Menikahi Seorang Janda

Menikahi Seorang Janda
bab 41


__ADS_3

sesampai di kediaman mertua ardi memarkirkan sepeda motornya di parkiran biasa ia parkirkan dan berjalan dengan langkah gontai seraya ia memapah sang istri karna ia khawatir istrinya terjatuh


Ardi langsung membawa istrinya menuju kamar dan setibanya di kamar ia membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang sementara ia berjalan menuju dapur dan memanaskan air


setelah selesai kini ia berjalan kembali menuju kamar dengan membawakan air hangat


"itu apaan mas"tanya eka pelan


"oh ini"air hangat sayang ? ucap ardi


"buat apa"


"iya aku mau kompres kamu dulu sayang"biar badan kamu agak enakan ? jawab ardi tersenyum


"eka hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawabannya"


selesai mengompres sang istri kini Ardi kembali ke dapur mengantarkan sisa air yang sudah kotor dan kemudian ia membuatkan secangkir kopi untuk ia minum sendiri


Ardi duduk di ruang tengah bersama mertua yang sedang menonton televisi kemudian ia memberanikan diri untuk berbicara dengan sang mertua


"ayah"rencananya saya ingin mengajak eka pindah ke rumah saya yah ? ucap ardi dengan lembut


ardi selalu memanggil papa dan mama eka dengan sebutan ayah dan ibu,ia menyamakan panggilannya dengan ia memanggil orang tua nya dahulu, walau sekarang orang tua nya sudah almarhum akan tetapi ia sudah menganggap orang tua Eka seperti orang tuanya sendiri

__ADS_1


"kenapa harus buru-buru pindah nak"apa kamu merasa tidak nyaman berada di rumah ini ? ucap ibu mertuanya dengan lembut


"nyaman kok bu"saya nyaman di rumah ini ? tapi jikalau kami terus tinggal di sini tentunya rumah yang saya tinggalkan akan kosong bu"yah ? jawab sumardi pelan


walau sebenarnya ia belum siap untuk membicarakan masalah ini kepada mertuanya namun ia harus bisa dan berani untuk berkata


"ya sudah jika memang itu keputusan kalian ibu harap kalian bisa hidup akur dan damai ya nak"ucap ibu mertuanya


"apapun masalah yang nanti kalian hadapi tetap hadapi dengan kepala dingin"jangan mudah pasrah dengan ke adaan ? sambung ayah mertuanya


"oya nak kok kamu buatin kopi nya cuma satu sih"ucap ayah mertuanya terkekeh pelan


"oh iya yah"ayah mau juga ? tanya sumardi pelan dan berjalan meninggalkan mertuanya


"i-ini yah kopi nya" ucapnya terbata seraya memberikan secangkir kopi panas


"oh iya"terima kasih ya nak ? jawab mertua dengan lembut seraya tersenyum tipis


"ayah, ibu aku mau ke kamar dulu ya" ucap ardi dan pamit kepada mertuanya


mertuanya hanya menganggukkan kepalanya dan ardi berjalan dengan langkah santai menuju kamarnya


setibanya di kamar ia meletakkan kopinya di atas meja dan mengeluarkan laptop miliknya yang ia simpan di tas,ia membuka sebuah file dan mengerjakan pekerjaan di kantor yang tadi belum sempat ia kerjakan

__ADS_1


setelah ia selesai kini ia duduk dan merebahkan kepalanya ke ujung kursi


"sebaiknya aku dan eka harus segera pindah dari rumah ini"supaya kami juga bisa hidup dengan mandiri tanpa harus menyusahkan orang tua ? gumamnya dalam hati


tak lama kemudian eka terbangun dari tidurnya dan memanggil suaminya


"mas-mas"panggil eka


"ardi berjalan ke arah istri dan mengusap wajah sang istri dengan lembut"


"iya sayang ada apa" tanya Ardi


"mau pipis"ucap eka bermanja dengan suaminya


"terus mau aku temenin"ucap ardi terkekeh pelan


"iya enggak usah mas"bantuin buat jalan ? ucap eka tertawa sembringah


kemudian ardi mengangkat tubuh mungil istrinya dan memapah sampai ke pintu kamar mandi


"sudah mas" ucap eka lembut


kemudian ardi meraih tangan dan mengajaknya berjalan dengan pelan

__ADS_1


"aku harap kamu akan terus seperti ini mas"batin Eka


__ADS_2