
Bantal terlempar ke lantai, seprei kusut tidak karuan. Seorang gadis terbangun dari tidurnya, sambil bergerak ke samping kiri dan kanan. Gerakannya telah membangunkan sahabat di sebelahnya.
"Aduh Yixi, kenapa kamu sibuk sekali." gerutunya.
"Maaf sahabatku sayang, aku mendengarkan ponselku berbunyi." jawab Yixi nyengir.
"Jangan-jangan, itu pesan dari pembeli." ujar Airav.
"Nah betul juga, biar aku lihat sekarang." Yixi segera meraih ponsel, yang berada di atas meja.
Dia menggeser menu online shop, ternyata ada seorang akun bernama Pria Rebutan Wanita. Yixi masih mangap-mangap, sambil menepuk-nepuk mulutnya.
"Nama yang unik, sangat misterius." Yixi memperlihatkan layar ponselnya.
"Siapa iya kira-kira, membuat penasaran saja." jawab Airav.
Mereka fokus ke layar ponsel, terutama Yixi yang melayani obrolannya. Lama kelamaan, semakin panjang saja balas membalasnya.
"Airav, dia memesan sebuah perumahan milik tuan Zhuo. Bagaimana iya, apa tuan Zhuo akan memberikannya untukku. Namun, dia yang akan menanggung biayanya. Kita juga mendapat untung, dari kerjasama yang ditawarkan." ujar Yixi.
__ADS_1
"Setahuku tentang bisnis tuan Zhuo adalah, mengenai konsep asmara kehidupan. Akan sangat sulit untuk kamu mendapatkan hatinya, apalagi harus bersaing dengan perusahaan properti. Tuan Zhuo hanya akan memberikannya, pada sepasang pengantin yang ingin tinggal bersama." jelas Airav, panjang dan lebar.
Lagi-lagi, ponsel Yixi berbunyi. Dari akun misterius, yang menawarkan akan membayar mahal. Yixi berpikir sejenak, untuk menuruti keinginan orang aneh itu. Dia meminta saran dari Airav, bagaimana pendapatnya mengenai hal ini.
"Bagiku, kamu bisa saja menuruti keinginannya. Lagipula semua rancangan bangunan milikmu sangat bagus, kamu bisa menukarnya dengan rumah properti tuan Zhuo." Airav bertepuk-tepuk tangan.
"Bagaimana mungkin, aku bisa menemuinya. Dia merupakan orang yang sibuk, sangat sulit untuk ditemukan." jawab Yixi.
"Aku bisa membantumu, karena besok ulang tahun perusahaannya." ujar Airav.
"Kamu kok paham banget, tentang tuan Zhuo." Yixi menopang dagunya dengan tangan.
Yixi tersenyum gembira. "Berarti, punya undangan pestanya dong."
"Tentu saja, aku diundang dengan dia. Tapi kamu aja yang datang, berhubung aku sedang sibuk." jawab Airav.
Keesokan harinya, Yixi sibuk merancang desain bangunannya. Dia masih arsitek pemula, meski banyak rancangannya yang bagus. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahuinya.
"Ingat, kamu nanti malam harus dandan yang cantik." ucap Airav.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, aku sudah menyiapkan make up rias khusus." jawab Yixi.
"Bagus, aku ingin kamu tampil terbaik. Malam ini, kamu akan menjadi tamu paling cantik." Airav melompat gembira.
"Lebai kamu, aku 'kan cuma ingin mendapatkan kepercayaan tuan Zhuo." jelas Yixi.
Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, setelah sibuk di kosan membersihkan ini dan itu. Yixi memoles bedak pada wajahnya, disertai pelembab bibir merah muda ranum.
"Sudah saatnya beraksi, untuk pergi ke pesta." ucap Yixi.
"Cepat pergi, keburu terlambat." Airav mendorong pundaknya pelan.
"Iya sahabatku sayang, aku pergi dulu." Yixi mencolek pipi Airav.
"Iya sahabatku, kamu hati-hati di jalan." jawab Airav.
"Doakan iya, semua akan baik-baik saja. Semua akan berjalan lancar, tanpa adanya hambatan dan kendala." ujar Yixi.
"Iya Yixi, aku pasti akan mendoakan yang terbaik untukmu." jawab Airav.
__ADS_1
Yixi melangkahkan kakinya, keluar dari kosan sempit tersebut. Yixi mengendarai kendaraan roda dua, dengan kekuatan yang hampir penuh. Tiba-tiba saja, sebuah motor menyerempetnya. Dia adalah seorang pria, yang bernama Yanky Argunoma. Sengaja melemparkan tasnya, hingga bersampingan dengan tas Yixi.