
Eka tersenyum melihat kedua pasangan itu yang begitu akur lalu Eka dan Ardi berjalan menuju dapur
"sayang kamu mau aku masakin apa"ucap Eka lembut kepada suaminya
masak apa aja boleh yang terpenting itu kamu yang masak ?
oya mas Anisa dan Irwan kelihatannya begitu dekat dan sangat akur ya mas ? ucap Eka pelan
iya kelihatannya sih begitu tapi lantas kenapa Tante,mama nya Anisa kok melarang hubungan mereka sementara kan Tante belum mengenal siapa Irwan ?ketemu aja baru hari ini ? jawab Ardi sambil memegangi kepalanya
Eka hanya menggelengkan kepalanya karna ia juga tidak tahu alasannya
sambil ia menyiapkan bahan makanan yang akan ia masak nantinya ia masih berpikir akan sosok Irwan
oya mas kamu kan kerja di kantoran,pastinya kamu tau itu kan ?ucap Eka
Ardi tidak tahu maksud dari pembicaraan istrinya
"iya ada apa sayang"
katanya tadi yang datang menemui Irwan itu seorang Manager,kenapa ya manager itu meminta tanda tangan irwan ?apa kamu mengetahui itu mas?ucap Eka tersenyum
__ADS_1
"sayang kalau mengenai tanda tangan itu semua orang juga butuh tanda tangan"jadi sebaiknya kita tidak udah membahas itu ?karna belum tentu apa yang kita pikirkan dan ucapkan itu benar.sebaiknya kita tidak udah membahas itu karna yang ada dosa sayang ?jawab Ardi jelas seraya memegangi puncak kepala istrinya
Eka tersenyum melihat suaminya yang tidak pernah mau ikut campur dalam urusan orang lain karna belum tentu semuanya benar
"oya mas kamu bisa masak"ucap Eka yang mengalihkan pembicaraan
"iya bisa sih tapi itu dulu"ucapnya terkekeh pelan
bukannya dulu sama sekarang itu sama mas,kan yang masak dulu itu juga kamu? tanya Eka
iya sayang tapi sekarang aku tidak bisa masak karna aku sudah ada yang masakin yaitu kamu?ucap Ardi seraya mencolek hidung mancung istrinya
ihh kamu ya mas,aku juga kepingin makan masakan buatan kamu lo mas
aku mau makan oper ayam?apa kamu bisa buatin itu mas ? ucap Eka pelan
"ya sudah kalau begitu sini biar aku buatin"jawab Ardi tersenyum
kemudian Ardi mulai menyiapkan semuanya dan tanpa lama ia menyelesaikan masak oper ayam yang di inginkan istrinya
*****
__ADS_1
sementara Anisa yang masih duduk berdua dengan Irwan terlihat begitu santai dan akrab
"Beby apa kamu beneran mau menikah dengan aku" tanya Irwan dengan seriusnya
sayang kita pacaran itu sudah cukup lama dan tidak mungkin jikalau aku menolak untuk menikah dengan kamu ?
"ta-tapi bagaimana dengan mama kamu beby"mama kamu pasti tidak menerima aku
"sayang walau mama berkata apa tentang kamu"walau mama berkata apa yang jelasnya aku akan tetap memilih kamu sayang ?lagian mama juga belum tau dan belum mengenal kamu ?ucap Anisa jelas
"apapun yang mama aku katakan kamu jangan masukin ke hati ya sayang"sambung Anisa
gimana gue enggak masukin ke hati orang mama kamu bicaranya begitu dan membawa nama keluarga ? sementara kamu sendiri tau kalau aku sekarang tidak punya siapa-siapa lagi dan aku hanya hidup sebatang kara ?gumamnya dalam hati
"insyaallah aku bisa dan sanggup menghadapi semua ini beby"jujur sebenarnya niat dan tujuan aku kesini hanya untuk bertemu dengan mama kamu dan aku ingin membicarakan mengenai pernikahan kita ?ucap irwan pelan
tapi kalau mama kamu seperti ini ya kita harus menunggu dengan sabar ?sambung Irwan
sayang aku akan tetap sabar jikalau itu cinta untuk kita,asalkan kamu jangan berkhianat aja deh ? ucap Anisa tersenyum dan mencubit perut Irwan
"aw sakit banget beby"
__ADS_1
"manja banget sih kamu sayang"masa cuma cubitan gitu aja kamu kesakitan ?belum lagi aku tonjok pakai ini ?ucapnya seraya menunjukan kepalan tangannya kepada Irwan
kalau itu mah aku mau setiap hari ?canda Irwan yang tertawa sembringah