
Irwan hanya tersenyum mendengar ucapan dari mama nya Anisa,ia menahan ucapannya karna ia tidak mau di katakan sombong dan angkuh
"saya tidak memiliki orang tua Tante"saya hanya memiliki paman dan itupun berada di kampung ?ucap Irwan lembut
"apa kamu sudah tidak memiliki orang tua dan hanya memiliki paman"
"berani-beraninya kamu mendekati anak saya dan ingin menikahinya"nanti kamu kasih anak saya makan apa ? ucap mama Anisa dengan wajah merahnya
"saya yakin saya bisa kok Tante"jawab Irwan pelan
karna terdengar suara yang cukup keras kini Ardi dan Eka pun berjalan menemui Tante nya
"Tante, Anisa ada apa ini"ucap Eka pelan
laki-laki ini ingin menikahi Anisa apa menurut kamu pantas jika dia menikah dengan Anisa ? jawab mama Anisa keras
"iya cocok banget malahan"Anisa cantik dan pacarnya juga tampan ? oya nama kamu siapa ? ucap Eka seraya mengulurkan tangannya
mama Anisa kelihatan bertambah marah karna jawaban Eka yang berpihak kepada Anisa dan irwan
"itu kakak sayang"bisik Anisa pelan
"Irwan kak"ucap Irwan pelan
Anisa kamu buatkan minuman dulu ?perintah Eka
kemudian Anisa berjalan cepat dan membuatkan minuman untuk mereka
"ini minumannya kak"ucap Anisa dengan wajah menunduk karna ia tidak ingin Irwan di permalukan
diminum dulu kopi nya Irwan,ucap Eka lembut
Tante aku bukannya mau ikut campur dengan urusan Anisa akan tetapi jikalau memang Anisa dan Irwan memang merasa cocok sebaiknya kita kasih dukungan dong
tapi Eka,tapi Tante tidak mau kalau mantu Tante tidak bekerja ?
__ADS_1
"memangnya Tante tau kalau Irwan tidak bekerja"ucap Eka lagi
Tante walau sekalipun Irwan tidak bekerja, tapi kalau Anisa sudah merasa cocok dengan hubungan yang di jalaninya ini kita hanya bisa kasih dukungan ? ucap Eka yang mencoba memberi nasihat
"pokoknya Tante tidak mau dan tidak mengijinkan kalau Anisa menikah dengan dia"ucap mama Anisa dan menghentakkan kaki nya pergi meninggalkan semuanya
"Irwan kamu yang sabar ya"ucap Ardi menepuk bahu Irwan lembut
"iya bang"jawabnya singkat
"walau seperti apa dan apa pekerjaan kamu asalkan kamu mau dan semangat menghidupi Anisa kami pasti dukung kamu"ucap Ardi
"abang juga tidak memiliki orang tua tapi abang tetap semangat"sambung Ardi
mendengar ucapan Ardi tampak kembali semangat irwan
terdengar suara deringan telpon Irwan
"sayang hp kamu bunyi tu"ucap Anisa
"diam nanti malu dianya sayang"ucap Ardi tersenyum
kemudian Irwan meraih benda pipih berwarna silver yang ia letakkan di kantong saku nya lalu mengangkat telpon itu
"iya ada apa"ucap Irwan
"maaf pak sebelumnya sudah mengganggu waktu istirahat bapak"namun ada sebuah dokumen yang harus bapak tanda tangani
"memangnya harus sekarang"tanya Irwan
"iya pak"harus di tanda tangani sekarang dan di serahkan sekarang ? karna PT.Mawar mau kerjasama secepatnya pak
"ya sudah kalau begitu apa kamu bisa datang kemari"ucap Irwan
"nanti saya sharelok"sambung Irwan
__ADS_1
tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu
"assalamualaikum"ucap Alpin yang mengetuk pintu
lalu Anisa berjalan dan membukakan pintu untuk Alpin
"maaf mbak,pak Irwan nya ada"tanya Alpin
"sebentar saya panggil kan dulu"ucap Anisa
"bang ada yang nyariin kamu tuh"ucap Anisa kepada Irwan
kemudian Irwan berjalan dengan langkah cepat menuju depan
pak ini dokumen yang harus bapak tanda tangani,ucap Alpin seraya mengulurkan tangannya
sebelum menanda tanganinya ia terlebih dulu membaca,oke Alpin ini saya sudah tanda tangani,ucap Irwan dan memberikan kembali dokumen itu
"saya permisi ya pak"ucap Alpin sopan
setelah selesai kini ia kembali ke ruang tengah dimana Anisa dan kakaknya tengah menunggu dirinya
"yang tadi itu siapa"tanya Anisa
"oh itu Alpin Manager di perusahaan"
"lalu dia menemui kamu untuk apa bang"tanya Anisa lagi
"ini ya ini ucapnya seraya menunjukan jari-jari tangannya"
"apa ih aneh"jawab Anisa terkekeh pelan
"tanda tangan"dia perlu tanda tangan ? ucap Irwan tersenyum
kok bisa ya Seorang manager di perusahaan meminta tanda tangan kepada Irwan,emang dia kerja di perusahaan mana dan apa jabatannya,gumam Eka dalam hati
__ADS_1