
malam berganti pagi dan pagi itu Anisa begitu cepat bersiap untuk berangkat ke kantor
"wih banyak banget makanannya sayang"ucap Ardi
Eka hanya tersenyum dan mempersilahkan suaminya duduk serta meletakkan nasi di atas piring kemudian ia memberikannya
"kamu makan yang banyak mas"supaya semakin bertenaga ? ucapnya yang terkekeh pelan
"begini juga bertenaga"
"iya bertenaga tapi hanya di kamu tidak ke aku"ucapnya tertawa sembringah
makanya Ardi sebelum melakukan hubungan dengan istri itu sebaiknya mempersiapkan diri dulu,jangan hanya memikirkan kepuasan diri sendiri
Ardi melahap makanan itu tanpa bersuara dan dengan cepat ia melahapnya hingga tak tersisa satu butir nasi pun di atas piringnya
"tambah lagi mas"tanya Eka seraya membubuhkan nasinya ke atas piring suaminya
"tidak usah aku sudah kenyang"
karna yang meletakkan nasi ini kamu jadi sebaiknya kamu saja yang makan ? ucap Ardi pagi itu yang begitu kesal mendengar omongan istrinya sendiri karna berkata kalau dia tidak ada bertenaga
"loh kamu marah"ucap Eka pelan
"enggak"
apa karna aku bilang kamu gak bertenaga terus kamu ngambek mas ?
__ADS_1
"enggak"
owh terus saja seperti ini mas ? pasti nanti rasanya sangat enak ? ucap Eka kesal
ya sudah aku mau berangkat kerja,nanti kalau kelamaan yang ada aku telat, oya kamu lihat Anisa ? ucap Ardi
"enggak mas"
"apa mungkin Anisa masih tidur"gumamnya dalam hati dan pergi meninggalkan istrinya
ia mengeluarkan motor kesayangannya dan menaiki lalu menghidupkan mesinnya dan membelah keramaian jalanan kota pagi itu
Ardi lebih memilih memakai sepeda motor kesayangannya ketimbang mobil milik istrinya,padahal istrinya selalu menyuruh untuk dia bawa akan tetapi ia tidak mau.ia lebih memilih dirinya sendiri ketimbang ia harus kelihatan keren dan kaya dengan milik orang lain sekalipun itu istrinya sendiri
*****
Anisa makan dengan santai karna jam masih sangat pagi dan orang-orang belum pada datang ke kantor,sehingga ia begitu menikmati sarapan paginya di warung itu
"ibu"panggil Anisa kepada pemilik warung
"iya mbak Anisa"
"oya bu"ibu buka warungnya cepat banget ya ?
"iya mbak"namanya juga nyari rezeki? kalau ibu bukanya telat pastinya rezekinya juga datang telat mbak ? contohnya seperti mbak Anisa sendiri ? ucap ibu Aminah pemilik warung
"maksudnya ibu" tanya Eka singkat
__ADS_1
"mbak Anisa datang ke kantor dengan begitu cepat"dan setibanya di sini mbaknya tidak langsung ke ruangan akan tetapi mbak makan di warung ibu dulu ? berarti itu juga kan rezeki mbak , ucap bu Aminah dengan jelas
"iya juga ya bu"jawan Anisa tersenyum tipis
ya sudah bu Anisa mau lanjut sarapan dulu takut nanti telat ? ucap Anisa dan melahap makanan itu
setelah ia selesai kini ia dengan segera berjalan menuju ruangan kerjanya dan dengan semangatnya ia langsung mengerjakan pekerjaannya
"terdengar suara telpon dari ponsel milik Anisa"
Anisa meraih ponselnya dan melihat ke arah layar siapa yang sedang menelpon dia sepagi ini
"kenapa ya mama kok telpon aku sepagi ini"ucapnya sendiri
"hallo"sayang kamu dimana ? tanya mama Anisa
"aku di kantor ma lagi kerja,ya udah dulu ya ma Anisa masih banyak kerjaan"ucap Anisa dan mematikan ponselnya sepihak
"astaga Anisa kok sebegitu nya sih kamu dengan mama"memang salah mama apa sih nak ? gumam mama anisa sendiri
Anisa yang belum tahu keberadaannya mama nya yang ada di kota dimana ia bekerja saat sekarang ini
Mama anisa hanya diam seribu bahasa melihat perlakuan anaknya terhadap dirinya
mama akui mama salah karna mama sudah berniat menjodohkan kamu dengan laki-laki yang kamu tidak kenal nak,tapi apakah kamu sebenci itu terhadap mama ? ucap mama Anisa sendiri
kemudian ia hanya meletakkan ponsel miliknya di atas meja nakas yang ada di kamar itu lalu ia bersiap untuk berkunjung ke rumah kakaknya yaitu mama nya Eka
__ADS_1