
Dengan santai ia duduk menunggu pria idamannya,ia melihat ke arah arloji yang ia pakai di sebelah kiri tangannya
"aihh kok kamu lama banget sih"aku sudah menunggu kamu 30 menit tapi kamu belum juga muncul ? ucap Anisa sendiri
ia mendengar suara klakson yang berkali kali akan tetapi ia tidak bisa melihat karna kaca mobil yang masih tertutup dengan striker kaca yang tebal
kemudian Anisa berjalan mendekati mobil dan memukul kacanya dengan keras
"heh kamu apa apaan"apa kamu tidak tau kalau suara klakson mobil mu ini bising ? ucapnya kesal
kemudian Irwan turun dari mobilnya dan langsung memeluk tubuh mungil Anisa
"heh kamu apa apaan kok main peluk begini"gerutu Anisa
kemudian Irwan mendekap seraya memperhatikan wajah Anisa dengan tatapan tajam
"rupanya kamu beb"maaf aku tidak tahu ? ucap Anisa dan membalas pelukannya
"ya sudah ayo kita pergi dari sini nanti abang ipar aku melihat kita yang bermesraan gini dia pasti akan marah" ucap Anisa jelas
__ADS_1
lalu Irwan berjalan dan membukakan pintu mobil untuk Anisa
"silahkan masuk sayang"ucap Irwan lembut
"terima kasih sayang"
kemudian Irwan masuk dan duduk di kursi kemudi lalu menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota siang itu yang begitu ramai
sesampainya di sebuah taman yang begitu indah di pandang oleh mata,ketika Irwan hendak masuk dan memarkirkan mobilnya sontak Anisa berkata
"apa tidak ada tempat lain"ucap Anisa
"kamu tidak suka tempat ini beby"jawab Irwan pelan
lalu Irwan memutar balik arah dan mengemudikan mobilnya dengan cepat sesampai di taman ke dua yang ia tuju ia dengan cepat memberhentikan mobilnya dan turun bersamaan dengan Anisa
"walau kamu suka atau enggaknya dengan taman yang ini itu terserah kamu aja"karna aku capek jalan terus ? gumamnya dalam hati
"oya bagaimana dengan taman yang ini,apa kamu menyukainya sayang"tanya Irwan dengan polosnya
__ADS_1
"suka sih tapi engga mungkin juga kan kita duduknya di trik panas matahari begini"ucapnya tersenyum kepada Irwan
"iya kita engga duduk disini sayang"jawab Irwan terkekeh pelan
kemudian ia meraih tangan Anisa dan berjalan menuju salah satu tempat paporit nya yang ada di bawah pohon yang begitu rimbun sehingga membuat suasana semakin dingin
"wah tempatnya bagus banget sayang"ucap Anisa dengan senangnya
"dulu aku sering kesini bersama,,,,,"ucapannya terhenti seketika
"ooo jadi dulu kamu sering kesini bersama pacar kamu ya"jawab anisa cepat
"astaga sayang"bukan itu ,,,tapi ?
"tapi kenapa"tapi kamu tidak sanggup jika mengingat itu kembali ? ucap Anisa terkekeh pelan
"dulu semasa aku masih SMP mama aku sering bawa aku ke taman ini dan tepatnya du bawah pohon yang rimbun ini"tapi semenjak mama meninggal aku sama sekali tidak pernah menginjak taman ini lagi ? baru ini pertama aku ke taman ini,itupun sama kamu ? taman ini begitu mengingatkan aku dengan mama ? ucap Irwan seraya mengusap air matanya yang sempat menetes menahan kesedihan
"ma-maaf sayang" aku tidak tahu itu ? jawab Anisa yang terbata
__ADS_1
"iya gak papa kok"ucap Irwan singkat
tak lama kemudian mereka di datangi seseorang yang bekerja di taman itu dan bertanya