Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Cemburu Tapi Gengsi


__ADS_3

Matahari telah menyingsing, di atas langit. Yanky telah menyiapkan surat permohonan kerjasama, pada salah satu perusahaan Jerman.


Ubay keluar dari ruangan, bersamaan dengan Yanky. Baru saja mau menyapa, Yanky langsung membalikkan badan. Memilih berjalan dengan memperlihatkan punggung, daripada bertatapan dengan pria di belakangnya.


”Tidak mungkin 'kan, Yixi menemani pria asing sampai luar negeri. Pasti ada apa-apa, di antara mereka. Hal paling terkecil, mereka adalah sepasang kekasih.” batin Ubay.


Tiba-tiba Yixi ada di belakang Ubay, dia juga akan ikut ke perusahaan Global Abjad.


"Eh jangan lupa, nanti kita minum kopi latte bersama." ujar Yixi.


"Iya Yixi, kamu tenang saja. Ternyata, kita tinggal bersebelahan kok." jawab Ubay.


Di dalam mobil Yixi selalu diam saja, hanya menatap arah luar jendela mobil. Beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya mereka sudah sampai.


"Yixi, ayo kita masuk." ajak Yanky.


"Iya tuan." jawab Yixi.


Yixi masuk ke ruangan bersama Yanky, dan ternyata ada San Xia di sana.


"Kenapa kamu ada di sini juga?" tanya Yanky.


"Aku ada perlu dengan tuan Lee." jawab San.

__ADS_1


"Ada perlu apa?" tanya Yanky.


"Menawarkan kontrak kerjasama." jawab San.


San Xia mengetahui, bahwa Bonai menyerahkan tugas perusahaan pada Yanky. Makanya, San Xia ikut ke Jerman juga.


"Ternyata, kau mengenal dengan baik nona San?" tanya Lee.


"Iya tuan Lee." jawab Yanky.


"Silahkan duduk." tawar Lee.


"Terima kasih." jawab Yanky.


Yixi memilih menunggu di luar saja, karena tidak ada keperluan apapun. Ubay berjalan santai, mendekat ke arahnya.


"Kamu seperti tidak pernah melihat ruangan besar saja. Lagipula suami kamu adalah CEO, yang punya banyak perusahaan." jawab Ubay.


"Meskipun dia punya banyak perusahaan, namun aku tidak menyukainya." ucap Yixi.


"Aneh sekali kamu, masa si tidak suka sama suami sendiri." jawab Ubay.


"Bukan, maksudku aku tidak menyukai warna dinding perusahaannya. Lihatlah perusahaan ini, hampir semuanya berwarna biru." ujar Yixi.

__ADS_1


"Heheh... request aja sama suamimu. Aku suka warna biru, makanya banyak warna birunya." jawab Ubay.


”Sangat serasi denganku, sungguh laki-laki lembut.” batin Yixi memujinya.


Setelah kontrak kerjasama ditandatangani, Yanky keluar dari ruangan tersebut. Dia melihat Yixi, yang sedang berbicara dengan Ubay. Rasanya mendadak kesal, melihat Yixi tersenyum setulus itu.


"Ayo kita pulang sekarang." Yanky menggenggam telapak tangan Yixi.


"Aku ingin mengajaknya minum kopi latte." jawab Ubay.


"Harus izin sama aku, karena aku adalah suaminya." ucap Yanky.


"Oh iya, kalau gitu kita minum bersama saja." jawab Ubay.


"Yanky, apa kamu tidak ingin mengajakku?" sahut San Xia.


"Boleh kok, kamu ikut saja." jawab Yanky.


Mereka pergi bersama, dengan mengendarai kendaraan masing-masing. Yanky membawa mobil, dengan kekuatan cepat.


"Kamu mau membuat nyawaku cepat melayang iya." gerutu Yixi.


"Maaf nona Yixi, ini adalah hadiah terbaru. Ternyata setelah dihukum, kamu tidak berubah sama sekali. Kamu masih saja bertemu pria asing, dan membiarkan sandiwara kita semakin mencolok." jelas Yanky, dengan kesal.

__ADS_1


"Tuan Yan, sampai kapan aku hidup dalam penjara? Aku tidak ingin, terus menerus terkekang." ujar Yixi spontan.


"Aku tidak mengekang dirimu, setelah enam bulan pernikahan berakhir. Kamu bebas mencari pasangan hidup, setelah perjanjian kontrak tidak ada lagi." Yanky masih fokus, menyupir mobilnya.


__ADS_2