Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Kecelakaan


__ADS_3

Yanky turun dari motor, lalu mengambil tas milik Yixi. Yanky membantu menegakkan motor Yixi, yang terjatuh ke badan jalan.


"Motor ini masih baru, lihatlah jadi rusak akibat ulahmu." ujar Yixi kesal.


Yanky memberikan sejumlah uang. "Ini untuk menggantikan kerugian mu."


Yanky segera pergi dari hadapan Yixi, lalu mengendarai motornya dengan perlahan. Sementara Yixi, segera menghidupkan mesin motor. Dia harus segera datang ke pesta, lalu pulang nanti berniat membawa motor ke bengkel.


"Ah, benar-benar mengesalkan. Motor sewaan malah diserempet sama orang.” batin Yixi.


Yixi masuk ke dalam pesta, lalu dua penjaga meminta surat undangan. Yixi membuka resleting tasnya, dan ternyata di dalam tidak ada barang miliknya.


"Pak, bisakah aku masuk tanpa undangan, aku benar-benar ada perlu." ujar Yixi.


"Tidak bisa, semua tamu harus mematuhi prosedur acara ini." jawabnya.


"Tapi, aku benar-benar memiliki undangannya. Namun, sempat dipinjam sama teman." ucap Yixi.


"Suruh lah temannya ke sini." jawabnya.


Yixi melihat ke arah Yanky, lalu asal-asalan menunjuk dirinya. Yanky masuk ke dalam, setelah memberikan surat undangan.


"Itu adalah temanku, jadi aku masuk bersamanya." Yixi segera berlari.


"Hmmm... apa benar begitu?" Pria berjenggot bertanya, pada orang di sebelahnya.


"Tidak tahu, aku bingung dengan perempuan tadi." jawabnya.

__ADS_1


Yanky berbalik badan, dan menoleh ke arah Yixi. Ucapan Yixi dengan para penjaga tadi, dapat Yanky dengar dengan baik. Yanky segera mengambil air minum, sementara Yixi melangkahkan kakinya menemui tuan Zhuo.


"Tuan Zhuo, bisakah kita berbicara sebentar?" tanya Yixi.


"Boleh, ayo bicara di sana." jawabnya.


Tiba-tiba, ada penjaga yang menghampiri Yixi. Mereka melihat rinci, pada wajah asing itu.


"Ada yang melaporkan, bahwa kamu masuk tanpa undangan." ujarnya.


"Hmm... ada undangannya." jawab Yixi.


"Mana kertasnya, perlihatkan sekarang!" ucapnya.


"Tidak ada padaku, tapi pada temanku di sana." Yixi menunjuk Yanky.


"Tolong percaya padaku." ujar Yixi.


"Kami tidak bisa percaya, karena yang melaporkanmu adalah pria itu." jawabnya.


Yixi memasang raut wajah tidak suka, pada pria tampan tersebut. Yanky tersenyum licik, berencana akan membuat kerjasama. Hal itu memang sudah direncanakan, agar bisnisnya berjalan dengan lancar. Yanky masuk ke dalam ruangan Yixi diinterogasi. Dia tersenyum kecut, melihat para penjaga tersebut.


"Tuan Yanky, orangnya sudah kami tangkap." ujarnya.


"Hal yang sangat mengesankan. Seseorang yang masuk ke pesta, tanpa membawa undangan sama sekali." jawab Yanky.


"Minta tas milikku, kamu pasti sengaja melakukan hal ini. Kamu mau mengambil keuntungan, dengan menjebak diriku." ujar Yixi.

__ADS_1


"Hei nona, kita baru bertemu sekarang. Kenapa menuduhku, mencuri tas milik dirimu." jawab Yanky.


"Jangan pura-pura lupa ingatan, jelas-jelas kamu yang menyerempet motorku tadi." Yixi tidak mau mengalah.


"Nona, kita tidak kenal sama sekali." jawab Yanky.


"Sudahlah, jangan berdebat di sini. Intinya nona akan tetap ditahan, kalau tidak memberikan bukti. Apalagi, tuan Zhuo seperti tidak mengenal anda." ujar salah satu penjaga.


"Tapi Pak, aku tidak punya niat jahat di sini." jawab Yixi.


Yixi mulai cemas tak terkira, karena ponsel juga dalam tas. Sedangkan dia tidak bisa, menghubungi siapapun juga.


"Aku bisa menyelamatkanmu, dengan satu syarat." bisik Yanky.


"Cepat katakan, apa syaratnya." jawab Yixi.


"Kamu harus akting di depan tuan Zhuo, mengaku lah sebagai calon istriku. Maka, urusanmu bisa selesai." bisik Yanky.


"Aku tidak bisa." jawabnya.


"Coba pikirkan lagi baik-baik." Yanky berusaha merayunya.


"Baiklah, aku setuju dengan penawaran darimu." jawab Yixi.


"Tolong bebaskan dia, aku adalah calon suaminya." ucap Yanky.


"Iya tuan Yan." jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2