
sayang aku pamit ya,aku mau kerja dulu supaya cuan nya ada ucapnya terkekeh pelan seraya berjalan mengambil motor kesayangannya
ardi menghidupkan mesin motornya dan mengemudikan nya dengan begitu cepat, tanpa waktu lama ia sampai di kantor
"pagi pak Ardi"sapa seorang karyawan
"ardi hanya tersenyum dan memasang wajah datar"
ia menang biasa melakukan hal seperti itu du kantornya supaya karyawan sopan dan patuh pada dirinya
ardi berjalan dengan langkah gontai menuju ruangannya dan duduk di kursi utamanya
ia meraih tas dan membukanya untuk ia mengambil laptop yang ia letakkan di dalam tas,setelah ia mengambil laptopnya kini ia menghidupkan dan mulai mengerjakan pekerjaannya
terdengar suara ketukan pintu
"masuk"ucapnya tegas
"kemudian salah seorang assisten big bos nya masuk dengan membawakan sebuah dokumen"
"selamat pagi pak"maaf sebelumnya mengganggu ? ucapnya sopan
"iya pagi"ucapnya jelas dan singkat
"oya pak ini ada sebuah dokumen yang harus bapak tanda tangani"tadi saya di perintahkan oleh big bos untuk memintanya kepada bapak ? ucapnya jelas
sebelum ia menanda tangani, ia terlebih dulu membaca isi dari dokumen itu,kemudian ia meraih dokumen itu dan mulai membacanya
setelah selesai kini ia langsung membubuhkan tanda tangannya
"ini" ucapnya singkat
__ADS_1
"terima kasih ya pak"ucap nya sopan dan pergi meninggalkan Ardi dari ruangannya
"jadi manager kok sombong banget" baru jadi manager ? ucap nya kesal
*****
sementara anisa yang masih bingung dengan kerjaannya mencoba untuk belajar, akan tetapi ia selalu gagal
"aihhh kok aku begok gini sih"ucapnya sendiri
kemudian ia meraih benda pipih yang ia simpan di kantong sakunya dan mengusap usap untuk mencari nama abang iparnya,setelah ia menemukan kini ia menghubungi dengan cepat
"bang dimana"tanya anisa pelan
"iya di kantor"emang jam segini mau dimana lagi ? jawab ardi lembut
"ya sudah aku keruangan abang ya"ucapnya dan mematikan ponselnya
"bang ajarin aku dong"ucap anisa malu malu
"ajarin apa"apa yang harus abang ajari sayang ? jawab ardi tersenyum tipis melihat tinggal adik ipar nya ini
"ini loh bang"anisa belum tahu cara mengerjakannya ? jawabnya seraya menunjukan lembaran kertas itu kepada Ardi
"ya sudah coba abang lihat"ucapnya dan meraihnya dari tangan anisa
setelah ia selesai kini ia kembali memberikannya kepada anisa
"nah sekarang kamu sudah bisa kan"ucap ardi tersenyum
"sudah bang"
__ADS_1
"terima kasih ya bang"jawab anisa dan berjalan meninggalkan ruangan ardi
pagi berganti siang akan tetapi ia masih begitu sibuk dengan kerjaannya,ia duduk dan merebahkan kepalanya di ujung kursi
"aihh kok aku lapar ya"ucapnya sendiri
kemudian ia melihat arloji yang ia pakai di sebelah kiri tangan nya dan ia melihat pukul 1:40 wib
"astaga ternyata sudah hampir jam 2, pantas saja aku begitu lapar"gumamnya dalam hati
ia ingin pergi ke sebuah warung yang ada di dekat kantor tempat ia bekerja akan tetapi ia tidak bisa meninggalkan ruangannya saat ini karna masih begitu banyak pekerjaan yang harus di kerjakan dan mejanya begitu berserakan dengan kertas kertas
"ahhh baiknya aku minta tolong sama adik ipar aja"ucapnya sendiri tersenyum
kemudian ia meraih ponsel yang ia letak kan di atas meja dan menghubungi nomor anisa dengan cepat
"dek"Abang minta tolong ya ? ucapnya pelan
"minta tolong apa bang"jawab Anisa
"tapi sebentar"kamu sudah pulang atau masih di kantor ? tanya ardi
"aku masih di warung yang ada di sebelah kantor bang"makan ? soalnya lapar ? ucap anisa terkekeh pelan
"oh nanti kalau kamu sudah selesai kamu bisa kan mengantarkan nasi untuk abang,karna abg lapar dek"jawab ardi pelan dan mematikan ponselnya
"tanpa lama anisa berjalan keruangan Ardi dengan membawakan makanan"
"bang"ini nasi nya ? ucapnya pelan meletakkan makanan itu dan berjalan meninggalkan Ardi
"aihh kok main pergi aja sih"belum juga sempat bicara udah main pergi aja ? ucap ardi sendiri
__ADS_1