Menikahi Seorang Janda

Menikahi Seorang Janda
bab 38


__ADS_3

siang ke sore namun mereka masih betah berada di pantai itu,terlebih Sarah begitu menikmati suasana di pantai seraya ia mandi dengan begitu senangnya


"tante"teriak sarah yang begitu keras kepada anisa


anisa hanya tersenyum melihat keponakannya yang begitu menikmati suasana sore itu, kemudian anisa berjalan menghampiri keponakannya


"sayang jangan kelamaan main air nya"nanti kamu bisa sakit lo ? ucap anisa seraya memegangi puncak kepala sarah


"bragggg"suara siraman air oleh sarah kepada tante nya ?


"ih kamu jahat banget sih"ucap anisa kesal


kemudian sarah datang dan menarik lengan sarah dengan lembut


"sarah ayo kita pulang"sudah sore lo ? bisik nya


"sarah mengangguk setuju"dan berjalan mengikuti langkah anisa seraya memegangi tangan sarah dengan lembut dan sesampainya di tempat sang ibu kini ia melihat dengan berbagai macam menu yang sudah di hidangkan oleh pemilik caffe


"mama"makanannya kok banyak banget sih ? ucap sarah yang begitu kekanakan


"sayang"kita makan dulu ? nanti setelah itu kita langsung pulang ? ucapnya lembut

__ADS_1


"oke mama"jawab eka singkat dan dengan cepat mengambil makanannya lalu menyantapnya dengan begitu lahap


"astaga sayang"makannya pelan ? pelan juga gak ada yang ngejar kok ? ucap anisa cepat


"ih Tante"Tante nggak bisa kan makan seperti sarah ? ucapnya sambil tertawa sembringah


loe kira gue engga bisa makan seperti cara elu ? bukannya engga bisa bocil tapi tante malu karna udah tua begini ? gumamnya dalam hati


"anisa terkekeh pelan mendengar ucapan keponakannya"


"ya sudah kamu makan lagi ya" ucap anisa


"makan yang banyak biar gendut"sambung anisa sambil terkekeh pelan


setelah semuanya selesai kini mereka berencana untuk pulang karna jam juga sudah menunjukkan pukul 6:10 wib


"sebaiknya kita pulang sekarang ya"ucap sumardi pelan kepada istrinya dan anisa


"iya mas"kita pulang sekarang karna hari juga udah mau gelap ?


"anisa hanya diam dan mengangguk setuju" anisa tidak mau banyak bicara karna ia takut salah bicara kepada abang iparnya dan dia hanya memilih untuk diam

__ADS_1


kemudian semua bangkit dari duduknya dan berjalan menuju parkiran mobil sementara sumardi berjalan ke arah pemilik warung dan membayar pesanan mereka


setelah selesai kini ia berjalan dengan langkah gontai menuju tempat di mana ia memarkirkan mobil dan sesampainya ia langsung masuk dan menghidupkan mesinnya


"apa semua sudah siap"tanya sumardi pelan


"iya bang"sudah kok ? jawab anisa lembut


kemudian sumardi mengemudikan mobil, membelah keramaian jalanan sore itu dengan begitu hati-hati


tak perlu waktu lama akhirnya mereka pun tiba di kediaman mama eka


"sesampainya di kediaman mama eka"sarah turun dengan begitu cepat dan berlari ke arah nenek dan kakeknya


"nenek"teriak sarah


"ehh awas jangan lari" nanti kamu jatuh sarah ? ucap neneknya tegas


"iya nek"jawab sarah patuh


kemudian ia masuk dengan kakek dan neneknya sementara Sumardi,eka dan anisa berjalan dengan langkah yang begitu santai

__ADS_1


anisa,eka dan sumardi berjalan menuju kamarnya masing masing dan setelah sampai kini anisa segera mengambil handuk miliknya dan berjalan menuju kamar mandi


setibanya di kamar mandi ia segera membuka pakaiannya satu persatu hingga yang hanya tersisa hanya CD miliknya, kemudian ia pun membasahi tubuh mungilnya dengan air yang begitu sejuk


__ADS_2