Menikahi Seorang Janda

Menikahi Seorang Janda
bab 27


__ADS_3

selesai mereka mengadakan meeting kini yang ada di ruangan itu hanya big bos dan sumardi sang big bos meraih sebuah amplop yang ia letak kan dalam tas miliknya dan kemudian ia memberikan amplop itu kepada Sumardi seraya menepuk punggungnya pelan


"ma-maaf pak"tapi saya tidak bisa menerima ini ? ucap sumardi terbata bata,yang seakan tau isi di dalam amplop yang di berikan oleh big bos nya


"sang big bos tersenyum tipis melihat reaksi sumardi"


"kamu pantas kok mendapatkan ini"ini bonus untuk kamu karna kamu sudah bekerja dengan sangat baik dan seluruh perusahaan yang bergabung dengan perusahaan kita merasa bangga dan menyukai cara kerja kamu? saya harap kinerja kamu kedepannya semakin bagus ? ucap big bos dengan jelas


"tapi pak"saya bukannya menolak pemberian dari bapak ? akan tetapi saya hanya ingin perusahaan ini bisa menaikkan gaji saya pak ? karna sangat tidak mungkin jika pekerjaan saya serumit dan sesulit ini dengan gaji yang begitu rendah pak ? jawab sumardi dengan jelas seraya menunduk kan kepala


"loh memangnya gaji kamu berapa"tanya big bos yang pura pura tidak tahu akan gaji Sumardi


"gaji saya itu di bawah UMR pak" jadi kalau terus terusan seperti ini ya saya tidak bisa bertahan lama bekerja di perusahaan ini pak ? karna saya juga butuh uang untuk belanja keperluan rumah dan istri saya ? ketus sumardi jelas


"ya sudah mulai bulan depan gaji kamu akan saya naik kan layaknya gaji seorang arsitektur"tapi saya minta satu hal,kamu jangan pernah meninggalkan perusahaan ini ? ucap big bos tersenyum

__ADS_1


"karna tanpa adanya kamu bisa bisa perusahaan ku ini bisa bangkrut dan hancur"gumamnya dalam hati


"baik pak"jika memang yang bapak katakan ini benar saya pasti akan bertahan dan akan bekerja dengan lebih baik lagi ? ucap sumardi semangat


"ya sudah kalai begitu saya pergi dulu karna masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan"ucap big bos dengan melangkahkan kaki nya keluar ruangan


"sumardi hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban kepada big bos nya"


"""""""""""'''"""""""""'"


sampai di rumah ia kemudian berjalan menemui sang istri yang masih tertidur dengan terbalut selimut tebal di dalam kamar


"akan tetapi eka tidak menjawab dan ia memilih untuk masuk karna istrinya tidak mengunci pintu kamar"


"oh kamu tidur ya sayang"gumamnya dalam hati

__ADS_1


sumardi melepas kancing komeja yang ia pakai dan melepas semua pakaian serta sepatu dan kemudian ia meraih handuk kecil yang tergantung dan pergi menuju kamar mandi karna ia hendak melepas penat dengan siraman air dan membersihkan seluruh tubuhnya


"andai dari dulu gaji aku di sesuaikan pasti aku kerjanya gak seperti ini dan pastinya aku akan mengerjakan pekerjaan itu dengan sebaik baiknya big bos"ucapnya sendiri dan di jawab sendiri


eka terbangun dari tidurnya karna ia mendengar suara siraman air yang begitu jelas


"aduh kok bisa bisa nya aku lupa mematikan airnya"ucap eka sendiri


kemudian ia bangun dari tidurnya dan ia melihat adanya pakaian suaminya yang masih berserakan di atas meja nakas


"oh kamu sudah pulang ya mas"aku kira lupa matiin air nya, ternyata kamu sedang mandi ? gumamnya dalam hati


tak lama kemudian sumardi keluar dari kamar mandi dengan membalut handuk yang mengelilingi pinggangnya dan tersenyum melihat sang istri yang masih duduk di tepian tempat tidur


"sayang kamu sudah bangun"ucap Sumardi lembut

__ADS_1


"maaf ya sayang"aku tidak tau kalau kamu sudah pulang ? jawab eka dengan menunduk


"iya gak apa kok sayang"kalau kamu capek kamu lebih baik tidur lagi ? jawab sumardi seraya ia memakai pakaian yang biasa ia kenakan di rumah itu


__ADS_2