Menikahi Seorang Janda

Menikahi Seorang Janda
bab 57


__ADS_3

selesai makan siang semua asyik dengan urusannya masing-masing,sementara Anisa yang bersama orang tua nya saling melepas rindu dengan pelukan dan air mata,lalu mama Anisa mengajak dia untuk kembali ke Thailand


"ma-maaf ma"bukannya Anisa tidak ingin pulang bersama mama tapi Anisa di sini sudah bekerja ma ? ucap Anisa pelan


bekerja ? kamu bekerja dimana sayang ?


Anisa hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan mama nya


terdengar deringan telpon Anisa


"beby kamu dimana"tanya Irwan


"aku cuma di rumah Tante aja"emang kenapa ?


"sore ini kita jalan yuk"ajak Irwan


"aku mau sih"tapi mama aku sedang bersama aku di rumahnya Tante ? jadi apa mungkin aku pergi dan meninggalkan mama di sini sendirian sayang ? ucap Anisa jelas


"mama ada disana"tanya Irwan yang memang tidak mengenali calon mertuanya itu


"iya"jawab Anisa singkat


ya sudah kita batalin aja,sore ini kita tidak usah jalan-jalan dulu ya beby, ucap Irwan dan mematikan ponselnya


aku kan belum kenal calon mertua ?sebaiknya aku temui dan meminta izin dan restu untuk menikahi Anisa ?gumamnya dalam hati


sore itu Irwan berpenampilan sangat menarik tidak seperti biasanya dan dengan segeranya melajukan mobilnya menuju kediaman Eka

__ADS_1


kedatangannya yang tidak di ketahui oleh Anisa membuat dia sedikit kebingungan karna pintu rumah yang masih terkunci dan Irwan mengetuk beberapa kali tapi tidak ada jawaban


kemudian Irwan duduk di sebuah kursi yang ada di teras depan itu lalu memainkan ponselnya dan menghubungi Anisa


"beby"apa kamu masih di rumah Tante ? tanya Irwan


"iya sayang"


"sekarang aku ada di depan beby"ucap Irwan pelan


"hah kamu ada di depan"tanya Anisa yang sedikit bingung


"iya sekarang aku berada di depan rumahnya Tante"apa kamu bisa membukakan pintu dulu ? tanya Irwan dengan sendu


"ya sudah ini kan pintunya sudah aku bukakan sayang"kamu aja yang tidak melihat aku dari tadi ? ucap Anisa menepuk bahu Irwan lembut dan tertawa sembringah


Irwan hanya menganggukkan kepala dan mengikuti tapak kaki Anisa dari belakang


"sayang"kamu duduk di sini sebentar ? ucap Anisa dan menunjuk ke arah sofabed


Anisa berjalan kebelakang dan membuatkan Irwan secangkir coffe


"sayang kamu minum dulu ya"ucapnya dan berjalan cepat menuju kamarnya untuk memanggil mama nya


"mama"ucap Anisa pelan


"iya sayang ada apa"

__ADS_1


"a-aku cuma mau mengenalkan mama dengan pacar aku,orang yang aku cintai"ucap Anisa dengan wajah menunduk


"lalu sekarang dia ada dimana"apa kita harus keluar untuk menemuinya ? tanya sang mama


"iya enggak harus keluar sih ma,cukup di ruang tengah aja"karna sekarang dia ada di sini ma ? ucap Anisa pelan


"ya sudah ayo kita temui"mama juga pengen kenal seperti apa sih laki-laki pilihan kamu ? sampai-sampai kamu menolak perjodohan mama ? ucap mama nya dan mengungkit masa lalu


kemudian mereka berjalan dengan langkah santai dan setibanya di ruang tengah mata sang mama terbelalak melihat ketampanan Irwan


"astaga tampan banget pilihan kamu Anisa"gumamnya dalam hati


"assalamualaikum Tante ucapnya seraya mencium punggung tangan mama Anisa"


"waalaikumsallam"silahkan duduk aja ? oya ngomong-ngomong hubungan kalian sudah seberapa jauh ?


"oya kamu bekerja dimana"karna Tante tidak mau punya mantu pengangguran ?


belum Irwan menjawab tapi mama nya Anisa langsung berbicara panjang lebar


Irwan hanya tersenyum mendengar ucapan mama Anisa


hubungan saya dan Anisa belum jauh sih Tante,tapi aku berencana untuk segera menikah dengan Anisa,aku datang kesini untuk minta izin dan restu dari Tante ? ucap Irwan tegas


"hah kamu mau menikahi anak Tante"yang benar saja ? sementara Tante aja belum tau siapa kamu,dan seperti apa keluarga kamu ? jawab mama anisa yang begitu sombong


"mama udahlah"mama jangan kayak anak kecil dong ? potong Anisa karna ia tidak mau Irwan sakit hati akan omongan mama nya

__ADS_1


Irwan memang sudah tidak memiliki orang tua,namun karna tekat dan kegigihannya ia mampu mendirikan sebuah perusahaan tekstil ternama di kota itu


__ADS_2