
Sesampainya di kamar milik Anisa ia melihat kalau Anisa sudah tidur kembali,sementara makanan yang tadi ia makan ia letakkan di atas meja nakas miliknya
"Astaga Anisa kamu makan kok sikit banget"ucap Eka pelan
Kemudian ia meraih makanan itu dan berjalan kembali membawakan makanan itu ke belakang dan sesampai nya ia kemudian membersihkan makanan itu
Setelah ia selesai kini ia merebus air untuk di buatkan Teh untuk Anisa
"aha teh nya sudah siap"baiknya aku antar dulu untuk Anisa, dia pasti mau minum
"namun Eka berpikir" Anisa kan sakit ? dia pasti butuh obat ? tapi gimana ya ,,,ucap Eka yang begitu kebingungan
Kemudian ia berjalan ke arah kamar milik Anisa dan sesampainya ia langsung meletakkan teh manis yang tadi ia buatkan untuk Anisa di atas meja nakas
Eka berjalan kembali menemui Suaminya
"Mas,,,mas,,,mas"ucap Eka dengan berteriak
"apa sih sayang"kok kamu teriak-teriak gitu ? emang ada apa ? ucap Ardi lembut
"ini lo mas"ucap Eka terbata bata
"ini lo mas" ini lo mas apa nya sayang ? ucap Ardi dengan mengulangi pembicaraan Eka
"ih kamu mas"jangan buat aku marah deh ? ucap Eka dengan kesal
__ADS_1
"iya apa sayang"coba ucapkan dengan baik
"Anisa kan sakit mas" tapi kita tidak memiliki obat untuk dia ? ucap Eka pelan
"Oh ,,,itu maksudnya kamu" ucap Ardi seraya mencubit pipi istrinya pelan
"iya mas Anisa pasti butuh obat" ucap Eka tersenyum
Ya sudah kalau begitu aku pergi ke apotek dulu untuk membelikan obat untuk Anisa
Ardi berjalan dengan langkah gontai untuk mengambil sepeda motor miliknya dan setelah ia sampai ia langsung melajukan sepeda motor miliknya dengan begitu cepat
Tanpa waktu lama Ardi pun kembali ke kediamannya dan menemui sang istri
"sayang,,,kamu dimana"ucap Ardi seraya mencari istrinya
Kemudian Ardi menunggu istrinya,sambil menunggu sang istri ia duduk dan membuka laptop miliknya dan kemudian memperhatikan pekerjaanya dengan perlahan
"Ardi tersenyum melihat hasil pekerjaannya yang begitu memuaskan tanpa harus memperbaiki"
"kamu sudah pulang mas"ucap Eka tersenyum melihat suaminya yang begitu cekatan
"iya sudah kok"oya sayang ini obatnya Anisa ? coba kamu lihat apa sudah benar ini obatnya ,,, ucap Ardi seraya memberikan obat itu kepada istrinya
"kemudian Eka melihat satu persatu obat nya"
__ADS_1
"Iya sudah benar kok mas" oya mas kamu kok cepat banget ya ? ucap Eka yang agak heran
"Iya dong aku kan pakai pesawat"ucap Ardi tertawa sembringah sambil mencandainya istrinya
"Kamu pasti ngebut kan"ucap Eka dengan wajah memerah
"Aku harus bilangin kamu berapa kali sih kalau mengendarai sepeda motor itu jangan ngebut"nanti kalau kamu jatuh dan kenapa napa gimana coba ? sambung Eka dengan amarah nya
"Iya aku minta maaf sayang"ucap Ardi menunduk karna merasa bersalah
Ya sudah kalau begitu aku mau ke kamarnya Anisa dulu,aku mau memberikan obat ini untuk dia,,,ucap Eka dan berjalan meninggalkan Ardi
"Tok,,,tok,,,tok"suara ketukan pintu oleh Eka
"Masuk,,,pintunya enggak aku kunci kok" teriak Anisa dari dalam kamar
Kemudian Eka membukakan pintu dan masuk menemui Anisa
"Anisa ini dek" ucap Eka seraya mengulurkan obat kepada Anisa
"Kamu minum obat dulu ya,supaya kamu cepat sembuh"ucap Eka seraya memegangi tangan Anisa
Anisa sangat terharu mendengar ucapan Eka dan Anisa merangkul tubuh mungil Eka dengan erat
"Terima kasih ya kak"kamu begitu baik dan begitu memperhatikan aku,,,ucap Anisa dengan meneteskan air mata krista miliknya
__ADS_1
"Kamu itu adek kakak dan kakak harus bisa memperhatikan kamu"walau sih terkadang kamu ngeselin tapi walau bagaimanapun kamu itu tetap adek kakak dan kakak harus bertanggung jawab sebagai kakak kamu ? ucap Eka sambil menepuk bahu Anisa dengan lembut.