sih"dia memperlakukan aku dengan begitu baik ? ucap Anisa yang begitu memperhatikan Irwan
lalu pandangan di antara keduanya semakin dengan dan semakin tajam hingga hidung mereka bertabrakan
Irwan yang tidak bisa menahan hasrat lalu ia mengecup pipi lalu ke bibir sementara tangannya yang tidak bisa diam terus meraba di tubuh mungil Anisa
Anisa begitu menikmatinya lalu sontak Anisa tersadar akan kelakuan mereka lakukan malam itu
__ADS_1
"sa-sayang"jangan sekarang aku belum bisa ? ucap Anisa yang terbata
"kenapa sayang"kenapa kamu terus menolak berhubungan dengan aku ? tanya Irwan
"sebenarnya sih aku tidak menolak tapi kan kita belum menikah sayang"kita masih pacaran dan jikalau nanti kamu pergi dan meninggalkan aku ? gimana coba kamu pikirkan ? ucap Anisa yang membuat Irwan berpikir
"iya kamu memang benar sayang"kamu begitu menjaga kesucian kamu ? karna itulah aku begitu menyukai kamu ? terima kasih ya sayang,gumamnya dalam hati
ya sudah kalau begitu secepatnya kita akan menikah sayang ? apa kamu sudah siap menikah dengan ku ? tanya Irwan
"aku siap jika kamu juga siap menghalalkan aku"jawab Anisa tegas
ya sudah kalau begitu kita pulang ya ? karna ini sudah larut malam,ucap Irwan
"ayo sayang"jawab Anisa yang mengulurkan tangannya kepada Irwan
kemudian mereka langsung pulang,dengan cepatnya Irwan membelah keramaian jalanan kota malam itu
tak lama mereka sampai di kediaman tante Anisa namun Anisa tampak begitu berat untuk turun dari mobil
"sayang sudah sampai"kenapa tidak turun ? ucap Irwan
"aku malas sayang"jawabnya dan turun dari mobil lalu berjalan masuk ke rumah
"Anisa kenapa ya"pasti dia ada masalah karna tidak biasanya dia seperti itu ? ucap Irwan sendiri
malam berganti pagi dan pagi itu Anisa begitu cepat bersiap untuk berangkat ke kantor
__ADS_1