Menikahi Seorang Janda

Menikahi Seorang Janda
bab 62


__ADS_3

Setelah semuanya selesai lalu Irwan membersihkan serta memindahkan piring dan makanan ke belakang lalu ia pun pergi ke kamar istirahat


Irwan hanya meletakan ponsel miliknya di atas meja nakas tanpa membalas pesan dari Anisa, kelihatan Irwan begitu kesal dengan Anisa lalu ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan tertidur dengan begitu pulas


malam itu di saat Irwan yang tidur dengan pulas Anisa masih memikirkan dirinya karna ia tidak tahu kesalahannya sehingga membuat Irwan begitu marah


"kok kamu sebegitu marahnya sayang"emang aku salah apa ? ucap Anisa sendiri


keesokan harinya Irwan bangun cepat seperti biasa karna ia harus bersiap untuk berangkat ke kantor


Irwan meraih handuk dan berjalan ke kamar mandi membersihkan tubuhnya pagi ini,setelah selesai Irwan membalut handuk itu ke sekeliling pinggangnya dan berjalan kembali ke kamar ? Irwan melihat ke arah ponselnya yang bergetar dan ia melihat nama Anisa ?


sebelum berangkat ke kantor pagi itu Anisa terlebih dulu menghubungi Irwan ? tapi Irwan hanya melihat tanpa mengangkat telpon dari Anisa


pagi itu Irwan hanya memilih pakaian yang akan ia pakai untuk kerja hari ini,setelah ia selesai kini ia menghadap ke sebuah cermin dan memoleskan pomade di rambutnya lalu menyisirnya dengan begitu rapi


setelah ia selesai kini ia berjalan ke halaman depan dan mengambil motor kesayangannya ? pagi ini ia tidak memilih untuk membawa mobil akan tetapi ia hanya menggunakan motor sport nya

__ADS_1


Irwan langsung mengendarai sepeda motornya dengan begitu cepat,di perjalanan Irwan melihat adanya toko bunga lalu ia berhenti di toko itu ?


"permisi mbak"ucap Irwan pelan


"iya mas ? ada yang bisa saya bantu"


"oya mbak kalau pagi-pagi begini wanita itu sukanya bunga apa ya"tanya Irwan tersenyum


saya tidak tahu mas ? tergantung orangnya juga sih,dia sukanya buka apa dan pastinya jika pagi-pagi begini juga ia akan menyukai bunga itu mas ?


"ya sudah mbak kalau gitu saya ambil bunga yang menurut mbak bagus dan di sukai wanita mbak"ucap Irwan


"ini mas bunga nya"ucap penjual bunga itu dan memberikannya kepada Irwan


kemudian Irwan berjalan ke arah motornya dan menghidupkan mesin motornya lalu ia mengemudikannya dengan begitu cepat,pagi ia ia membelah keramaian jalan ibu kota dengan begitu hati-hati.walau ia mengendarai motornya dengan sangat cepat akan tetapi ia sangat begitu hati-hati


sesampainya di kantor ia langsung memarkirkan motornya di tempat ia biasa meletakkannya dan berjalan masuk menuju ruangannya

__ADS_1


"aku kok nyari bunga yang di sukai wanita ya, sementara bunganya hanya aku letakkan di ruangan kerja"ucapnya sendiri dan tertawa sembringah


kemudian ia duduk di kursi kerjanya dan memandangi bunga itu lalu ia membuka laptop miliknya dan mulai mengerjakan pekerjaannya dengan begitu baik


pagi berganti siang dan siang itu Irwan pulang dengan sangat cepat, tidak seperti biasanya.siang ini dia pulang lebih dulu di banding dengan yang lain


"sepertinya kalau jam segini Anisa belum pulang"ahh sebaiknya aku temui dia di kantor ? ucapnya sendiri


kemudian Irwan melangkahkan kakinya dengan begitu cepat dan menaiki motornya lalu ia melajukan motornya dengan begitu cepat tak butuh waktu lama akhirnya ia sampai ke kantor Anisa


"ia meletakkan motornya di parkiran depan perusahaan itu dan duduk di sebuah kursi panjang yang ada di dekat area parkiran"


"loh kok kamu di sini lagi"ucap Velin wanita yang sewaktu itu bertemu dengan dia di warung


"iya saya sedang menunggu Anisa"jawab Irwan pelan dan tidak melihat ke arah Velin


memangnya Anisa siapanya kamu sih,kok kamu terus terusan dengan dia ? apa dia pacarnya kamu ?

__ADS_1


"kalau iya kenapa dan kalau bukan kenapa"jawab Irwan dengan cuek


"ihh lo ngeselin banget sih jadi cowok"ucap Velin dan pergi meninggalkan Irwan


__ADS_2