Menikahi Seorang Janda

Menikahi Seorang Janda
bab 51


__ADS_3

Sesampai di kantor kini Irwan berjalan cepat menuju ruangannya sementara Anisa yang hari ini begitu sibuk dengan pekerjaannya


pagi itu Irwan mencoba beberapa kali menghubungi Anisa akan tetapi dia tidak bisa menjawab panggilan itu, ya memang karna Anisa begitu sibuk dengan urusan kantor nya


"Anisa kenapa ya"apa gara-gara tadi malam dia marah ? gumamnya dalam hati


Irwan lalu bangun dari duduknya dan berjalan dengan cepat menuju halaman depan kantor dan menaiki sepeda motornya


begitu sampai di kantor tempat Anisa bekerja ia dengan segera berjalan masuk dan melihat ke kanan kiri namun ia tidak bisa menemukan Anisa lalu ia meraih benda pipih berwarna silver yang ada di kantong saku miliknya dan menghubungi Anisa kembali


beberapa kali Irwan menghubungi namun Anisa tidak menjawab,kemudian Irwan berjalan ke sebuah kursi yang berada di depan kantor, namun ia melihat ada sebuah warung dan berjalan dengan langkahnya yang lemas karna memikirkan Anisa


sesampai ia di warung kini ia memesan beberapa makanan dan minuman, sembari menunggu Anisa, Irwan makan dengan begitu santai dan menikmati makanannya, sekali kali ia melihat ke arah layar ponselnya, berharap ada panggilan atau pesan dari Anisa


Irwan meninggalkan pekerjaan hanya untuk Anisa sementara dia tidak tahu di perusahaan tempat dia bekerja sedang banyak karyawan yang menunggu


terdengar suara telpon lalu Irwan mengangkat panggilan itu dengan segera


"hallo pak"ini ada beberapa proyek yang harus memakai tanda tangan bapak


"saya masih ada urusan dan sebentar lagi saya kembali"ucap Irwan santai dan mematikan ponselnya sepihak


tak berapa lama beberapa orang karyawan datang ke warung itu,karna cuma ini satu-satunya warung yang ada di dekat kantor ini.jadi mau tidak mau kalau merasa lapar pastinya karyawan akan makan di warung ini


"ehh itu cowok siapa"tampan banget ? ucap salah seorang wanita yang bekerja di kantor itu

__ADS_1


"ia tampan"tapi kelihatannya dia bukan bekerja di sini ?


"tau dari mana lo"


"astaga Velia" dia aja hanya memakai komeja putih dan celana hitam gitu ? memangnya sama seperti pakaian yang di kenakan seluruh karyawan disini ?Gerutu ningsih


memang sewaktu Irwan pergi ke kantor nya Anisa ia memang sengaja melepaskan jas hitam yang biasa ia kenakan di perusahaannya,cuma karna ia pergi dan berencana menemui Anisa dan meminta maaf


"iya ya"percuma tampan kalau tidak ada kerjaan ? ucap Velia tertawa sembringah


kemudian mereka duduk bersampingan, Irwan hanya tersenyum melihat tingkah Velia dan ningsih sementara ningsih hanya memasang wajah datarnya melihati Irwan


"ohh,iya ya"ucap Velia tersenyum tipis


tak lama kemudian Anisa berjalan dengan cepat karna ia tidak bisa berlama,ia hanya meminta kepada pemilik warung kalau nasinya di bungkus, karna ia memang begitu sibuk dengan pekerjaannya


kemudian irwan bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Anisa yang kelihayan begitu buru-buru


"mbak kok nasinya di bungkus"ucap Irwan pelan


"kenapa tidak makan di sini saja"sambung Irwan


Anisa terkejut dengan suara yang ia dengar karna ia suara itu


"sayang kok kamu disini"apa kamu tidak bekerja hari ini ? ucap Anisa pelan

__ADS_1


"iya kerja"sepatu,celana dan baju seperti biasa yang kamu lihat ? iya aku kerja cuma aku sengaja datang untuk menemuimu beby ? ucap Irwan dan memegangi puncak kepala sang kekasih


"Ningsih dan Velia terlihat tidak menyukai kedua pasangan itu"lalu Ningsih mendatanginya dan berkata


"heh kalian apa-apaan disini"kamu juga Anisa sebaiknya kamu kesana kerja ? Gerutu Ningsih


"santai mbak santai"ucap Irwan yang tidak menyukai ucapan ningsih


"santai"kamu mah enak tidak bekerja dan bisa keluyuran kesana kemari ?status kamu dan kami itu berbeda jadi sebaiknya kamu diam ? ucap Ningsih yang begitu sombong


ini mbak Anisa makanannya sudah siap potong pemilik warung cepat karna ia takut akan terjadi sesuatu


"terima kasih ya bu"ucap Anisa sopan


Anisa mengajak Irwan pergi dadi tempat itu dan Irwan meraih kartu nama dan memberikannya kepada Ningsih


"ini kartu nama saya"kalau kamu tidak menyukainya kamu bisa langsung mendatangi saya ? ucap Irwan dan berjalan mengikuti langkah kaki Anisa


"sayang kok kamu di sini"tanya Anisa


"aku kangen dan aku tidak mau di cuekin sama kamu"ucap Irwan memelas


terus kerjaan kamu gimana


"kenapa harus pusing"yang punya perusahaan juga aku kan ? ucap Irwan santai dan mencolek hidung mancung Anisa

__ADS_1


"aku tidak marah dan tidak cuek sayang"tapi karna pekerjaan ku hari ini yang begitu padat jadinya aku tidak bisa bermain HP?


__ADS_2